
Susi pun kemudian memulai pemeriksaan nya dengan alat-alat yang ia bawa. Dengan jantung yang terus berdegup dengan kencang, dita pun hanya bisa diam, membiarkan tantenya memeriksa tubuh nya
***
Deggg...Degg... Jantung Susi berdetak tak beraturan, di saat dia mengetahui penyebab mengapa dita tak kunjung sembuh dari sakitnya.
Nafas nya terdengar berat, Susi menoleh kearah dita yang juga terlibat takut, saat melihat ekspresi wajah sang tante berubah drastis setelah memeriksa tubuhnya.
Susi menelan saliva nya. Hal yang ia takut kan tadi ternyata benar.
" Ada apa Sus?, Apa kamu sudah tahu dita kenapa " Tanya Melinda
" Dita. Kamu kapan terakhir menstruasi " Tanya Susi, kembali memastikan apa kah pemeriksaannya itu benar atau tidak
Dita berpikir beberapa saat, mengingat-ingat kapan terakhir ia menstruasi. Setelah beberapa saat ia baru ingat kalau dia terakhir menstruasi sekitar 2 bulan yang lalu
" sekitar 2 Bulan lalu tan " Jawab dita dengan suara lemas nya.
" Dita memang begitu Sus. Dulu dia pernah 3 bulan nggak datang bulan, waktu kita periksa ke dokter, ternyata itu hanya pengaruh horman " Ucap Melinda membantu menjelaskan
Mendengar jawaban dari dita mau pun sang kakak, Susi hanya bisa menghembus kan nafasnya kasar. Setelah memejamkan matanya beberapa saat, susi pun mulai angkat bicara, menjelaskan kondisi dita yang sebenarnya setelah dia periksa
" Aku akan bicara jujur, aku sudah tahu ada apa dengan dita, dan mengapa dia selalu muntah "
Semua yang ada di kamar itu pun menyimak dengan seksama, menunggu susi memberitahu penyakit apa yang dita alami.
" Menurut hasil dari pemeriksaan ku. Dita telah hamil, dan itu mengapa dia selalu muntah setiap pagi. Dan usia kandungan nya baru 4 minggu " Ujar Susi. Sungguh sakit hatinya harus mengatakan sebuah kejujuran itu kepada keluarga kakak nya.
Padahal dia tahu jelas bagaimana ketatnya didikan keluarga mereka terhadap anak-anaknya, tapi tetap saja mereka masih lengah, hingga pada akhirnya seperti sekarang. Dita hamil diluar nikah, yang belum ia ketahui siapa ayah dari anak yang Dita kandung.
" Tapi itu hanya pemeriksaan ku, ketepatannya hanya sekitar 50 persen, bisa saja pemeriksaan ku meleset. Untuk memastikan nya kalian bisa bawa Dita ke rumah sakit, atau memeriksanya menggunakan alat testpack " Sambung Susi
Air mata Dita menetas mendengar apa yang tantenya katakan. Dia baru ingat pada saat dia berhubungan dengan Samuel mereka memang tidak menggunakan alat pengaman, tapi dia tidak menyangka kalau dia bisa hamil, padahal mereka hanya melakukan nya satu kali.
__ADS_1
Tidak jauh berbeda dengan orang tua dan juga kakaknya, yang tidak kalah terkejutnya mendengar itu. Mereka bertiga bersamaan menggelengkan kepala, tidak mempercayai apa yang Susi katakan.
Mana mungkin dita hamil, karena mereka tahu jelas bagaimana dita, dia sangat jarang keluar rumah untuk jalan-jalan bersama teman-temannya, apa lagi jika bersama laki-laki. Jadi tidak mungkin dita bisa hamil di luar nikah, jika pacar saja dia tidak punya
" Itu nggak mungkin, kamu pasti salah. " Ucap Wibowo dengan lantang
" Iya aku berharap juga begitu. Kalian bisa memeriksanya sendiri menggunakan alat " Jawab Susi.
Ia lalu membereskan alat-alat medisnya, bersiap untuk segera pulang. Jujur sekarang dia sangat kecewa dengan keponakan nya, keponakan yang selama ini selalu dia banggakan. prestasinya, tutur katanya, dan bagaimana dia menghormati keluarganya, semua ada pada diri dita.
Tapi sekarang...Susi juga berdoa semoga pemeriksaan nya lah yang salah.
" Kalau begitu aku pamit dulu " Ucap Susi.
Ia pun kemudian berjalan keluar dari kediaman keluarga maheswari, diikuti oleh Melinda, yang nampak ingin membicarakan sesuatu
" Aku mohon rahasiakan ini dari keluarga kita " Ujar Melinda kepada adiknya saat dia ingin memasuki mobil nya
" Sudah aku katakan, pemeriksaan ku belum tentu benar " Ucap susi berusaha untuk menghibur Melinda.
" Tapi bagaimana jika itu benar Sus... " Jawab Melinda yang kini air matanya sudah tidak dapat dia bendung lagi.
Tentu sangat sakit hati Melinda saat mendengar susi mengatakan kalau putrinya sekarang tengah berbadan dua, walau pun itu belum tentu benar. Tapi apa bila itu benar adanya, Melinda benar-benar tidak dapat membayangkan betapa hancurnya ia dan sang suami.
" Kak jangan ngomong begitu "
" Apa pun nanti hasil nya, aku mohon rahasiakan semua yang terjadi hari ini "
" Iya kak " Jawab susi
***
" Dita. Kamu nggak mungkin kan hamil, susi pasti salah, kamu jangan sedih ya " Ujar Wibowo yang kini mengusap air mata sang putri
__ADS_1
Mendengar itu tangisan Dita semakin pecah. Ingin sekali rasanya dia menghilang selama-lamanya. orang tuanya begitu mempercayainya, sampai-sampai tidak mempercayai hasil pemeriksaan susi yang notabene nya seorang dokter.
" Dita. Jawab pertanyaan kakak jujur, kamu nggak pernah kan melakukan itu " Tanya tara juga yang kini angkat bicara
Dita tidak bisa menjawab apa-apa, yang bisa dia lakukan sekarang hanya lah menangis. Menangisi kebodohan nya, yang tentu saja karena kebodohan nya dia membuat keluarganya kecewa kepada nya, jika mereka mengetahui kebenaran nya
Tara saling bertatapan dengan ayah nya, di saat Dita tidak dapat menjawab pertanyaan sederhana yang tara tanyakan.
Karena Dita tidak dapat memberikan jawaban, kini tara dan Wibowo mulai curiga.
" Linda "
" Iya Mas " Sahut Melinda yang baru masuk, setelah mengantar adiknya kebawah
" Kamu cari alat yang untuk memeriksa kehamilan itu " Ucap nya.
Yang tentu saja setelah mendengar itu semakin membuat Dita ketakutan. Karena sekarang ayahnya sudah mulai curiga
***
" Kamu temani dia masuk kedalam, jangan sampai dia memalsukan hasil nya " Ujar Wibowo. Menyuruh Melinda untuk mengikuti Dita masuk ke toilet
Melinda mengangguk lalu ikut masuk kedalam toilet. Dita menuruti apa yang ibunya katakan, ia memasukkan alat testpack itu kedalam air urin nya lalu didiamkan beberapa saat.
Dengan nafas yang yang terasa sesak, Dita memberanikan diri melihat hasil nya setelah didiamkan beberapa saat.
Dan ya...testpack itu menampilkan dua garis, yang artinya memang benar di dalam rahim Dita tengah tumbuh janin baru.
Dita langsung terduduk lemas, sambil terus memukul mukul kepalanya sendiri. Sedangkan Melinda hanya dapat berdiri sambil gemetar melihat hasil testpack yang menunjukkan dua garis. Ternyata pemeriksaan Susi benar kalau dita sekarang tengah hamil
Brak...tara mendobrak pintu kamar mandi. Dia nampaknya begitu tidak sabaran menunggu hasil nya, begitu juga dengan Wibowo. Setelah masuk dia langsung mengambil testpack itu dari tangan Melinda.
Dan alat itu menunjukkan dua garis, yang membuat nya tidak bisa lagi berkata-kata, dan tara pun juga melihat hasil nya_______
__ADS_1