Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 155


__ADS_3

"Elang...."Teriak Jessica memenuhi gendang telinga Elang, pria itu menatap Jessica dengan pandangan yang sulit diartikan.


Bagaimana tidak kaget, Ersen sedang bersantai bersama secangkir kopi namun Jessica tiba-tiba memanggil dirinya dengan suara bariton.


"Ada apa istriku sayang?"Elang bangun menuju arah suara Jessica.


"Ingin kutemani mandi hmm?"Elang malah menggoda Jessica membuat Jessica yang berada didalam kamar mandi menatap pintu kamar mandi, kebetulan disana Elang sedang bersandar di depan pintu.


"Bruk"


"Upps sorry"Kata Jessica menatap Elang yang mendarat sempurna dilantai,lihat apakah pria itu akan bertahan dengan dirinya jika setiap hari dia akan menyiksanya.


Hahahah kenapa mendadak dia menjadi monster yang tidak punya hati.


"Siapkan surat cerai!"Kata Jessica.


"Tidak akan pernah!,sampai kapanpun jangan harap aku akan menceraikan kamu Sayang"Elang memojokkan Jessica ke dinding membuat Jessica tidak bisa bergerak.


"Lihat saja nanti suatu saat pasti kamu yang akan mengemis cinta kepadaku"Kata Elang penuh percaya diri, percaya diri itu penting namun jangan keterlaluan nanti jatohnya malu-maluin.


"Kita lihat saja nanti"Jessica menendang barang berharga Elang hingga pria itu mengaduh kesakitan, wanita itu nyelonong begitu saja tanpa memperdulikan Elang yang tengah kesakitan.

__ADS_1


"Aaaarhhh, Jessica ini sakit gila..."Elang meloncat-loncat akibat selangkangannya yang terasa panas bin perih, Jessica menendangnya tidak main-main.


"Terbuat dari apa wanita itu hingga kini masih terasa sakit"Gumam Elang saat dia ingin memasuki mobil, bahkan untuk duduk saja sakit.


Pria itu menjadi bahan pembicaraan karyawannya karena jalannya seperti orang baru sunat.


"Ada apa Lang, kanapa jalan Lo kayak orang baru di sunat?"Tanya salah satu karyawan yang sudah lumayan dekat dengan Elang.


"Digigit semut"Jawabnya cuek alias malas menanggapi.


"Tuh semutnya segede apa sampai buat Lo nggak bisa jalan"Ucapnya sambil tertawa.


"Hey Prita, makin seksi aja nih"Kata Elang dengan nada yang menggoda melihat Prita, karyawan wanita yang baru saja bercerai dengan suaminya,katakan saja janda.


"Mau nggak malam ini main ke apartemenku?"Elang tersenyum.


"Boleh.."Jawab wanita itu membuat Elang tersenyum penuh arti.


"Oke.."Elang membayangkan ekspresi wajah Jessica nanti saat dia membawa seorang wanita.


Pria itu tidak ada habisnya mencari gara-gara, dikira nanti Jessica akan nangis-nangis di pojokan gitu.Hey Elang ingat Jessica itu tidak tertarik denganmu lagi!

__ADS_1


***


"Dari mana aja Tuan Ersen yang terhormat?Bini Lo telepon gue tuh dari tadi nanyain Lo"Kata Elang saat Ersen telah memasuki ruangannya, ruangan Elang tidak terlalu jauh dari ruangan Ersen sehingga pria itu mudah berkomunikasi.


"Astaga aku lupa menelepon Indah"Ersen memijat pelipisnya,hari ini dia cukup lelah sehingga melupakan istrinya.


Namun sedetik kemudian dia tersenyum mengingat kegiatannya dengan Indah tadi malam.


"Lang urus pekerjaan di kantor, aku akan pulang,kirim saja lewat email jika ada berkas yang penting!"


"Sabar ini bukan cobaan"Elang mengelus dadanya.


"Sayang..."Rayu Ersen saat Indah mendiami dirinya, ini sudah dua jam loh Indah mendiaminya.


kruyuk kruyuk


Bisa-bisanya perut Indah berbunyi dengan sangat nyaring disaat yang tidak tepat seperti ini.


"Kamu laper?"Tanya Ersen yang mulai mengelus perut Indah.


Diam, perempuan itu terus mempertahankan kediamannya.

__ADS_1


"Aku buatin makanan dulu"Ersen berbicara sendiri, dia sendiri juga yang harus menjawabnya.


"Baik akan aku buatkan.."


__ADS_2