Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 109


__ADS_3

Malam sudah semakin larut oleh karena itu Sam dan Hana kini sudah berada di kamarnya bersiap untuk tidur.


Kamar bernuansa gold itu tampak hidup dengan bunga Lily yang menghiasi pojokan Kamar.Sam menyerahkan urusan rekorasi kepada sang istri, jika istrinya suka dirinya juga suka.


Saat Hana sudah menginjakan kakinya dikamar tiba-tiba sebuah tangan mengangkat tubuhnya, membuat perempuan itu menjerit”Sayang turunkan aku”Jerit Hana ,Ia tahu yang melakukan itu adalah Sam karena tadi Sam berjalan dibelakangnya.


”Hari ini kita tidak mempunyai waktu bersama, kamu sibuk dengan pesta dan begitupun aku bagaimana kalau malam ini kita menghabiskan waktu bersama”Tawar pria itu dengan sedikit seringai dibibirnya membuat Hana tersenyum lalu mengalungkan kedua tangannya di leher pria itu.


”Tidak bisa! kita harus segera tidur sayang, lihat kantung matamu yang sudah menghitam”Ucap Hana menyentuh mata Sam membuat Sam memejamkan matanya.


Sam tersenyum, nyatanya dia akan melakukan apapun yang menurutnya dia sukai.Tangan Sam sudah bertindak lebih membuat Hana hanya bisa pasrah dibawah kungkungan sang suami.


”Hey ini sudah malam bagaimana kalau kita tidur?"Hana mencoba melepaskan diri dari kungkungan sang suami namun gagal, Sam malah mengeratkan pelukannya.


”Aku tidak mengantuk”Jawab Sam tetap kekeh dengan pendirian membuat perempuan itu tersenyum lalu mendekatkan wajahnya.

__ADS_1


”only a while”


Sam mengangguk hanya sebentar dan sekejap ruangan itu menjadi panas.Nyatanya ucapan Hana tidak digubris oleh Sam, pria itu bahkan hampir membuat Hana tidak tidur malam ini.


...🍃🍃🍃...


Remang-remang cahaya memasuki kamar sepasang suami istri yang tengah tertidur, diluar masih tamaram bahkan matahari belum muncul namun salah satu dari pasangan itu terbangun dari tidurnya.


Diliriknya jam yang berada di sampingnya sudah menunjukkan pukul empat pagi.Dia bangun dari ranjang dengan hati-hati takut membangunkan istrinya.


Pria itu memunguti pakaian yang berserakan dilantai lalu berjalan menuju lemari untuk mengambil kemejanya.


Pria itu mencari pakaian istrinya namun tidak ketemu, Sam menghela nafas.Pasti jika istrinya bangun akan marah-marah karena dirinya menghilang pakaiannya lagi untuk yang kesekian kalinya.


Pria itu sedikit tidak sabar”Biarlah hanya sebuah pakaian,toh pasti sudah sobek”Guman pria itu mengingat dirinya sangat tidak sabaran tadi malam.

__ADS_1


Pria itu berjalan menuju jendela”Bagaimana aku lupa menutup jendela”Ditutupnya jendela yang terbuka,Ia juga mengecilkan AC.


Sedangkan diranjang Hana terbangun karena melihat bayangan yang mondar-mandir di depannya, dia melihat sang suami yang tengah memakai kemeja dengan kancing yang belum di pasangkan.


”Ini jam berapa?”Tanyanya mencoba mengumpulkan nyawa.


”Tidurlah lagi, ini masih terlalu pagi”Jawab Sam dengan suara khas bangun tidur, Hana menghela nafas.Pria itu terlihat sangat tampan bahkan saat bangun tidur padahal dirinya kini sudah tidak tahu seperti apa.


”Dingin”Samar Sam mendengar suara kecil dari mulut istrinya, dia mematikan AC.Udara semakin dingin mungkin sebentar lagi akan memasuki musim dingin,gumam pria itu.


Sam menghampiri istrinya.Ia membenarkan selimut yang membungkus tubuh istrinya.


”Dimana pakaianku?”Hana mencari pakaiannya membuat pria itu terdiam namun malah tangannya yang bekerja.


”Tidak tahu”Jawabnya begitu mudah.

__ADS_1


__ADS_2