
Indah mengerjapkan matanya perlahan mencoba menyesuaikan cahaya yang masuk, dia melihat di sampingnya ada Jessica yang tengah mengupas jeruk dan memakannya.Dia tersenyum menatap Jessica, jadi sedari tadi Jessica yang menjaga dirinya.
"Makasih Jes udah jagain aku,"Ucap Indah hanya mendapatkan anggukan dari Jessica.
"Tuh makan makanannya,,tadi perawat ngasih bubur"Ucap Jessica mengangkat bubur yang sudah lengkap dengan lauknya membuat Indah menggeleng.
"Aku nggak mau makanan rumah sakit Jes, rasanya hambar"Kata Indah memundurkan bubur yang Jessica berikan kepadanya.
"Kamu maunya apa?"
"Aku mau bubur ayam yang berada di komplek deket perumahan Ersen Jes"Ucap Indah dengan senyuman.
"Apa?gila tuh jauh banget Ndah.Keburu kenyang Lo, jangan-jangan Lo ngidam lagi Ndah!Ampun deh padahal udah besar tuh perut, tapi anak Lo kok maunya neko-neko sih”Kata Jessica tidak habis pikir dengan bayi Indah.
"Iya Aunty"Ucap Indah sambil mengelus perutnya.
"Yaudah deh gue beliin tapi emang kamu mau nunggu Ndah?ntar malah keburu laper tuh perut, nanti kalau gue lama Lo makan aja ya nih bubur"Kata Jessica hanya dibalas anggukan dari Indah.
"Yaya bawel nanti aku makan, sana beliin"Indah mendorong Jessica.
"Oke gue pergi dulu ya, ponakan Aunty jangan nakal ya kasian Mama nanti"Jessica mengelus perut Indah.
__ADS_1
"Iya Aunty"Jawab Indah dengan menirukan suara anak kecil.
**
Jessica turun dari mobilnya, untung saja Mamang buburnya belum pergi jadi Jessica bisa membelinya.
Belum sampai Jessica di depan Mamang bubur,ada seseorang yang membekap mulutnya menggunakan kain.
Jessica meronta-ronta namun tenaganya kalah jauh dari pria itu hingga lama-lama pandangannya menjadi kabur dan dia pingsan.
"Tugas sudah selesai Bos"Kata pria itu.
Sekarang Jessica sudah berada di sebuah tempat yang entah berantah, dia mengerutkan dahinya saat tangan dan kakinya di ikat.
"Hallo sayang"Ucap seseorang membuat Jessica langsung menendang selakangan orang itu hingga membuat pria itu mengaduh kesakitan.
"Aduh...."Teriak pria itu.
"Jes ini masa depan Lo tendang...gila!"Ucap Elang memegang selakangan nya yang di tendang oleh Jessica, bisa-bisanya Jessica menendang masa depannya.
"Lepas."Ucap Jessica tajam, tidak ada raut mengemaskan lagi di muka Jessica,yang ada hanya tatapan tajam dan kebencian.
__ADS_1
"Bakal gue lepas'in tapi Lo harus turuti ucapan gue dan peragakan seolah-olah kita itu nikah"Ucap Elang membuat Jessica mendecih.
"Yaudah cepetan"Jawab Jessica, dia tahu elang tipe laki-laki yang suka main-main.Paling dia butuh foto pernikahan untuk mengusir wanitannya.Dasar playboy!
"Loh loh loh kok ada pendeta"Kata Jessica saat dirinya melihat Pendeta berjalan menuju arahnya dan Elang.
"Huuust"
"Diam aja ntar juga selesai"Jawab Elang.
"Dimana pengantinnya?"Tanya pendeta itu membuat Elang langsung menatap Jessica.
"Elang....."Teriak Jessica melengking memenuhi ruangan itu.
Entah bagaimana namun pria itu berhasil mendesak Jessica mengucapkan janji pernikahan, awalnya Jessica mati-matian menolak.
"Gue resmi jadi suami"Teriak Elang heboh sambil mengangkat tubuh Jessica yang sudah Ia lepaskan ikatannya.
"Apaan sih Lo, lepas'nggak!!"
"Nggak Karena Lo udah jadi istri gue"Elang mengangkat surat nikahnya dan memberikan kepada Jessica.
__ADS_1
"Gue nggak suka becanda Lo Lang"Jessica memejamkan matanya menatap tajam Elang.