
"Huft" Ersen menghela nafas, Ia menatap Indah yang juga menatap dirinya.
"Bagaimana?Kamu menyukai rumah ini bukan?Bahkan tadi Papa sangat menyanjung dirimu!Aku anak yang tidak berguna ini bisa apa!"Kata Ersen tanpa memikirkan perasaan Indah.
"Apa maksudmu?"Tanya Indah yang heran akan ucapan Ersen, dia juga tidak ingin di sanjung.
Malahan jika Ersen tidak mengajak dirinya ke sini,dia juga tidak mau ke rumah ini.Namun kenapa pria ini malah berbicara sinis kepada dirinya.
"Sudahlah lupakan'”Ersen mengambil handuk lalu berjalan menuju kamar mandi untuk mandi mengingat ini sudah sore.
"Tidak jelas"Gumam Indah.
Indah duduk di ranjang, dia menutup matanya sejenak.Hingga saat dia membuka mata, di hadapannya ada Ersen yang akan membuka handuk yang melekat di pinggangnya membuat Indah otomatis berteriak histeris.
"Aaaaa"
Ersen yang terkejut langsung memegang dadanya, dia membulatkan matanya saat dirinya hampir membuka handuk di depan Indah.
"Astaga!maafkan aku, aku tidak tahu kalau kamu ada di kamar ini.Lagian kenapa kamu tidak bersuara sedari tadi”Ucap Ersen, dia benar-benar lupa.Seingat dia, kamar yang Ia tempati tidak ada orang.
Indah mengelus dadanya,hampir saja dia melihat aset berharga Ersen.
"Aku tadi memejamkan mataku sejenak"Jawab Indah yang tidak ingin disalahkan.
"Hmm"
"Kalau begitu sebaiknya kamu balik badan, aku ingin memakai baju"Kata Ersen menyuruh Indah untuk balik badan.
__ADS_1
Mana mungkin dia menyuruh Indah melihat tubuh berharganya.Ya meskipun keduanya pernah melihat tubuh masing-masing.
"Kenapa kamu tidak ganti di dalam kamar mandi saja"Kata Indah memberi saran, dia mengambil kunciran di tasnya dan memakainya, mengingat kamar Ersen sangat panas.
"Males"Jawab Ersen.
Indah akhirnya menurut, dia membalikkan badannya sementara Ersen memakai bajunya.
Selesai Ersen memakai bajunya,Indah berbalik ke arah Ersen"Apa AC nya mati?Kenapa sangat panas udara di kamar ini?"Tanya Indah, wanita itu melihat Ersen menyemprotkan parfum ke jas yang Ia kenakan.
"AC nya mungkin mati, sebentar aku cek"Ersen mengambil remote AC lalu memperdingin AC hingga Indah tidak mengeluh kepanasan lagi.
"Terimakasih"Kata Indah saat Ersen sudah memperbaiki AC.
"Hm"
Ersen memakai kemeja lalu di balut dengan jaket yang membuat penampilannya tampak sangat modis.
"Kamu mau kemana?"Tanya Indah melihat Ersen bersiap-siap.Sepertinya pria itu ingin pergi malam ini.
"Kamu mau ikut?"Tanya Ersen memandang Indah yang tengah berleha-leha di ranjang.
"Kemana?"
Ersen mendekati Indah"Rahasia"Bisik Ersen tepat di samping telinga Indah.
"Kalau mau ikut mandilah dan ganti baju, juga bawalah pakaian yang cukup hangat"Kata Ersen membuat Indah langsung bangkit dari tempat tidur.
__ADS_1
"Aku ikut"Teriak Indah dari dalam kamar mandi"Tunggu aku"Lanjutnya membuat Ersen geleng-geleng.
Seharusnya aku tidak berbicara seperti itu padanya tadi. Mendadak Ersen menyesal telah berkata seperti itu dengan Indah tadi.
Beberapa menit kemudian Ersen di kejutkan dengan teriakan Indah"Ersen.."Teriak Indah begitu nyaringnya.
"Astaga dia membuat ku terkejut"Gumam Ersen menatap pintu kamar mandi.
"Ada apa?"
"Aku lupa membawa baju ganti"Indah kebingungan, dia tidak membawa baju ganti.Semua bajunya ada di apartemen Ersen.
"Tunggu sebentar, aku akan membawakan bajunya"Kata Ersen.
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya pakaian yang Ersen pesan datang, Ersen segera menyerahkan pakaian itu kepada Indah.
"Terimakasih"Kata Indah menyembulkan kepalanya dari dalam kamar mandi.
"Hmm"
Indah keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang sudah lengkap, dia menyisir rambutnya yang basah lalu menatap Ersen.
"Itu jaket siapa?"Tanyanya saat melihat jaket di sofa, sepertinya itu baru.
"Untukmu."
"Darimana kamu mendapatkannya?"Tanya Indah.
__ADS_1
"Rahasia.."Jawab Ersen lalu tersenyum mengejek membuat Indah mengangkat bahunya acuh.