Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 151


__ADS_3

Sudah lebih dua hari Ersen berada di Bali tanpa memikirkan perasaan Indah hingga sebuah foto mampu membuat dirinya langsung meninggalkan Bali begitu saja.


"Bisa-bisanya Indah tidak bilang kalau dirinya berada di rumah sakit"Kata Ersen menatap foto yang berada di hendphonenya, dia sangat cemas memikirkan Indah yang sedang di rawat sedangkan dirinya malah asik-asik berlibur.


"Angkat kumohon"kata Ersen terus menelepon Indah namun tidak di angkat oleh wanita itu.


Sedangkan di rumah sakit tempat Indah di rawat sekarang.Indah sedang membereskan barang-barangnya dengan dibantu oleh Dokter David, tentang Jessica Indah belum mengetahui bahwa sahabatnya itu tengah di culik mantan pacarnya.


"Makasih Dav, kalau begitu aku urus administrasinya dulu ya."Ucap Indah berterimakasih kepada teman SMAnya.


"Tidak usah, sudah aku urus semuanya.Sebaiknya kamu pulang saja dan langsung istirahat, aku juga sudah memesankan taksi"Ucap Dokter David membuat Indah merasa tidak enak.


"Makasih banyak Dav, nanti aku transfer uangnya"Ucap Indah merasa tidak enak karena dokter David terlalu baik padanya.


"Nggak usah, kalau kamu udah sembuh.Kapan-kapan kita ketemu dan kamu traktir aku aja"Kata Dokter David tulus.


"Oke, pokoknya kalau aku udah sembuh aku kabarin kamu "Ucap Indah dengan senyum yang merekah.

__ADS_1


"Ayo aku antar ke taksi"


Indah di antar dokter David sampai taksi.David memastikan Indah masuk ke taksi, setelah itu dia meninggalkan Indah saat perempuan itu sudah masuk taksi.


"Kemana mbak?"Tanya supir taksi.


"Ke Jalan XXX Pak"Ucap Indah, dia tidak ingin bertemu dengan Ersen oleh karena itu dia memutuskan untuk pulang ke rumah orangtuanya.


Nanti bilang saja kalau Ersen sedang di luar kota sehingga dia menitipkan ke orang tua Indah.


"Sudah sampai Mbak"Indah mengangguk dan segera masuk ke rumahnya.Namun saat melihat rumah yang kosong dia hanya menghela nafas.


"Bi dimana Ayah sama Ibu ya?"Tanya Indah kepada pelayan yang bekerja di rumahnya.


"Anu Mbak In, Ayah sama Ibu lagi di Bali untuk melihat restoran yang lagi di buat di sana"Ucap perempuan setengah baya itu.


"Oh kalau begitu makasih Bi, Bi Indah minta tolong Ya, bawa barang In ke kamar"Ucap Indah meminta tolong karena tenaganya tidak akan cukup untuk menaiki tangga sambil membawa pakaiannya.

__ADS_1


Di usia kehamilannya ini bahkan perut Indah sangat besar hampir terlihat seperti hamil enam bulan, Indah sendiri tidak tahu.Namun perempuan itu memutuskan untuk tidak melihat jenis kelamin anaknya, agar kelak menjadi kejutan.


Sesampainya di rumah sakit, Ersen langsung mencari Indah.Namun hasilnya nihil karena perempuan itu sudah pulang.


"Maaf Tuan, pasien atas nama Indah sudah pulang sekitar beberapa jam yang lalu"Kata perawat membuat Ersen meremas rambutnya.


"Sudah berapa lama istri saya di sini Sus?"Tanya Ersen.


"Sekitar tiga hari Tuan"


Bodoh kamu Ersen!!


"Kamu Suaminya Indah?"Tanya seorang pria dengan Jas dokter yang melekat di tubuhnya.


"Benar,anda siapa?"Tanya Ersen, pasalnya dia mengenal pria yang kini berbicara dengannya.


"Saya ingin berbicara dengan Anda"Ucap Dokter itu menatap Ersen dengan pandangan yang sulit diartikan.

__ADS_1


__ADS_2