
Dita bergegas untuk segera melanjutkan apa yang harus dia kerjakan agar dia bisa pulang lebih awal. dia tidak bisa kalau hanya diam dan membiarkan laki-laki itu bebas ingin melakukan apa pun yang dia mau saat dia nanti berada di kediaman nya.
***
Wibowo menyambut kedatangan Samuel dengan sangat bahagia.
" Selamat datang tuan Samuel di Kediaman sederhana keluarga saya " Ucap Wibowo saat menyambut kedatangan Samuel diluar rumah nya
" Tidak perlu terlalu formal, panggil saja saya Samuel " Jawab Samuel karena dia merasa tidak nyaman dipanggil seperti itu, apa lagi dengan orang yang lebih tua darinya
Dengan senyuman yang terus tergambar disudut bibirnya Wibowo mengajak Samuel dan juga Rayan untuk segera masuk kedalam kediaman nya. Di dalam sudah ada tara dan Melinda yang menunggu diruang tamu tentunya dengan mines Dita karena dia masih belum pulang dari kampusnya
Samuel benar-benar disambut dengan sangat baik oleh keluarga maheswari. Karena mereka memang sangat-sangat berterima kasih atas bantuan yang sudah Samuel berikan kepada keluarga mereka
" Oh ya. perkenalkan ini anak pertama saya nama nya budiantara. Kalau anak kedua saya namanya anindita tapi sekarang dia ada acara di kampus, jadi tidak bisa ikut menyambut kedatangan anda " Ucap Wibowo dengan sopan memperkenalkan anggota keluarganya
Gleekk... Rayan hanya bisa menelan saliva nya saat dia mendengar Wibowo menyebutkan nama anak keduanya, entah kenapa dia sangat takut jika ada seseorang menyebut nama perempuan itu di hadapan tuan nya.
Namun ketakutan Rayan rupanya hanya berlebihan, Samuel terlihat biasa-biasa saja saat mendengar nama itu disebutkan.
' Pantas saja dia tidak ada disini. Apa Jangan-jangan dia menghindar untuk bertemu dengan ku ' Batin Samuel
Setelah itu di saat Melinda tengah menyiapkan makan malam. Samuel dan yang lainnya sedang mengobrol diruang tamu sambil menunggu makan malam yang disiapkan selesai.
Akan tetapi Samuel hanya banyak diam, lebih banyak Rayan yang mewakilinya berbicara. Itu Karena tujuan utama nya datang kesini adalah untuk melihat Dita yang entah mengapa saat ini sangat ingin dia temui, akan tetapi sampai sekarang dia masih juga belum melihat perempuan itu
Dan sekarang makan malam sudah siap. Wibowo pun menuntun Samuel dan Rayan menuju meja makan. Dengan sedikit rasa canggung Samuel memulai suapan pertamanya, ini adalah pertama kalinya dia makan di rumah orang lain, jadi wajar saja jika dia merasa sangat canggung. Berbeda dengan Rayan yang nampaknya sangat lahap tanpa ada sedikit pun rasa canggung, mungkin itu karena dia sudah terbiasa makan bersama siapa pun
__ADS_1
***
" Kamu kenapa masih disini, memangnya supir kamu masih belum datang " Ujar Kevin, di saat dia melihat Dita berdiri didepan gerbang kampus
" Iya. Tadi supir aku telpon katanya mobilnya tiba-tiba mogok "
" Ya udah aku anterin aja "
" Serius memang nya kakak nggak sibuk "
Kevin tertawa renyah mendengar pertanyaan Dita.
" Udah ayo nanti ke maleman "
Sebenarnya Dita ingin menolak tawaran dari Kevin karena dia tahu kalau sekarang Kevin masih sibuk mengurus acara di kampus, akan tetapi kalau dia terus menunggu supir nya datang yang entah kapan, dia takut kalau sekarang Samuel sudah datang ke rumah nya.
" Oh ya, selamat ya buat keluarga kamu, karena berhasil menyelamatkan perusahaan kalian dari kebangkrutan " Ujar Kevin dengan tetap fokus dengan kemudinya
Dita hanya tersenyum tipis menanggapi apa yang Kevin katakan, dia juga tidak tahu mengapa kalau dia sangat malas kalau harus membahas masalah itu. Yang entah mengapa kalau dia membahasnya dia akan teringat akan kejadian malam itu, yang malah hanya mengorek luka yang berusaha dia sembuhkan.
Kevin mengerutkan alisnya dia merasa aneh dengan respon yang diberikan oleh Dita yang malah bukan seperti dirinya. Namun pada akhirnya Kevin hanya memilih untuk diam, dia tidak ingin lagi menanyakan apa pun dia takut malah membuat Dita menjadi tidak nyaman
***
Setelah beberapa saat akhir nya mobil yang dikemudian oleh Kevin sampai didepan rumah Dita.
Pandangan Dita maupun Kevin sama-sama fokus pada mobil mewah yang terparkir di depan rumah Dita, kevin berpikir mungkin saja itu mobil baru milik tara yang baru dibeli, akan tetapi berbeda dengan Dita yang seperti bisa menebak siapa pemilik dari mobil tersebut.
__ADS_1
Yang semakin membuat perasaannya menjadi tidak tenang, karena ternyata dia datang terlambat, Samuel sudah datang lebih dulu dari pada dirinya.
' Semoga saja dia tidak berbicara yang macam-macam " Batin Dita.
" Kamu mau mampir sebentar " Tawar Dita kepada Kevin yang telah mengantarnya selamat sampai ke tujuan
" Boleh, kebetulan aku udah lama nggak ketemu sama Om dan tante " Jawab Kevin.
Dita pun tersenyum. kemudian dia pun mulai masuk kedalam kediaman nya tentunya dengan jantung yang terus berdetak begitu kencang. Diikuti oleh Kevin yang berjalan di samping nya
Dan benar saja dugaan Dita kalau mobil di depan itu adalah mobil milik Samuel, saat dia sampai diruang tamu dia melihat dua laki-laki yang tidak asing baginya, yaitu Samuel dan Rayan.
" Ehh... Kok kamu bisa pulang bareng kevin " Tanya tara saat melihat kedatangan Dita
" Iya... Kak tadi kata pak Muh mobilnya mogok, jadi kak kevin yang nganterin pulang "
Tara mengerutkan alisnya dia terus menatap kevin dengan tatapan dingin. Tara memang tipe kakak yang sangat posesif kepada Dita, bahkan dia tidak pernah membiarkan Dita keluar rumah sendiri kecuali untuk kuliah. Apa lagi kalau ada laki-laki yang mendekati adiknya itu, pastilah harus melewatinya terlebih dahulu
Bahkan Kevin hanya mengantarkan Dita pulang karena sopirnya tidak bisa menjemput, itu sudah membuat tara sangat tidak senang. Padahal Kevin adalah sahabat bahkan sudah seperti keluarga bagi mereka, tapi tetap saja membuatnya tidak senang.
Namun begitulah bukti kalau dia begitu mencintai adiknya itu.
" Oh ya. Perkenalkan ini anak kedua saya " Ujar Wibowo kembali memperkenalkan anak keduanya yang baru datang
Deg... Jantung Dita lagi-lagi seperti ingin meledak. laki-laki yang tidak ingin dia temui selama-lamanya, malah bertemu dengan cara seperti ini.
Samuel bangkit dari duduk nya, lalu mengulurkan tangannya kepada Dita sebagai ucapan perkenalan, yang tentunya sangat tidak ingin dia Terima. Namun melihat orang tuanya yang juga berada di ruangan itu, membuatnya tidak mungkin kalau tidak menerima uluran tangan dari Samuel, karena yang ada itu hanya menimbulkan kecurigaan mereka
__ADS_1
Dengan tangan yang nampak bergetar Dita pun menerima uluran tangan Samuel. Saat dia ingin melepaskan, tangannya malah dipegang oleh Samuel , sehingga membuatnya tidak bisa terlepas dari tangan Samuel_________