
Raka menatap kedua putranya yang sudah tertidur pulas usai menyusu pada ibu mereka tanpa menyadari adanya pergerakan dari jari lentik wanita itu.
Ceklek
Paul masuk untuk memberikan suntikan vitamin untuk Bila. Hal itu membuat perhatian Raka teralihkan pada pria itu yang baru saja memasuki ruangan istrinya.
"Oh my God."
Suara Paul membuat Raka mendelik tajam, karena kedua putranya sempat terkejut dan untung saja mereka kembali tertidur. Kalau sampai bangun entah apa yang akan pria itu lakukan pada dokter tersebut.
"What's wrong Paul?" Raka mendatangi paul sambil berujar dengan nada datar dan belum menyadari kalau mata wanita cantik yang selama ini tertidur sudah terbuka dengan sempurna.
"Your wife is awake."
Raka terkejut tentu saja, apalagi hal ini adalah apa yang selalu ia doakan setiap waktu. Air mata tak bisa lagi ia bendung tatkala matanya bersirobok dengan mata cantik sang istri yang baru saja terbuka.
"Bee..!" Lirihnya sendu dan langsung memeluk istrinya yang teramat ia rindukan itu.
"Akhmm, excuse me sir. I have to check the patient's condition first." Sela Paul saat melihat adegan romantis di hadapannya.
Raka tersadar dan langsung melepaskan pelukannya walau sebenarnya ia tak rela. Paul yang melihat hal itu langsung melepaskan peralatan yang masih melekat di tubuh Bila dan memeriksa kondisi pasiennya. Kemudian ia langsung tersenyum.
"Your wife is in better condition and should be treated in a few days." Jelasnya tentang kondisi Bila. "Really, this is beyond me. Since yesterday, it's still the same. But, it's a miracle from God. Congratulations for your family." Ujar Paul menambahkan.
"Thank you Paul."
"Hmmm." Paul langsung beranjak pergi dari ruangan Bila menyisakan Raka yang langsung kembali memeluk pujaan hatinya, kekasihnya, belahan jiwanya.
"Haus." Ucap Bila serak. Sebenarnya sudah dari tadi ia akan mengatakannya. Namun selalu terhalang karena pelukan Raka dan dokter yang terus berbicara.
"Astaghfirullah. Maaf sayang." Raka seketika melepas pelukannya dan mengambilkan segelas air untuk istrinya.
Membantu menaikkan tempat tidur Bila, Raka menyodorkan segelas air ke bibir istrinya.
"Kedua jagoanku mana?" Tanyanya setelah meneguk segelas air hingga tandas.
"Itu." Raka menunjuk ke arah tempat tidur dimana ia biasanya akan tidur saat menemani Bila.
Senyuman Bila langsung merekah saat melihat kedua putranya. "Bawa mereka ke sini mas. Aku kangen." Pintanya dengan mata berbinar.
"Tapi mereka baru tidur sayang."
"Ayolah mas. Aku kangen banget tau." Bujuknya dengan wajah memelas lucu.
"Huh, baiklah." Raka mengalah dan berjalan ke arah kedua putranya yang masih tertidur lelap. Lagian kalaupun bangun ibunya sudah sadar dan bisa mendiamkan mereka.
Dengan hati-hati Raka menidurkan satu persatu anaknya di atas pankuan Bila. Sementara Bila sudah menatap keduanya dengan mata berkaca-kaca.
Kedua putranya kenapa cepat sekali tumbuh besarnya. Lihatlah tubuh gembal mereka tidak lagi mungil seperti dulu.
Bila meraih yang terdekat dan mencium hampir seluruh wajah bayi itu.
"Emmhhugh." Mata balita gembul itu mulai terbuka dan langsung mengerjap lucu saat matanya melihat wajah wanita cantik tepat di depannya.
"Mom-my!" Serunya girang saat mengenali wajah wanita itu yang tak lain adalah ibunya.
__ADS_1
Bila terharu, anaknya sudah bisa bicara apalagi saat tangan kecil itu sudah berada di pipinya dan membelainya. Membuatnya tak bisa berkata-kata, selain syukur kepada Allah karena mempertemukannya kembali dengan buah hatinya ini. Yah saat ini yang sedang ia peluk adalah Zayyan.
"Mmy.. Mommy!"
Bila menatap ke arah lain, ternyata Zahran sudah ikutan bangun saat mendengar teriakan Zayyan. Bila langsung meraih tubuh Zahran dan membawanya ke dekapannya.
Ah! Ia sungguh sangat merindukan kedua putranya.
Berita tentang Bila sudah bangun dari koma sudah sampai di Indonesia. Keluarganya langsung mengucap syukur atas kabar membahagiakan tersebut.
Ceklek
Semua mata tertuju ke arah orang yang baru saja masuk.
"Aksa!" Seru Bila saat melihat asisiten sekaligus sahabat suaminya itu. "Kamu di di sini?" Aksa mengangguk saat mendengar pertanyaan Bila.
"Bagaimana keadaan kamu?"
"Masih lemas sih, maklum baru bangun." Jawab Bila seadanya.
"Oh iya, barusan Jimmy telpon katanya ada sedikit problem dengan proyek yang sedang ia tangani di Indonesia. Sebelumnya dia nelpon kamu tapi nggak ada jawaban." Dia berjalan menghampiri Raka yang sedang duduk di sofa.
"Hmm, nanti aku telpon balik."
πππ
Di pintu kedatangan Bandara terlihat sepasang suami istri yang baru saja ke luar sambil menggendong kedua anaknya. Mereka adalah Raka dan Bila bersama si kembar.
Setelah sadar beberapa hari yang lalu, akhirnya ia diizinkan pulang dari Rumah Sakit. Merekapun langsung terbang ke Indonesia saat itu juga.
Senyum Bila langsung merekah saat melihat orang-orang yang menunggunya.
Ayah Rasyid dan istrinya langsung menghampiri putri sulung mereka. Kemudian langsung memeluknya.
"Mommy... !"
Pelukan mereka langsung terlepas saat mendengar seruan anak kecil yang ternyata terjepit di antara mereka.
"Aduh maafkan nenek sayang." Ucap bu Sukma sambil terkekeh. Padahal sedang suasana haru malah jadi lucu gara-gara pria kecil ini.
Bibir Zahran langsung mengerucut lucu dan membuang muka. Membuat orang-orang tidak tahan akan keimutan balita tampan itu.
"Bagaimana keadaan kamu sayang?" Tanya ayah Rasyid sambil mengusap kepala putrinya yang tertutup kerudung penuh sayang.
"Alhamdulillah, keadaan Bila sudah lebih baik. Ayah bisa lihat sendiri aku baik-baik saja sekarang." Jawab Bila sambil tersenyum.
"Lain kali jangan seperti ini lagi ya sayang. Ibu takut kehilangan kamu."
"InsyaaAllah ibu. Tapi kita semua tidak ada yang kekal bukan hidup di dunia ini?" Jawaban Bila membuat semua orang bungkam. Karena apa yang ia sampaikan memang benar adanya. Semua makhluk hidup akan dihampiri oleh kematian yang tidak tau kapan datangnya.
"Kakak...! Rei kangen tau."
Bila langsung mengarahkan pandangannya ke arah sumber suara. Adik bungsunya ini sudah tidak peduli lagi dengan image dinginnya dengan merengek seperti itu. Tapi mau bagaimana lagi. Memang sifat sebenarnya dari seorang Reihan memang seperti itu. Manja sekaligus cengeng saat bersama keluarganya.
"Sini peluk." Bila merentangkan kedua tangannya yang bebas. Karena Zahran sudah berpindah ke gendongan kakeknya.
__ADS_1
Reihan langsung berjalan dan memeluk kakak tercintanya dengan erat. Bila yang dipeluk erat merasa sedikit sesak.
"Rei, jangan kuat-kuat. Kamu mau bunuh kakak hm?"
Reihan sedikit melonggarkan pelukannya namun tidak melepaskannya. Walaupun punggungnya terasa dingin oleh tatapan menusuk seseorang. Siapa lagi kalau bukan Raka.
"Sudah! Acara pelukannya dilanjut nanti saja. Sekarang kita pulang dulu. Kakak kamu harus segera istirahat setelah menempuh perjalanan panjang." Ujar bu Sukma menginterupsi acara temu kangen Reihan dan Bila.
Reihan langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Bila dan mengambil alih Zayyan yang berada di gendongan Raka. Meskipun mendapat hadiah berupa tatapan tajam dari kakak iparnya itu.
πππ
"Surprise....!"
"Welcome home."
Baru saja Bila membuka pintu rumah, sebuah confetti langsung meledak bersamaan dengan seruan orang-orang yang ada di dalam rumah.
Bila tidak menyangka akan mendapat penyambutan yang tidak terduga seperti itu. Air mata haru tidak bisa lagi ia bendunh dan langsung terjun bebas membasahi pipinya.
"Terimakasih semuanya." Ucapnya sambil tersenyum lebar dengan air mata bercucuran.
"Selamat datang kembali kakakku yang cantik. Ayo kita makan-makan!" Seru Rudi yang entah sejak kapan sudah berada di dekat Bila.
"Heh! Nggak usah pegang-pegang." Reihan menampar tangan Rudi yang berada di pundak kakaknya.
Rudi memutar bola mata malas dan tidak memperdulikan Reihan. Namun saat tatapannya bertemu dengan tatapan tajam Raka. Nyali pria itu langsung ciut dan segera melepaskan tangannya dari pundak Bila.
Reihan yang menyaksikan semua itu langsung terbahak. Senang sekali dia melihat pria itu menciut takut seperti itu. Padahal sendirinya juga takut kalau sudah berhadapan dengan Raka.
Tertangkapnya pelaku penusukan Bila membuat karir dari designer yang menuduh Bila plagiat langsung hancur saat semuanya terungkap.
Sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh jua. Sepandai-pandai menyimpan bangkai suatu saat pasti akan tercium juga. Begitulah akhir bagi orang yang curang, bukan akhir yang baik namun akhir yang buruk.
Kondisi Calista sudah jauh lebih baik, walaupun ia sudah mengingat kejadian buruk yang menimpanya dulu. Setelah melakukan terapi dengan psikiater, ia secara perlahan mulai menerima keadaannya dengan ikhlas. Wanita itu menjalani kehidupannya seperti sebelumnya dan berusaha menyelesaikan pendidikannya secepat mungkin. Agar bisa membantu ayahnya bekerja.
Sedangkan Aksa menepati janjinya untuk tidak pernah muncul di hadapan Calista dan Rama dengan cara pergi ke luar negri. Pria itu di tunjuk oleh Raka untuk memimpin cabang perusahaannya yang berada di London.
"Kamu sedang mikirin apa sayang?" Tanya Raka saat melihat istrinya berdiri di depan balkon kamar mereka sambil melamun. Setelah pesta tadi siang, semuanya kembali ke habitat masing-masing kecuali keluarganya.
"Aku masih nggak nyangka kalau aku bisa bahagia seperti sekarang ini. Setelah semua yang terjadi, mulai dari gagal menikah, hampir gila dan bahkan hampir ma.."
"Ssst, jangan dilanjutkan. Aku nggak suka kamu mengingat hal menyakitkan itu." Potong Raka sambil mendekap erat tubuh istrinya.
"Terimakasih sudah hadir dalam hiduku mas. Terimakasih sudah mencintaiku dengan tulus. Terimakasih sudah memberikan dua anak yang lucu, imut dan juga tampan. Thank you for everything hubby. I love you." Ucap Bila sambil menatap dalam kedua bola mata suaminya.
"I love you more baby. I think i can't a life without you. You are my everything, thank you for choosing me." Raka mencium kening istrinya cukup lama. Namun saat akan mencium bagian lain, teriakan kedua anaknya membuat pria itu harus mengurungkan niatnya.
"Mommy! Daddy!"
"Hello boy." Raka melepaskan pelukannya dari sang istri dan segera menghampiri kedua anaknya. Bila tidak bisa menahan senyum saat melihat anaknya dengan berani memukul wajah tampan suaminya. Ia pun menghampiri mereka dan ikut bermain bersama suami serta kedua anaknya.
...The end ...
Yeayyy akhirnya tamat juga, maaf ya kalau gajee. Tapi tenang aja ada ekstra chapternya kok hehehe π
__ADS_1
Terimakasih untuk pembaca yang selalu setia menunggu cerita aku. Walaupun kadang aku lama upnya. Sekali lagi makasih banyak-banyak, karya aku tak akan bertahan tanpa adanya kalian.
Love you all