
”Apa itu”?Tanya Hana penasaran.
”Nanti kamu akan mengetahuinya saat Papah datang”Jawab mamah Anin di menerima jus segar yang baru saja di berikan pelayan.
”Anak-anak berada di mana aku sedari tadi tidak melihatnya?”Tanya mamah Anin saat tidak menemukan keberadaan cucunya.
”Anak-anak sedang bermain di taman dengan diawasi oleh sekretaris Elnan mah” jawaban Hana membuat Mama Anin mengangguk mengerti.
” baguslah kalau begitu tapi kenapa sekretaris Elnan tidak muncul di sini?” tanya Mama Anin membuat Hana menghela nafas.
”Sejak kematian Mbak Maya satu tahun lalu, sifat sekretaris Elnan berubah drastis yang tadinya dia sering tertawa dan membuat orang lain tersenyum sekarang dia menjadi seorang yang pendiam, dengan anaknya sendiri pun dia tidak terlalu dekat”Penjelasan Hana membuat Mama Anin mengerti, mungkin sekretaris Elnan butuh waktu untuk merelakan kepergian orang yang sangat dicintainya.
” kita harus memberikan ruang kepada sekretaris Elnan dan untuk kamu sendiri luangkan waktumu untuk Brayen, kasihan dia tidak mendapat kasih sayang dari mamanya”Ucapan Mama Anin ada benarnya, dia harus memberikan kasih sayang kepada Brayen dan hal itu sudah Hana lakukan jauh-jauh hari.
"Mama benar,”Jawab Hana, tidak sengaja matanya melirik sang suami yang tengah berbicara dengan seorang wanita muda cukup cantik dengan pakaian yang kurang layak di tubuhnya membuat Hana tersenyum menatap mereka berdua.
__ADS_1
...🍃🍃🍃...
”Perkenalkan Tuan Sam ini adalah wanita saya, Maudy”Kata rekan kerja Sam, kira-kira usianya lebih tua beberapa tahun dari Sam sedangkan pasangannya berumur sekitar dua puluh tahun.
”Senang bertemu denganmu Tuan Sam, aku Maudy”Ucap Maudy berniat mencium pipi Sam tapi sebelum itu Sam memundurkan kakinya menghindari perempuan muda itu.
”Hey Ayolah”Kata perempuan itu sedikit tertawa.
”Maaf Tuan Deo saya harus menemui istri saya terlebih dahulu”Lebih tepatnya Sam tidak nyaman berada di antara pasangan dihadapannya ini.
”Sayang kamu dari mana saja”Sam langsung meraih pinggang Hana membuat wanita itu terkejut tapi tetap membiarkan Sam meraih pinggangnya.
”Bukankah ini Maudy, model yang sedang naik daun belakangan ini dan apakah anda kekasihnya Tuan Deo?”Tanya Hana menekan kata kakasih, enak saja mencoba mencium suaminya.
Hana akui dinegara ini sangat bebas bahkan berciuman didepan banyak orang pun diperbolehkan tapi ini suaminya, jika ingin berciuman kenapa tidak dengan kekasihnya saja.
__ADS_1
”Benar ini kekasih saya”Jawab Tuan Deo dengan bangga dan dibalas senyuman manis oleh Hana.
”Tuan Deo juga beruntung mendapatkan wanita secantik Nona Maudy, sungguh pasangan serasi”Puji Hana membuat wajah Maudy berubah.
”Terimakasih atas pujiannya Nyonya Hana”Jawab Maudy”Saya dengar beberapa bulan lalu anda meminta koneksi dari pemerintah pusat untuk membuat sebuah yayasan dan itu belum mendapatkan persetujuan, sayang sekali ya Nyonya Hana”Ucapan itu bernada mengejek Hana membuat Sam mengeraskan rahangnya.
”Jaga bicaramu Nona Maudy”Gertak Sam membuat Tuan Deo menatap kekasihnya tajam.
Hana mengelus tangan suaminya untuk menenangkan”Mungkin saya kurang bekerja keras Nona”Jawab Hana tanpa mengurangi wibawanya.
"Saya pikir begitu atau anda hanya bisa mengandalkan kekuasaan dari suami anda Nyonya sehingga saat anda berjuang sendirian anda tidak bisa melakukannya, bahkan proyek anda di tolak mentah-mentah oleh pemerintah”Ucapan itu secara terang-terangan menghina Hana membuat Sam tidak tahan lagi untuk melampiaskan amarahnya.
”Jaga bicaramu jika masih ingin di sini atau Nona Maudy bisa pergi dari sini!!”Ucap Sam yang emosinya sudah diubun-ubun.
”Maaf kan saya Tuan saya akan membawa Maudy pergi, permisi”Ucap Tuan Deo dengan nada takut.Tentu saja dia takut siapa yang mau berurusan dengan Samuel Prasaja pria yang terkenal dengan kekejaman nya dalam berbisnis.
__ADS_1