
Pagi hari di mention.Suasanya sangat
berbeda, semua pelayan mengerjakan pekerjaan masing-masing.Di kamar utama sendiri sang Tuan rumah baru bangun dari tidurnya. Diliriknya sisi ranjang yang
menjadi tempat sang istri untuk tidur.
Tidak ada siapa-siapa disana.Istrinya kemana?
Saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi.Dia menyadari kalau sang istri tengah
di kamar mandi.Di kumpulan kan tenaganya
untuk bangun, di luar masih tamaram.Kamar sebelah nya yang menjadi tempat tidur sang mamah dan papahnya saja belum ada
tanda-tanda kehidupan, sang mamah dan
papah belum bangun rupanya.
"Aaaa"Teriakan sang istri membuat tubuhnya otomatis bangun dari tempat tidur. Rasa kawatir menghantui hatinya. yang menjadi pentanyaannya adalah kenapa sang istri.Apa yang menyebabkan sang istri berteriak?
"Sayang kamu tidak apa-apa kan di dalam?"Rasa kawatir memenuhi isi hatinya.Dia takut terjadi sesuatu pada sang istri.
Tanganya membuka pintu kamar mandi
yang tidak di kunci.
Tangannya bergetar saat melihat sang istri
tengah terduduk di lantai dengan bersimbahan darah.Darah terus mengalir dari selakangan sang membuat Sam langsung mengakat sang istri dengan perasaan kawatir.
"Siapan mobil sekarang, kita akan
segera ke rumah sakit"Katanya menyuruh
supir untuk segera menyiapkan mobil.
"Sayang kamu kuat!apa yang terjadi
kenapa kamu bisa seperti ini?"Sam bertanya
dengan penuh rasa kawatir.Dia takut
terjadi sesuatu dengan istri dan
anaknya.
"Tadi aku terpeleset, aku aku takut
terjadi apa dengan anak kita Sam, berjanjilah
__ADS_1
jika aku nanti tidak ada aku mohon jaga
dia"Hana menyentuh perutnya.
Sakit sekali rasanya.Bahkan dia akan
meminta Sam agar menyelamatkan
anaknya.
"Jangan bicara seperti itu aku
tidak bisa jika harus kehilangan dirimu,
kamu harus kuat"Sam mencium kening
Hana.
Rasanya kening sang istri sangat dingin, dia tidak bisa membayangkan bagaimana
rasanya hidup tanpa Hana.
"Lebih cepat lagi"ujarnya pada supir.
Padahal laju kendaraan sudah sangat
Sam sudah ada di depan ruang operasi.
Tadi dokter berkata kalau Hana harus melahirkan sebelum waktunya.
Pria itu terus mondar-mandir sambil
berdoa semoga sang istri tidak apa-apa.
Dan anaknya dalam keadaan sehat
tidak kurang dari apapun.
"Ya Tuhan aku mohon semoga anak
dan istriku baik-baik saja,aku
belum membahagiakan istriku"Air mata
Sam menetes juga.Dia tidak bisa hidup
tanpa istrinya.Wanita yang telah menyadarkan
nya akan cinta.Wanita yang
__ADS_1
telah mengorbankan banyak hal untuk
nya.Wanita yang sangat berarti untuk
dirinya.
"Sam ada apa?apa yang terjadi
dengan istrimu?"Tanya mama Anin yang baru
datang bersama suaminya Arga.
"Hana terpleset di kamar mandi
mah, dia berdarah' aku tidak mau
kehilangan Hana mah"Sam memeluk
mamah Anin.
"Berdoa saja semoga Hana baik-baik
saja"Mamah Anin mencoba memberikan
semangat untuk anak nya walaupun
dalam hati dia juga sangat kawatir
dengan keadaan menantunya.
"Oek Oek"Terdengar suara bayi yang
membuat hati Sam bergemuruh.
Suara bayi bersahut-sahutan membuat
Sam mengeritkan dahinya.Apa anaknya
kembar?
"Selamat boy kamu sudah
menjadi seorang ayah"Papah Arga menepuk pundak sang anak yang termenung.
Sam tidak bisa menjabarkan
perasaannya kali ini.Dia bahagia sekaligus bersedih.Dia tidak mau istrinya meninggal kan nya.Tapi di sisi lain dia bahagia telah
menjadi seorang ayah.
__ADS_1