Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 131


__ADS_3

Indah menatap Ersen dengan tatapan mata yang sedikit menyipit, dia mengerjapkan matanya beberapa kali.Terkadang dia juga tertawa sendiri melihat tingkah Ersen yang terlihat jijik melihat ikan lele yang menggelepar di tanah.


"Aku lebih suka diberikan berkas yang menumpuk daripada harus memegang ikan ini"Gumam Ersen saat matanya melihat ikan yang lari ke sana kesini.


Permintaan ayah Indah membuat dirinya takjub sekaligus terkejut, pasalnya dia harus memegang ikan lele yang sudah Ia jaring.Ayah indah itu adalah pengusaha di bidang makanan,dia mempunyai Empang sendiri untuk Budi daya ikan, dan kini sialnya demi mengetes menantunya ayah indah melakukan hal ini.


"Cepat pegang lagi!pria macam apa kamu ini suruh memegang ikan begitu saja tidak berani, kalau begini bagaimana kamu bisa menjaga anak dan cucuku nanti"Kata Ayah Indah dengan tatapan meremehkan, dia ingin sekali melihat betapa sabarnya Ersen.Dia belum tahu saja kalau menantunya itu orang hebat.


"Ayah sudahlah, lihat Ersen sudah dapat hampir setengah"Kata Indah berusaha agar Ersen tidak menangkap' ikan lagi namun didalam hatinya tidak rela menghentikan Ersen.Dia sangat menyukai Ersen yang terlihat putus asa seperti ini.

__ADS_1


"Setengah apanya, hanya lima ekor!Cari lagi sampai embernya penuh!"Jawab Ayah Indah membuat Indah tertawa dalam hati, sejujurnya dia sangat menyukai Ersen yang terlihat tidak berdaya di hadapan ayahnya, raut wajahnya yang berkeringat malah membuat Indah merasa Ersen lima kali lebih tampan.Eh dia tidak lagi memuji Ersen kan?


"Ini minumannya, Yah jangan terlalu di kerjain Ersennya! bagaimana pun itu dia istri Indah loh"Kata Ibu yang membawa nampan berisi minuman, Ersen melirik ke arah Ibu Indah,dia tersenyum,setidaknya dia sudah mendapatkan kepercayaan dari ibunya Indah jadi langkahnya membawa Indah kembali ke Amerika akan dimudahkan.


"Tapi kalau Ersennya masih kuat sekalian tangkap belut-belut itu"Jedar, kini Ersen seperti di berikan angin'yang sejuk lalu didatangkan badai yang sangat dingin.Dia mengira Ibu Indah akan membantunya namun siapa sangka wanita itu malah memberikan ide agar dirinya menangkap belut.Menangkap ikan lele saja hanya dapat lima apalagi menangkap belut?


"Baiklah kalian duduk saja, aku akan segera membereskan tugas ini"Ucap Ersen dengan harapan yang tinggi, dia mengingat motifasinya yaitu membawa Indah serta calon anaknya.


"Satu jam, dalam waktu satu jam harus selesai" Jawab Ayah Indah tanpa toleransi.

__ADS_1


"Indah kamu duduk, jangan berani'-berani membantu Ersen"Kata Ayah menyuruh Indah untuk duduk di kursi dekat meja.


"Siapa juga yang mau menghentikan dirinya, malah aku suka melihat dirinya terlihat susah-susah seperti itu, jarang-jarang melihat seorang Ersen Darendra seperti itu!sungguh kesempatan yang langka"Gumam indah.


"Eh ngomong-ngomong apa Ayah mengetahui kalau Ersen adalah anak dari keluarga Darendra ya?"Gumam Indah, keluarga Darendra itu adalah keluarga yang cukup populer di Indonesia namun kebanyakan anggota keluarganya menetap di Amerika.


"Sudah satu jam juga kenapa pria itu belum kembali-kembali!Apa yang dia lakukan pria itu sebenarnya?"Gerutu ayah Indah, dia berdiri dan menghampiri Ersen yang sedang kesusahan.Kini kemeja Ersen yang berwarna biru tua juga sudah kotor.


"Bagaimana sudah selesai belum?"

__ADS_1


__ADS_2