Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 142


__ADS_3

"Berapa lama hingga kamu pulang?"Tanya Ersen kepada Erica.


Tampak wajah Erica langsung berubah murung, wanita itu tidak berani menatap Ersen”Maaf, aku disini sekitar 7 bulan lagi dan itupun Waktu yang paling sedikit di antara teman-temanku"Ucap Erica menjelaskan, Ersen hanya mengangguk.


Pintu ruang kerja Ersen terbuka, terlihat Indah yang baru saja memasuki ruangan.Melihat Indah membuat Ersen terkejut hingga langsung mematikan teleponnya.


" Kamu sudah datang"Kata Ersen basa-basi bertanya.


"Kenapa kamu malah mematikan teleponnya sepihak? pasti Erica kawatir karena kamu mematikan teleponnya sepihak"Ucap Indah sambil mendudukan dirinya di sofa.


Tadi dia memang mendengar pembicaraan Ersen dan Erica hingga membuat dirinya membuka pintu sendiri, jika dia mengetuk pintu pasti pembicaraan mereka berdua akan terganggu.


"Maaf sebelumnya aku memang sudah mendengar, hingga aku memutuskan untuk masuk daripada kamu membukakan pintu untukku.Tenang saja aku tidak marah"Kata Indah menjelaskan, dia menerima semua keputusan yang Ersen ambil.Namun Ersen juga harus bisa menanggung semua konsekuensi dari keputusannya.


"Kamu tidak marah aku masih berhubungan dengan Erica?"Tanya Ersen mencoba mencari tahu Jalan pikiran wanita yang kini tengah duduk disofa dengan berbagai makanan yang wanita itu beli.

__ADS_1


"Kalau marah, wajar semua wanita marah melihat suaminya masih berhubungan dengan mantannya.Namun aku mengerti keadaan yang kamu alami, aku tidak marah selama itu tidak menggangu diriku dan orangtuamu”Kata Indah dia membuka snack yang Ia beli tadi di perjalanan menuju perusahaan.


"Ini kopi yang aku beli tadi"Kata Indah melekatkan cup berisi kopi panas di meja kerja Ersen.


"Apa yang membuatmu marah?"Tanya Ersen dengan pandangan yang tidak lepas dari Indah, segala tingkah Indah tidak lepas dari pengamatannya.


"Mungkin jika wanita itu mengusik diriku dan keluarga ku, untuk saat ini aku membiarkan dirimu memilih antara aku dan Erica”Kata Indah serius, Ia tersenyum manatap Ersen.


"Kamu masih mencintainya bukan?"Deg, hati Ersen berdetak.Memang benar dia masih menganggap Erica sebagai kekasihnya.


"Tidak perlu meminta maaf, aku mengerti! mencintai orang yang bertahun-tahun bertahan dengan kita memang sulit untuk melupakannya" Jawab Indah, wanita itu menghela nafas mengingat masa lalu yang begitu kejam kepadanya.


"Aku pun juga merasakannya"Gumam Indah menahan sesak di dadanya.


"Ada apa?"Tanya Ersen saat melihat Indah menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Lupakanlah, lanjutkan pekerjaanmu.Aku kemari hanya tidak ingin sendiri di rumah besar itu"Kata Indah saat dirinya malah mengajak Ersen berbicara terlalu banyak.


"Kamu sih bicara terus sedari tadi hingga aku lupa bahwa aku sedang bekerja"Kata Ersen menatap Indah yang tersenyum tanpa dosa di Sofa.


"Maaf-maaf"Kata Indah meminta maaf"Kamu mau makanan ini?"Tanya Indah menawarkan makanan yang Ia bawa.


"Bawa kemari"Indah membawa makanan ringan itu ke meja Ersen.


"Suapi aku"Indah menurut dia menyuapi keripik,sementara Ersen fokus dengan leptonnya.


"Itulah sebabnya aku memutuskan untuk tidak terjun di dunia bisnis, sangat melelahkan.."Kata Indah manatap leptop Ersen dengan ngeri.


"Namun dibalik itu semua keuntungan sangat besar, kamu tinggal tidur di rumah uang berjalan dengan sendirinya"Ersen tersenyum manatap Indah sejenak.


"Ngomong-ngomong bukannya kamu kuliah Jurusan Master Of Business Administration, kenapa malah jadi pemandu wisata?"Tanya Ersen yang tidak habis pikir, padahal Indah mengambil Es 2 loh dan jurusnya pun tidak main-main.

__ADS_1


"Pengen keliling dunia, ribet kalau ngurus perusahaan"Jawab Indah tanpa berpikir panjang.


__ADS_2