Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 143


__ADS_3

"Hah beneran?"Tanya Indah, kini dia sedang berjalan kesana kemari mengelilingi ranjang membuat Ersen yang sedang memakai dasi pusing melihatnya.


"Apa yang kamu lakukan sebenarnya?kenapa malah berjalan kesana-kemari seperti itu?"Tanya Ersen, dia tidak habis pikir dengan Indah yang sedari tadi berjalan mengelilingi ranjang.Apa wanita itu tidak pusing, dia saja yang melihatnya merasa pusing.


Indah tidak menjawab pertanyaan yang Ersen lontarkan kepadanya, dia malah asik berbicara dengan Jessica melalui sambungan telepon.


"Yang bener? Seriusan kamu mau pindah ke Indonesia?emang kamu melakukan kesalahan apa lagi hingga Ayah kamu mengirimmu ke sini?"Tanya Indah yang tidak berhentinya bertanya kepada Jessica.


"Duduk In!"Mendengar suara Ersen, Indah akhirnya duduk di sofa.


"Iya, sebel Ndah aku!Masa hanya aku tidak ingin mengurus perusahaannya saja,aku harus di kirim di Indonesia"Kata Jessica dengan nada marah-marah.


"Hah?kamu sih.."Ucap Indah yang tau jalan pikiran sahabatnya itu.


Jessica itu tipe orang yang tidak suka di kekang, jadi dia lebih baik usaha sendiri dan menghasilkan sesuatu yang Ia sukai.


"Terus kamu sekarang nggak balik ke Amerika?"Tanya Jessica, mengingat sudah lebih dari satu bulan Indah berada di Indonesia.


"Kayaknya enggak deh,aku kesana buat

__ADS_1


liburan aja"Jelas Indah, terdengar suara helaan nafas dari Jessica.


"Terus gimana sama si Ersen itu?"Tanya Jessica berbisik, Jessica sudah mengetahui semuanya dari Indah sehingga Jessica akan turun tangan sendiri jika Ersen tidak bertanggung jawab kepada sahabatnya.


"Aku ada disini!kenapa mencariku?"Tiba-tiba Ersen merebut ponsel yang digunakan Indah berteleponan dengan Jessica hingga membuat Indah cukup terkejut.


"Ersen kamu ih,balikin!"Seru Indah mencoba merebut ponselnya dari tangan Ersen.


Namun sekuat tenaga dia mencoba tidak akan bisa karena tingginya tidak sampai tinggi pundak Ersen .


"Ini sahabatmu?mantan Elang itu?"Tanya Ersen, dari sekian banyaknya mantan Elang yang dia ingat hanya Jessica.


"Balikin sih"Indah merebut paksa ponselnya.


"Hallo.."Indah menata Ersen tajam karena panggilan Jessica terputus, pasti Ersen yang tidak sengaja mematikannya.


"Kan mati kamu sih"Indah mengerucutkan bibirnya lalu menghempaskan dirinya di sofa dengan tatapan mata yang tidak lepas dari Ersen.


Bunyi pesan menyapa ponsel Indah membuat wanita itu segera membukanya, dia seketika membulatkan matanya.

__ADS_1


From Jessica


In aku udah sampai di Indonesia, maaf aku lupa kabarin tadi saat telepon aku sedang berada di pesawat.


"Benar-benar wanita ini"Gumam Indah, pandangan matanya menatap Ersen yang sibuk dengan aktivitasnya sendiri.


"Aku nebeng ke Cafe deket perusahaan kamu"Ucap Indah tiba-tiba, dia berdiri menghampiri sang suami yang tengah sibuk memasang dasi.


"Mau ngapain kamu kesana?"Tanya Ersen, tidak biasanya Indah keluar dari rumah kecuali bersamanya.


"Ketemu temen"Jawab Indah tanpa memberitahu kalau dia akan bertemu dengan Jessica.


"Cowok or cewek?"Tanya Ersen yang mulai ingin tahu.


Indah mendekati Ersen, dia sedikit berjinjit untuk membenahi dasi Ersen yang sedikit tidak rapi.


"Rahasia.."bisiknya di samping telinga Ersen hingga membuat bulu kuduk Ersen seketika meremang mendekar suara Indah yang menyapa gendang telinganya.


"Siapa?"Tanya Ersen kembali yang kini mulai mendekatkan wajahnya ke wajah Indah membuat Indah terkejut dan segera menjauhi pria itu.

__ADS_1


__ADS_2