Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 137


__ADS_3

Indah menatap motor Ersen yang baru saja di keluarkan dari bagasi, motor itu terlihat sangat kekinian.Namun Indah tidak yakin kalau Ersen bisa mengendarai motor itu dengan baik.


"Kamu yakin, bisa mengendarai motor ini dengan baik.Ersen ini menyangkut nyawa tiga orang loh.Kalau kamu tidak bisa sebaiknya kita naik mobil saja"Kata Indah yang merasa was-was akan di bonceng Ersen.


Pasalnya motor itu sangat besar, dan dia belum pernah melihat Ersen mengendarai motornya.


Belum tahu saja Indah kalau sebelum kuliah, Ersen merupakan leader geng motor disekolahnya dahulu.


Mengenai skil motor Ersen jangan diragukan lagi, bahkan dahulu Ersen selalu menang dalam balapan.


"Mana mungkin aku akan membonceng dirimu jika tidak bisa naik motor,cepat naiklah keburu malam!"Kata Ersen menyuruh Indah segera naik.


”Baiklah”Indah menurut, dia naik ke motor bermodal kepercayaan kepada sang suami.


"Hati-hati"Kata Indah menepuk pundak Ersen, saat Ersen melajukan motornya.


"Kita akan keliling Jakarta, kamu ingin makan makanan apa?Aku akan membelikan”Kata Ersen sedikit berteriak kepada Indah karena terhalang suara kendaraan yang amat sangat bising.


"Ha apa?"Tanya Indah yang tidak mendengar suara Ersen.


"Mau jajan apa?"Ulang Ersen berteriak.

__ADS_1


"Terserah kamu aja"Jawab Indah, karena apapun asalkan makanan dia mau.Yang penting gratis..


"Baik"


Ersen mempercepat laju kendaraannya hingga membuat Indah terpaksa memeluk Ersen dengan sangat erat.


Dinginnya kota Jakarta menjadi saksi sepasang suami istri itu.Berharap hubungan keduanya segera membaik.


Ersen menghentikan motornya di salah satu kedai martabak, dia menuntun Indah untuk turun.


"Bang martabak telur dua, dimakan sini"Kata Ersen kepada Abang penjual martabak.


"Baik Tunggu sebentar”


"Masih sisa berapa Bang?"Tanya Ersen kepada penjual yang tengah membuat martabak, Ersen melihat proses pembuatan martabak.


Walaupun dia hidup di Amerika, Ersen tidak akan melupakan kalau dia dibesarkan di Indonesia dan sudah sangat lama dia tidak jalan-jalan malam begini.


"Masih sisa 20 boks Ini Mah Mas"Jawa Abang penjual.


"Saya beli semuanya deh Bang, di bungkus ya"Kata Ersen membuat Abang penjual tersenyum.

__ADS_1


Akhirnya dia bisa pulang awal berkat Ersen memborong semua martabaknya.


"Makasih loh Mas, kalau gitu Masnya silahkan menunggu terlebih dahulu"Ersen mengangguk dan tersenyum.


Tak lama kemudian martabak yang Ersen pesan datang.Ersen menikmati martabak itu dengan Indah.


"Enak banget martabaknya btw"Kata Indah dengan mulut yang masih mengunyah martabak.


"Aku nggak salah milih tempat kan"Sombong Ersen hanya di balas anggukan kepala oleh Indah.


"Top pokonya nggak salah pilih"Jawab Indah, dia kembali fokus memakan' martabaknya.


...🍁🍁🍁...


"Kamu mau membeli apa?"Tanya Indah saat Ersen menghentikan motornya di salah satu supermarket.


"Turunlah"Indah menurut dia turun dan mengikuti Ersen dibelakang.


"Mbak apa ada susu untuk ibu hamil yang paling bagus?"Tanya Ersen kepada mbak-mbak penjaga kasir.


"Ada Mas tunggu sebentar ya”

__ADS_1


Indah tersenyum, entah kenapa dia melihat sisi seorang Ayah di diri Ersen.Bahkan dirinya lupa untuk membeli susu hamil jika Ersen tidak membelikan nya.


Indah sedari tadi tersenyum sambil melihat pergerakan Ersen dari mulai memilih susu hamil hingga keluar dari supermarket.


__ADS_2