Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 62


__ADS_3

Mobil Sam berhenti di sebuah rumah sakit tempat Hana di rawat beberapa bulan lalu.Dia berjalan ke salah satu ruangan seorang dokter kandungan yang menangani Hana.


Sam duduk di kursi itu setelah sang dokter mempersilahkan untuk duduk.


"Ada apa Tuan?Ada yang bisa saya bantu?"tanya dokter wanita itu kepada Sam.


"Saya ingin bertanya mengenai kondisi istri saya Dok, apakah kami bisa memiliki anak selama beberapa bulan ini,saya kasihan dengan istri saya jika harus menunggu dua tahun lagi"Sam menjelaskan kepada dokter itu alasan sebenarnya dia kemari.


Dokter Wanita itu tersenyum lalu menjawab pertanyaan Sam"begini Tuan kondisi Nyonya Hana cukup serius,dia mengalami keguguran dua kali,dan kondisi rahimnya cukup parah.Tapi nyonya Hana adalah wanita yang subur,dia bisa hamil untuk beberapa bulan ini,tapi saya hanya kawatir dengan kondisi ramin Nyonya Hana"Dokter itu mengelas nafas sebelum berkata selanjutnya pada Sam.


Sam terlihat mencerna perkataan yang di katakan dokter di depannya ini"Jadi hal terbaik apa yang harus saya lakukan untuk Istri saya Dok?"tanya pria itu,dia kawatir dengan Hana.


"Saya akan memberikan vitamin penguat kandungan agar rahim nyonya Hana kembali pulih"Dokter itu menyerahkan vitamin pada Sam.


"Dan berdoa saja semoga anda cepat diberikan momongan dan keadaan nyonya Hana berangsur pulih"Lanjut dokter wanita itu.

__ADS_1


"Kalau begitu terimakasih dok"Sam berterima kasih,lalu keluar dari ruangan dokter tersebut sambil membawa sebuah botol yang berisi vitamin untuk Hana.


Semoga saja keadaan rahim kamu segera pulih sayang batin Sam,dia sangat tersiksa saat melihat Hana menangis akibat teringat anak mereka yang telah meninggal.


"Ke kantor Pak"ucap Sam pada supirnya.


Mobil Sam melaju dengan kecepatan sedang menembus jalan yang sudah di penuhi oleh salju menuju Perusahaannya.


"Sudah sampai Tuan"Sekretaris Elnan menyambut kedatangan Sam.


"Baik Tuan"


Di universitas tempat Hana sekarang...


Hana telah selesai dengan jam paginya,dia melihat ke arah sahabat nya yang duduk di sebelahnya dengan membawa sebuah teh hangat.

__ADS_1


"laya amat Kir"Tanya Hana yang sedari tadi menunggu Kiran di salah satu kursi.


"iya tadi yang beli teh di kantin banyak, sampai sampai harus antri deh"Sahut Kiran sambil meniup teh yang baru saja di beli.


"Ohh, saljunya lebat banget ya, kayaknya mau hujan badai deh"Kata Hana mengamati salju yang turun deras dari tempatnya duduk sekarang.


"Kayaknya sih gitu,kamu udah nggak ada kelas kan Han?"tanya Karin.


"nggak ini kelas terakhir, aku mau pulang ke mention aja sehabis ini"Kata Hana dengan tangan yang di usapkan ke pipinya.


"Dingin ya Kir"lanjutnya.


"Iya dingin banget,kalau kamu mau pulang ke mention bareng Ama mobil aku aja, nanti aku juga mau mampir sebentar ke mention kamu"Ucap Kiran terlihat bersemangat.


"Janji ya mampir,,nanti aku buatin minuman hangat deh"Jawab Hana.

__ADS_1


"iya iya"Kata Kiran,dia memang jarang main ke mention dikarenakan takut dengan Sam.Dia akan main ke mention jika tidak ada Sam di dalamnya.Sedangkan Hana sendiri tidak mengetahui jika sahabat nya Kiran takut dengan sang suami.


__ADS_2