
" Iya selamat malam juga pak William, sama sekali tidak mengganggu saya kok. Kalau boleh tau ada keperluan apa ya menghubungi saya " Jawab Wibowo, yang langsung menanyakan maksud dari. William menghubungi nya
***
Terdengar William nampak menarik nafasnya panjang lalu menghembuskan nya pelan.___ " Jadi begini Pak wibowo saya ingin membicarakan masalah yang terjadi antara anak kita. Saya mewakili putra saya Samuel meminta maaf kepada keluarga bapak terutama putri bapak yang bernama dita, saya benar-benar sangat menyesali dengan apa yang sudah dilakukan oleh anak saya, dan berharap bapak dan keluarga bapak bermurah hati untuk sekiranya memaafkan putra saya dan keluarga saya "
Wibowo, Melinda, dan dita sangat tersentuh mendengar setiap kata yang diucapkan oleh William, Kata-kata yang keluar dari mulutnya terdengar sangat tulus.
Sebenarnya wibowo juga sekali pun tidak pernah menyalahkan William atas kejadian yang menimpa antara anak-anak mereka. Tujuan nya murni hanya ingin memberitahu William dan juga keluarga nya kalau sekarang dita tengah mengandung anak dari putra mereka Samuel. Dan sama sekali tidak marah dengan semua keluarga mereka, atas kejadian itu.
Namun berbeda dengan William yang benar-benar sangat merasa bersalah sekaligus malu kepada keluarga wibowo dengan apa yang telah Samuel lakukan kepada Dita. Walau pun sekarang dia tidak tahu bagaimana sampai Samuel bisa menghamili dita, padahal selama ini dia sama sekali tidak tahu kapan Samuel kenal dengan dita.
Namun terlepas dari apa pun alasan nya, entah itu atas kemauan mereka sendiri, atau ada alasan yang lain. Tetap saja apa yang putra nya lakukan itu sangat salah.
" Pak William saya sama sekali tidak menyalahkan bapak atau pun keluarga bapak yang lain. Saya hanya ingin mencarikan keadilan untuk putri saya, dan berharap dapat menyelesaikan masalah ini dengan cara kekeluargaan, dan itu mengapa saya memberitahukan masalah ini kepada bapak " Ucap wibowo tidak kalah sopan.
" Saya sangat kagum karena bapak memiliki pemikiran yang sangat luas. Jika berkenan saya ingin bertamu ke rumah bapak untuk membicarakan masalah ini secara langsung "
" Dengan senang hati pintu rumah saya selalu terbuka untuk bapak "
" Baiklah sekali lagi terimakasih atas ke lapangan hati bapak. Jika tidak ada halangan besok malam saya dan keluarga saya akan bertamu ke rumah bapak "
" Baik Pak William "
Dan sambungan telpon mereka pun terputus....
Wibowo tersenyum sambil melirik kearah istrinya dan juga dita yang sejak tadi juga ikut mendengarkan pembicaraan antara ia dan William
__ADS_1
" Seperti nya keluarga Mahendra tidak seperti keluarga konglomerat kebanyakan, yang biasanya mereka menyelesaikan masalah dengan uang. Setelah mendengar perkataan William tadi, kelihatannya mereka benar-benar tidak meremehkan masalah ini, dan benar-benar ingin bertanggung jawab " Ujar Melinda sambil mengelus tangan putrinya
Wibowo hanya menjawab dengan tersenyum, sebenarnya dia juga memiliki pemikiran yang sama dengan istrinya, hanya saja tidak dia ungkapkan, karena dia belum benar-benar mengenal keluarga Mahendra
Setelah itu ia bangkit lalu berjalan masuk kedalam kamar untuk segera membersihkan dirinya.
" Sayang mamah mau nyusul papah kamu ya. kamu sebaiknya istirahat jangan lupa obatnya diminum sebelum kamu tidur "
" Iya mah " Jawab dita tidak lupa dengan senyum manis nya.
***
kini dita telah kembali kedalam kamarnya sambil membaca buku pelajarannya sambil menunggu kantuknya datang.
Tiba-tiba dita kembali teringat pembicaraan ayahnya dan Pak William tadi, kalau mereka akan datang besok malam untuk membicarakan masalah dia dan Samuel. Apakah setelah besok malam ia dan Samuel akan dinikahkan?, entah lah apa pun keputusan yang akan dibuat oleh orang tuanya dan orang tua Samuel nanti ia hanya bisa pasrah dan menurut.
***
Malam pukul 19:30 ~~~~
Seperti yang dikatakan oleh William ditelpon kemarin malam kalau ia akan datang ke rumah mereka Wibowo pun pulang dari kantor lebih awal, untuk menyambut kedatangan William
Dan benar saja sekitar pukul 8 malam William dan keluarganya datang. Wibowo dan tara keluar untuk menyambut kedatangan mereka, sedangkan dita hanya bisa menyaksikannya lewat jendela kamarnya, karena dia dilarang oleh tara untuk menampakkan dirinya sebelum diperintahkan untuk turun, entah apa alasannya dita hanya bisa mengiyakan
" Silahkan duduk " Ucap Wibowo
William, Tasya, dan Samuel duduk berdampingan di sofa. Tasya mengarahkan bola matanya ke penjuru ruangan, ia ingin sekali melihat dita karena memang dia sama sekali tidak pernah melihat dita sebelumnya itu mengapa dia sangat penasaran, namun dia sama sekali tidak menemukan keberadaan dita di situ
__ADS_1
" Saya sangat berterima kasih karena sudah disambut dengan sangat baik oleh bapak "
" Bapak tidak perlu merasa sungkan seperti itu "
William meneruskan obrolan santainya kepada Wibowo, tentu saja dia tidak mungkin langsung membicarakan masalah sebenarnya karena yang ada hanya akan membuat suasana semakin tegang. Selain mencairkan suasana terlebih dahulu, William pun sambil mempersiapkan dirinya.
Wibowo pun juga nampak tidak terburu-buru untuk langsung membahas masalah putrinya. Namun berbeda dengan tara yang nampak bosan mendengarkan obrolan yang tidak bermakna itu menurut nya.
Apa lagi disaat melihat Samuel yang nampak hanya diam sambil terus menundukkan kepalanya, seperti seorang pecundang baginya
" Maaf sebelumnya bukan maksud saya untuk tidak sopan, tapi bisa kan kalau sekarang kita langsung ke topik utama nya " Ucap tara yang nampaknya ia sekarang sudah tidak sabar lagi
Wibowo menatap tara dengan tajam walau pun dia tidak sabar Tapi tidak seharusnya dia berkata begitu. William tersenyum menanggapi perkataan tara yang sebenarnya dia juga mengerti dengan maksud tara
" Baiklah kalau begitu kita langsung ke topiknya saja. seperti yang dikatakan oleh bapak Wibowo sebelumnya kalau sekarang putri bapak dita telah mengandung anak dari putra saya Samuel. Maka putra saya dan keluarga saya akan bertanggungjawab "
William menginjak kaki Samuel untuk segera melanjutkan pembicaraan mereka, seperti yang sudah William ajarkan sebelumnya sebelum mereka berangkat
" Sa...saya meminta maaf atas perbuatan saya, dan saya sangat menyesal. Saya akan bertanggungjawab " Ucap Samuel
" Dan kedatangan saya disini juga sekaligus melamar Dita " Sambungnya
Setelah mengatakan itu Samuel tidak hentinya menelan saliva nya. Entah mengapa mengatakan itu lebih tegang dari pada presentasi didepan semua petinggi perusahaan yang sudah biasa dia lakukan
" Saya tidak mempunyai hak untuk menjawab, yang lebih berhak adalah dita " Jawab Wibowo
Kemudian Wibowo memerintah kan kepada pelayannya untuk segera memanggil dita untuk turun, untuk memberikan jawaban atas lamaran Samuel
__ADS_1
Semua pandangan tertuju kepada dita saat ia mulai menuruni anak tangga.