Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Part 3


__ADS_3

Deri tiba dikelas 1-9, kelas yang terletak tepat di pojok bangunan lantai 2. Akan sangat sulit menemukan kelas ini jika belum familiar dengan area sekitar sini karena kelas ini juga tertutup oleh sebuah pohon yang tinggi disebelahnya, namun karena pohon itu juga ruangan kelas jadi terasa lebih dingin dan tetap tidak akan terasa panas disiang hari karena daun daun dari pohon menutupi jendela kaca kelas sehingga membuat cahaya matahari tidak langsung menembus kedalam kelas.


Deri menyapu pandangan ke seluruh bagian ruangan kelas untuk mencari tempat duduk yang pas, berhubung masih hari pertama.


Deretan kedua dari belakang menjadi pilihan nya, tidak terlalu belakang dan juga tidak di bagian depan, tempat yang pas untuk belajar santai.


"ahhh" ucap Deri pelan sambil menjatuhkan diri di kursi. "capek juga keliling nyari kelas" batin nya.


"kosongkan?" tanya seorang murid cowok.


Deri menoleh kemudian mengangguk " ya, kosong"


Setelah dia meletakkan tas kemudian duduk lalu menjulurkan tangan nya untuk bersalaman "Andri" ucap nya.


"Deri" Deri menyambut uluran tangan dan juga memperkenalkan diri.


"ikut Mos kemarin" tanya Andri.


"enggak" jawab Deri seraya bergeleng "keasikan maen PS, jadi males ikut Mos"


"suka maen game apa?" tanya Andri semangat karena memiliki hoby yang sama.


mereka berdua akhirnya larut dalam percakapan seputar game yang sering dimainkan sampai seorang guru masuk ke kelas.


"ngomong ngomong lu tinggal dimana, Ri? kali aja gw bisa main kerumah lu sesekali buat maen Ps bareng" ucap Andri sedikit berbisik.


"di komplek perumnas belakang" jawab Deri.


"waduh jauh amat, Ri. 2 kali angkot" ucap Andri.


Deri juga merasa sekolah nya terlalu jauh dari rumah, apalagi buat type anak rumahan seperti Deri yang sekolah Sd nya masih disekitar komplek rumah tiba-tiba harus masuk ke smp yang terbilang jarak nya lumayan jauh. Sebenernya Deri sempat menolak untuk masuk ke Smp nya yang sekarang ini, karena faktor jarak, terlebih lagi Smp ini termasuk salah satu sekolah favorit jadi masuk nya harus melalui seleksi tes yang ketat, namun nasib sial pikir Deri waktu itu ketika dia tau dia lulus di Smp ini dan paksaan dari orang tua nya membuat Deri harus pasrah menerima.


Tapi setelah dia tau di Smp ini banyak cewek cantik, dia jadi sedikit merasa beruntung mau menuruti permintaan orang tua nya.

__ADS_1


Dua pelajaran telah dilewati dan tiba waktu nya untuk berisitirahat. Andri mengajak Deri untuk ke kantin namun Deri menolak karena males untuk keluar kelas.


10 menit berlalu rasa lapar dan haus mulai menjalar sehingga membuat Deri mau tidak mau harus ke kantin juga.


"Deri tungguin" terdengar teriakan seorang cewek memanggil nya. Deri menoleh mencari sumber suara.


"kenapa?" tanya Deri.


"kamu gak lupa ya sama aku?" tanya cewek itu.


"sebelumnya kita pernah kenal?" tanya Deri balik.


"aku Citra, temen bimbel kamu.. emang sih dulu kita gak pernah ngobrol" Ucap nya.


"ngobrol sambil jalan ya" ucap Deri karena takut jam istirahat berakhir.


Citra mengangguk "yuk"


Deri terdiam mematung sesaat ketika melihat Resti, Putri dan beberapa teman nya yang baru saja keluar kantin.


Citra yang terus saja berjalan jadi menoleh kebelakang ketika dia sadar Deri sudah tidak berjalan di samping nya.


"kenapa?" tanya Citra keheranan sambil melihat kearah yang lagi di lihat Deri.


"Kak Resti atau Kak Putri?" Tanya Citra lagi.


"eh maksudnya?" tanya Deri setelah dia tersadar dari lamunan sesaat nya.


"hahahha aku tau, Ri. siapa sih yang gak suka sama mereka berdua, kemarin aja waktu Mos mereka berdua dapet surat kenangan paling banyak dari cowok" jelas Citra.


Saat hari terakhir Mos kemarin semua adik kelas di minta untuk menulis surat kenangan untuk kakak kelas dan yang menerima surat paling banyak adalah kak Resti.


"cowok cowok yang ngirim surat ke kak Putri sih gak sakit hati, tapi yang ngirim buat kak Resti tuh pada sakit hati.." jelas Citra.

__ADS_1


"kenapa?" tanya Deri penasaran.


"di sobek semua nya" ucap Citra.


Deri terlihat masih kebingungan karena tidak percaya Resti akan sekejam itu, karena tadi pagi saat dia menanyakan kelas Resti terlihat seperti cewek yang ramah.


*****


Resti, Putri dan beberapa teman nya berjalan keluar dari kantin.


"Put, kira kira anak yang tadi pagi kemarin dia ikut Mos gak ya? lu ada terima surat dari dia gak?" tanya Resti.


"eh eh ada apa nih" serobot sela tiba tiba ketengah antara Resti dan Putri.


"ini loh" ucap Putri "Resti yang selama ini kejam sama cowok tiba tiba nanyain adek kelas"


"ih putri apaansih gw kan cuma nanya doang.." bantah Resti.


"tumben, Res" ucap Sela "emang anaknya ganteng ya, Put?" tanya Sela.


"ganteng sih, lumayan" ucap Putri sambil melirik kearah Resti yang lagi tersipu malu "kalau kata Resti sih mata nya itu loh, uuuuhhh" lanjut Putri tertawa geli melihat Resti yang selama ini jutek jadi tersipu malu.


"jadi penasaran gw" kata Sela.


"udah ah gw masuk kelas duluan" ucap Resti seraya berjalan cepat meninggalkan teman teman nya.


Resti berbelok ke kiri kearah gedung sebelah dan menaiki tangga menuju ke kelas 1-9.


"ngapain sih gw ke kelas ini" batin Resti.


terlihat dari tangga ujung Deri berjalan bersama Citra setelah kembali dari kantin.


Resti buru buru lari kearah koridor penghubung ke gedung sebelah karena takut terlihat oleh Deri.

__ADS_1


__ADS_2