Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 93


__ADS_3

Malam yang indah di kediamanPrasaja semuanya bergembira menikmati malam


hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keharmonisan.


Papa Arga dan Mama Anin serta


Hana sedang berbincang-bincang di kursi taman sedangkan yang lainnya tengah membakar daging.


"Mah nanti aku di sini terus saja ya bersama kak Sam dan Kak Anin"Angga sudah betah di tinggal bersama kakak laki-laki nya.


"Tidak boleh sayang ”Anin mencoba memberikan pengertian kepada Anaknya.


"nanti kamu memilih lahiran normal atau Caesar Han?"tanya Anin.Pasalnya usia Hana masih sangat muda.


"Aku memilih normal aja mah"Jawab Hana, melahirkan normal adalah pilihan nya.


Dia ingin merasakan rasanya melahirkan normal.


Anin mengangguk, jika hal tersebut


adalah pilihan dari menantunya dia


akan menerima dengan senang hati.


"Makanan sudah jadi"Sam datang dengan sepiring daging yang sudah dibakarnya tadi.


Pria itu rela berkutik di depan panggangan


demi sang istri dan orangtua nya.


"Lihatlah sayang anak mu sangat perhatian


pada istrinya"ujar Anin.


"Hallo hallo semuanya"Ersen duduk di


samping sang mamah.


"Ya Ya Ya mau apa kamu kesini?pasti


mau minta daging yang kakak panggang kan!"Ujar Sam melihat adiknya yang

__ADS_1


bersiap untuk menyantap makanan.


"Dikit kak,Ouh bagiamana kalau


kita buat permainan"Seru Ersen


semangat.


"Main apa Sen?"tanya Hana.


"Ada"


Permainan pun akhirnya di mulai.


Semua peserta sudah duduk di kursi masing-masing melingkari meja bundar yang di tengahnya terdapat botol.


"Kali ini kita akan memainkan permainan


truth of dare, mula-mula kita memutar


botol yang di depan kita ini nanti salah satu akan memberikan pertanyaan dan


Permainan di mulai, Ersen memutar


botol tersebut dan botol itu tepat


berhenti di depan mamahnya Anin.


"Ok siapa yang ingin bertanya?"ujar Ersen.


Mata Ersen melihat ke arah sang adik


yang mengangkat tangannya"Kamu mau tanya apa Boy?"ujar Ersen.


"Dimana mama sama papah bertemu"ujar Angga menatap ke arah mamahnya.


"kita pertama kali bertemu di sebuah restoran"jawab Anin melirik kearah Arga sambil tersenyum.


"oke kalau gitu"ujar Ersen membuat


madengus kesal.

__ADS_1


Udah gitu aja yang ditanyakan sang adik?


kalau begitu dia tidak akan memilih


sang adik untuk bertanya kepada


Mamah papahnya.


Botol kembali bergulir dan kali ini


mendarat tepat di depan Sam, Ersen mulai siap-siap bertanya


kepada kakaknya.


"truth atau dare"tanya Ersen menatap wajah kakaknya.


"truth"jawab Sam.Dia tidak memilih


tantangan karena tantangan nya harus menghabiskan daging satu piring


"oke,Apa yang membuat kakak sangat mencintai kak Hana?"tanya Ersen dia penasaran dengan sang kakak yang sangat menurut dengan kakaknya Hana.


"Karena kesabaran nya kakak mencintai kakak iparmu"jawab Sam dengan tangan yang memegang tangan sang istri.


"Cie"cara serempak orang-orang yang berada di situ.


Permainan dilanjutkan sampai tengah


malam mereka sesekali menikmati


hasil panggangannya dan mengobrol ria.


Sam juga mengajak keluarganya


serta sekretaris Elnan untuk berlibur


bersama setelah anak Hana dan Maya melahirkan.


Pesta dilanjutkan, para wanita mengobrol sedangkan para pria mengobrol sambil menikmati hasil panggangan nya.


"Aku berharap kebahagiaan ini bertahan lama”Gumam Hana tersenyum melihat beberapa orang yang sangat bahagia pada malam hari ini.

__ADS_1


__ADS_2