
Mata anak itu melihat Samuel dan Hana dari atas sampai bawah seakan sedang mengintrogasi seorang penjahat.
"Kakak?"suara itu keluar dari bibir mungilnya.
Sam tertegun untuk beberapa saat lalu memeluk Angga untuk beberapa saat.
Padangan Anin dan Arga langsung beralih kepada wanita yang sedari tadi diam.Dia penasaran dengan wanita yang bersama anaknya.
Melihat tatapan dari mamah dan papah nya .Sam menjelaskan jika wanita itu adalah istrinya.
"Perkenalkan mah dia Hana,dia adalah istriku, kami menikah sudah beberapa bulan ini"kata Sam menjelaskan.
"Wah jadi kamu sudah menikah sayang,kami tidak menyangka jika kamu sudah menikah apalagi istri kamu sangat cantik"Kata Anin memuji Hana.
"siapa namamu nak?"tanya Anin menggunakan bahasa Inggris,dia paham pasti wanita itu tidak mengetahui bahasa Indonesia.
"nama saya Hana Wulandari Tante"
"jangan panggil tante,panggil saja mamah lagipula kamu sudah menjadi istri anak Tante"
__ADS_1
Sam dan Arga mengangguk.
Hana tersenyum dan mengiyakan perkataan Anin, setelah itu Sam bertanya mengenai adik pertama nya Ersen.
"Apa Ersen masih berada di Amerika mah, terakhir aku bertemu dengannya saat akan memulai kerja sama dengan Perusahaan Darendra dan waktu itu ingatan ku belum pulih"
"Ersen papah tugaskan untuk mengurus perusahaan yang berada di sana, itung-itung belajar mengenai bisnis dan Papah mau bicara kalau Oma sudah meninggal Sam"kata Arga,Oma Tia meninggal satu tahun yang lalu dan hanya tersisa Oppa saja sekarang.
Ersen sendiri sengaja Arga tugaskan untuk mengurus perusahaan,agar anaknya bisa mandiri.
Itulah salah satu didikan yang Arga dan Anin tanamkan sejak kecil kepada Ersen dan Angga.
Mungkin Tuhan lebih menyayangi Omanya sehingga Oma pergi secepat itu.
"Pasti Opa sangat sedih'kehilangan Oma?"tanya Sam.
Arga mengangguk,papahnya sangat sedih saat kehilangan istri nya bahkan sampai mengalami depresi tapi untung saja saat ini papahnya itu sudah merelakan istrinya.
"kalian sudah makan siang belum?jika belum mari kita makan bersama-sama"Tanya Anin.
__ADS_1
"Tadi kami sudah mampir di restoran mah sebelum ke sini"jawab Sam.
"Hana kamu sudah makan belum atau mau makan lagi?mamah kebetulan masak banyak"Tanya Anin pada menantunya.
Begini lah rasanya memiliki seorang ibu yang sangat menyayagi kita -Hana-
Hana menggeleng.Tadi dia sudah makan di jalan bersama suaminya.
"Sayang kamu jangan diam saja,jika kamu lapar kita makan dahulu sebelum kembali ke Amerika"Sahut Sam menyuruh Hana makan.
Anin dan Arga terlonjak kaget saat mengetahui jika Sam akan kembali ke Amerika.Padahal dirinya baru saja bertemu.
"Sam apa kamu tidak merindukan mamah dan Papah?kenapa kamu kembali ke Amerika secepat itu bahkan kamu tidak menginap disini"Anin bertanya dengan nada tinggi.Dia masih merindukan anaknya tapi kini anaknya malah ingin buru-buru pulang.
Angga anak kecil itu memilih untuk bertanya dengan Hana menggunakan bahasa Inggris.Di umurnya yang baru sepuluh tahun Angga sudah menguasai tiga bahasa yaitu Indonesia, Inggris dan Mandarin.
Hana dan Angga bicara selayaknya seorang Kakak pada adiknya.Sedangkan Sam menceritakan masa kecilnya Kepada Arga dan Anin.Pria itu juga memberikan pengertian kalau dia harus pulang ke Amerika karena ada urusan yang tidak bisa di tunda.
Mereka bercengkrama layaknya keluarga lengkap,hanya kurang Opa dan Ersen.
__ADS_1