
Malam yang indah di kediamanPrasaja semuanya bergembira menikmati malam
hari yang penuh dengan kebahagiaan dan keharmonisan.
Papa Arga dan Mama Anin serta
Hana sedang berbincang-bincang di kursi taman sedangkan yang lainnya tengah membakar daging.
"Mah nanti aku di sini terus saja ya bersama kak Sam dan Kak Anin"Angga sudah betah di tinggal bersama kakak laki-laki nya.
"Tidak boleh sayang ”Anin mencoba memberikan pengertian kepada Anaknya.
"nanti kamu memilih lahiran normal atau Caesar Han?"tanya Anin.Pasalnya usia Hana masih sangat muda.
"Aku memilih normal aja mah"Jawab Hana, melahirkan normal adalah pilihan nya.
Dia ingin merasakan rasanya melahirkan normal.
Anin mengangguk, jika hal tersebut
adalah pilihan dari menantunya dia
akan menerima dengan senang hati.
"Makanan sudah jadi"Sam datang dengan sepiring daging yang sudah dibakarnya tadi.
Pria itu rela berkutik di depan panggangan
demi sang istri dan orangtua nya.
"Lihatlah sayang anak mu sangat perhatian
pada istrinya"ujar Anin.
"Hallo hallo semuanya"Ersen duduk di
samping sang mamah.
"Ya Ya Ya mau apa kamu kesini?pasti
mau minta daging yang kakak panggang kan!"Ujar Sam melihat adiknya yang
__ADS_1
bersiap untuk menyantap makanan.
"Dikit kak,Ouh bagiamana kalau
kita buat permainan"Seru Ersen
semangat.
"Main apa Sen?"tanya Hana.
"Ada"
Permainan pun akhirnya di mulai.
Semua peserta sudah duduk di kursi masing-masing melingkari meja bundar yang di tengahnya terdapat botol.
"Kali ini kita akan memainkan permainan
truth of dare, mula-mula kita memutar
botol yang di depan kita ini nanti salah satu akan memberikan pertanyaan dan
Permainan di mulai, Ersen memutar
botol tersebut dan botol itu tepat
berhenti di depan mamahnya Anin.
"Ok siapa yang ingin bertanya?"ujar Ersen.
Mata Ersen melihat ke arah sang adik
yang mengangkat tangannya"Kamu mau tanya apa Boy?"ujar Ersen.
"Dimana mama sama papah bertemu"ujar Angga menatap ke arah mamahnya.
"kita pertama kali bertemu di sebuah restoran"jawab Anin melirik kearah Arga sambil tersenyum.
"oke kalau gitu"ujar Ersen membuat
madengus kesal.
__ADS_1
Udah gitu aja yang ditanyakan sang adik?
kalau begitu dia tidak akan memilih
sang adik untuk bertanya kepada
Mamah papahnya.
Botol kembali bergulir dan kali ini
mendarat tepat di depan Sam, Ersen mulai siap-siap bertanya
kepada kakaknya.
"truth atau dare"tanya Ersen menatap wajah kakaknya.
"truth"jawab Sam.Dia tidak memilih
tantangan karena tantangan nya harus menghabiskan daging satu piring
"oke,Apa yang membuat kakak sangat mencintai kak Hana?"tanya Ersen dia penasaran dengan sang kakak yang sangat menurut dengan kakaknya Hana.
"Karena kesabaran nya kakak mencintai kakak iparmu"jawab Sam dengan tangan yang memegang tangan sang istri.
"Cie"cara serempak orang-orang yang berada di situ.
Permainan dilanjutkan sampai tengah
malam mereka sesekali menikmati
hasil panggangannya dan mengobrol ria.
Sam juga mengajak keluarganya
serta sekretaris Elnan untuk berlibur
bersama setelah anak Hana dan Maya melahirkan.
Pesta dilanjutkan, para wanita mengobrol sedangkan para pria mengobrol sambil menikmati hasil panggangan nya.
"Aku berharap kebahagiaan ini bertahan lama”Gumam Hana tersenyum melihat beberapa orang yang sangat bahagia pada malam hari ini.
__ADS_1