Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 88


__ADS_3

"Hahahaha kenapa kak Sam memakan makanan seperti itu?"tanya Ersen yang terus tertawa.


Dia tidak habis pikir dengan sang kakak yang mau memakan makanan yang jelas-jelas sangat asam.


"Aku tidak tahu tapi saat aku menyuruh nya makan dia mau menghabiskan buah kedongdong nya! mungkin kakakmu menyukai buah itu"


Ersen terdiam, pantas saja kakak nya Sam tidak menolak untuk memakan buah kedongdong.Ternya semata-mata demi kakak iparnya.


"Aku mau menjenguk kakak dulu yang kak"pamit Ersen, dilangkah kan kakinya menuju kamar atas.


...☘️☘️☘️...


"Hay kak, kenapa kamu kamu terbaring lemah di tempat tidur seperti ini"Ersen berniat mengeluarkan hendphone nya dan memotret sang kakak.


"Cekrek"


"Cekrek"

__ADS_1


Ersen menjepret gambar sang kakak yang sedang tertidur beberapa kali.Mulai membuat sang kakak berpose dalam tidur dan bayak gaya lagi yang membuat Ersen cekikikan sendiri.


Untuk kaum hawa yang menyukai Ersen, ketahuilah bahwa jika kalian semua melihat kelakuan seorang Ersen Alexander Darendra yang konyol di hadapan keluarga nya.Pasti kalian akan berpikir dua kali untuk menyukai seorang Ersen.


"Foto ini akan ku simpan saat ulang tahun mu yang ke tiga puluh kak"Ersen menyimpan kembali hendphone nya di saku jas.


"Apa yang kamu lakukan di sini bocah nakal?"tanya Sam yang baru bangun dari tidurnya, melihat sang adik dari bawah hingga atas.


Ersen terkejut"Ehh kakak sudah bangun ya?"Ersen tersenyum menyapa sang kakak.


"Bantu aku untuk duduk!"Ujar Sam, perutnya sudah tidak terlalu sakit lagi.


"Ayolah kakak kenapa kau ini terus mencari kakak ipar padahal sudah ada aku di sini untuk menjagamu, jarang-jarang seorang pengusaha muda sukses datang menemui pria tua yang sedang sakit"Ejek Ersen.


"Diamlah, jika aku sedang tidak sakit maka aku pasti akan mengajakmu bertarung di sini juga, dasar adik durhaka"ujar Sam membalas ucapan adiknya.


Kedua kakak beradik itu bertengkar, adu mulut itu belum berhenti kalau belum ada yang memisahkan nya.

__ADS_1


Tapi di balik kekonyolan mereka berdua tersirat rasa cinta yang besar. Sam sendiri sangat menyayangi adiknya ini, walaupun adiknya ini setengah miring otaknya tapi yang membuat Sam heran adalah otak Ersen di atas rata-rata manusia muda.


Saat menghadapi rekan kerja nya Ersen seperti kulkas berjalan, sangat dingin bahkan sering sekali rekan kerja Ersen mengeluh akibat sifat dinginnya.


Tapi saat menghadapi keluarga nya, Ersen seperti perwujudan dari raja bebek yang cerewet tiada Tara dan jangan lupa sifatnya yang konyol.


"Kalian ini kenapa bertengkar?kakak beradik seharusnya saling menyayangi"Ujar Hana yang baru memasuki kamar dengan tangan membawa semangkuk sup hangat.


"Lihatlah sayang Ersen memotret ku saat aku sedang tidur"ujar Sam menunjuk ke arah adiknya.


"Oh benarkah? mana-mana kakak mau lihat"Hana antusias yang membuat Ersen tersenyum ke arah sang kakak.


"Sayang kenapa kamu tidak membela Suamimu dan malah membela cecurut ini"Sam tidak rela jika sang istri malah membela adiknya.


"Aku hanya penasaran"Hana melihat-lihat foto yang ada di ponsel Ersen kemudian tertawa.


"Jangan lupa kirim foto itu ke kakak"bisik Hana agar tidak terdengar oleh Sam.

__ADS_1


_____________________


__ADS_2