Pelangi Setelah Hujan

Pelangi Setelah Hujan
Eps11_Menghadiri undangan dari keluarga maheswari


__ADS_3

Dita tertawa renyah mendengar apa yang ayahnya katakan, namun berbeda dengan Melinda yang terlihat cemberut, dia merasa kalau suaminya itu hanya mengganggu kebahagiaan nya saja


***


" Mah nanti kita lanjut lagi ceritanya ya. Dita mau makan dulu " Ujar Dita, sambil mengelus perutnya yang memang sudah sangat terasa lapar


Melinda menganggukkan kepalanya sambil terus menampilkan senyum sumringahnya.


Melihat semua anggota keluarganya bahagia, Dita seolah bisa sedikit melupakan rasa penyesalan di hatinya, karena dia rasa kalau keputusan yang dia ambil tidak lah sia-sia.


Namun satu hal lagi yang membuat Dita takut. Apakah keluarga nya akan tetap bahagia seperti saat ini, jika mereka mengetahui apa yang sudah Dita lakukan dengan laki-laki itu. Entahlah yang terpenting untuk saat ini dia hanya ingin melihat mereka bahagia, dan terus merahasiakan semuanya


Setelah sampai dimeja makan Dita mulai melahap makanan nya dengan sangat lahap, sambil terus mendengarkan canda gurau antara ayah dan ibunya yang tengah berada diruang keluarga.


Sungguh suasana yang sangat Dita rindukan.


***


Hari terus berlalu. Walau pun selalu dihantui oleh bayang-bayang laki-laki yang sudah merenggut mahkotanya. Namun Dita terus melanjutkan hidupnya, dia sama sekali tidak ingin terpengaruh dengan hal itu. Tentunya dengan terus berharap agar kejadian itu bisa segera dia lupakan


Di perusahaan Maladewa company__


" Apa selanjutnya " Tanya Samuel yang baru saja keluar dari ruangan rapat,apa yang selanjutnya harus dia kerjakan


" Semua pekerjaan untuk hari ini sudah selesai tuan. Tapi.... " Jawab Rayan


" Tapi apa "


Kini mereka sudah masuk kedalam ruangan kekuasaan Samuel, dan dia pun sudah duduk di kursi nya. Namun Rayan nampak tengah berpikir, sambil tetap berdiri didepan meja Samuel

__ADS_1


' Apa tuan akan marah, kalau aku menyampaikan undangan dari keluarga maheswari " Batin Rayan.


Itu lah yang tengah dipikirkan oleh Rayan. Sebenarnya dia sudah menerima undangan dari keluarga maheswari, yang mengundang Samuel untuk makan malam dikediaman mereka, sebagai ucapan Terima kasih atas pertolongan yang sudah dia berikan kepada perusahaan mereka, dari kemarin namun belum juga dia sampai kan kepada Samuel.


Karena Rayan takut jika nanti sang tuan marah jika dia kembali mengungkit kelurga itu. Akan tetapi dia juga takut kalau tidak menyampaikan pesan itu.


Dengan hati yang sudah bulat, Rayan pun memutuskan untuk tetap menyampaikan undangan dari keluarga maheswari, walaupun nanti dia harus mendapat kemarahan Samuel


" Ini Tuan... Sebenarnya keluarga maheswari mengundang tuan untuk makan malam dikediaman mereka sebagai ucapan Terima kasih "


Rayan kini sudah pasrah jika seadai-andai Samuel mengamuk, bahkan kini dia sudah memejamkan matanya


Namun apa yang Rayan pikirkan tidak kunjung terjadi. Dia pun membuka matanya lalu melihat apa yang tengah tuanya itu lakukan, ternyata Samuel hanya diam sambil menyandarkan kepalanya di bahu kursi empuk nya


" Maheswari.... " Ucap Samuel tiba-tiba. Yang membuat Rayan bertanya-tanya apa yang tengah dipikirkan Samuel.


Entah mengapa disaat dia mendengar Rayan menyebut nama keluarga maheswari dia seperti teringat dengan malam panas yang terjadi antara dia dan juga anindita maheswari, yang sebenarnya tidak bisa dia lupakan sampai dengan saat ini


Karena itu lah dia pasti selalu mengonsumsi obat tidur, di saat dia ingin cepat tertidur dan tidak ingin mengingat perempuan itu lagi.


" Baiklah katakan kalau malam ini kita kesitu "


Rayan membulatkan matanya saat mendengar perintah dari Samuel. Lagi dan lagi dia tidak bisa mengerti apa yang sebenarnya ada dipikiran Samuel. karena bisa saja semua ini hanya jebakan dari keluarga maheswari untuk Samuel agar bertanggung jawab karena sudah memperkos4 anak mereka.


Ya. Sangat jauh memang pikiran Rayan melayang, namun begitu lah tugasnya mengapa dia dipercaya untuk jadi tangan kanan Samuel. Dia harus selalu mengantisipasi sekecil apa pun hal yang bisa merugikan sang tuan


padahal pada kenyataan nya, mereka sama sekali tidak mengetahui akan hal itu, niat mereka benar-benar murni hanya untuk berterimakasih. Bahkan Dita pun tidak tahu kalau orang tuanya mengundang Samuel, andai dia tahu dia pasti tidak membiarkan itu terjadi


" Apa kamu tidak dengar " Bentak Samuel saat dia melihat kalau Rayan hanya diam

__ADS_1


" Iy.. a tuan akan saya lakukan "


Samuel sebenarnya juga tidak tahu mengapa dia ingin pergi ke rumah keluarga itu, tapi yang pasti sekarang dia hanya ingin memastikan secara langsung kalau keadaan Dita baik-baik saja. Dan mungkin setelah itu dia baru bisa melupakan semua yang pernah terjadi antara mereka berdua


***


Setelah mendapatkan kabar yang sangat mendadak kalau Samuel akan datang malam ini ke rumah mereka, Melinda pun langsung segera mempersiapkan semuanya tentunya dengan dibantu oleh beberapa pelayan nya, karena sangat mustahil jika dia mengerjakannya sendirian akan selesai tepat waktu


Dia pun juga sibuk menelpon dua anaknya agar bisa pulang lebih cepat agar bisa bertemu dengan penyelamat perusahaan mereka.


" Maaf mah. Dita ada acara di kampus mungkin malam baru bisa pulang, memangnya kenapa mamah nyuruh Dita cepat pulang apa terjadi sesuatu sama mamah " Sahut Dita dari seberang sana saat Melinda menghubunginya


" Nggak mamah baik-baik. Cuman nanti malam kita kedatangan tamu spesial, jadi mamah pengen kita kumpul buat menyambut dia "


" Orang spesial memangnya siapa "


" Itu loh direktur perusahaan Maladewa company yang udah menolong perusahaan kita "


Deg... Bagaikan disambar petir disiang bolong saat ibunya mengatakan kalau mereka akan kedatangan tamu direktur perusahaan Maladewa company yang tentunya itu adalah Samuel.


Laki-laki yang selama ini berusaha untuk Dita hindari seumur hidup nya, tiba-tiba ingin datang ke rumah nya yang tentu saja membuat hatinya ketar-ketir


" Ya sudah kalau memang kamu sibuk nggak papa kok. udah dulu ya mamah mau sibuk nih " Ujar Melinda yang kemudian memutuskan sambungan telpon mereka


Dita masih saja membeku, dia benar-benar tidak menyangka kalau ini akan terjadi. Terus yang membuatnya tidak habis pikir, mengapa laki-laki itu malah menerima undangan orang tuanya


"Aku nggak bisa biarin. Bagaimana kalau dia kasih tau mengapa dia menyetujui untuk mau membantu perusahaan papah " Gumam Dita dengan wajah khawatir nya


" Nggak... nggak aku nggak akan biarin itu terjadi " sambung nya lagi.

__ADS_1


Dita bergegas untuk segera melanjutkan apa yang harus dia kerjakan agar dia bisa pulang lebih awal. dia tidak bisa kalau hanya diam dan membiarkan laki-laki itu bebas ingin melakukan apa pun yang dia mau saat dia nanti berada di kediaman nya______


__ADS_2