Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 94


__ADS_3

Pagi hari di mention.Suasanya sangat


berbeda, semua pelayan mengerjakan pekerjaan masing-masing.Di kamar utama sendiri sang Tuan rumah baru bangun dari tidurnya. Diliriknya sisi ranjang yang


menjadi tempat sang istri untuk tidur.


Tidak ada siapa-siapa disana.Istrinya kemana?


Saat mendengar suara gemericik air di kamar mandi.Dia menyadari kalau sang istri tengah


di kamar mandi.Di kumpulan kan tenaganya


untuk bangun, di luar masih tamaram.Kamar sebelah nya yang menjadi tempat tidur sang mamah dan papahnya saja belum ada


tanda-tanda kehidupan, sang mamah dan


papah belum bangun rupanya.


"Aaaa"Teriakan sang istri membuat tubuhnya otomatis bangun dari tempat tidur. Rasa kawatir menghantui hatinya. yang menjadi pentanyaannya adalah kenapa sang istri.Apa yang menyebabkan sang istri berteriak?


"Sayang kamu tidak apa-apa kan di dalam?"Rasa kawatir memenuhi isi hatinya.Dia takut terjadi sesuatu pada sang istri.


Tanganya membuka pintu kamar mandi


yang tidak di kunci.


Tangannya bergetar saat melihat sang istri


tengah terduduk di lantai dengan bersimbahan darah.Darah terus mengalir dari selakangan sang membuat Sam langsung mengakat sang istri dengan perasaan kawatir.


"Siapan mobil sekarang, kita akan


segera ke rumah sakit"Katanya menyuruh


supir untuk segera menyiapkan mobil.


"Sayang kamu kuat!apa yang terjadi


kenapa kamu bisa seperti ini?"Sam bertanya


dengan penuh rasa kawatir.Dia takut


terjadi sesuatu dengan istri dan


anaknya.


"Tadi aku terpeleset, aku aku takut


terjadi apa dengan anak kita Sam, berjanjilah

__ADS_1


jika aku nanti tidak ada aku mohon jaga


dia"Hana menyentuh perutnya.


Sakit sekali rasanya.Bahkan dia akan


meminta Sam agar menyelamatkan


anaknya.


"Jangan bicara seperti itu aku


tidak bisa jika harus kehilangan dirimu,


kamu harus kuat"Sam mencium kening


Hana.


Rasanya kening sang istri sangat dingin, dia tidak bisa membayangkan bagaimana


rasanya hidup tanpa Hana.


"Lebih cepat lagi"ujarnya pada supir.


Padahal laju kendaraan sudah sangat


Sam sudah ada di depan ruang operasi.


Tadi dokter berkata kalau Hana harus melahirkan sebelum waktunya.


Pria itu terus mondar-mandir sambil


berdoa semoga sang istri tidak apa-apa.


Dan anaknya dalam keadaan sehat


tidak kurang dari apapun.


"Ya Tuhan aku mohon semoga anak


dan istriku baik-baik saja,aku


belum membahagiakan istriku"Air mata


Sam menetes juga.Dia tidak bisa hidup


tanpa istrinya.Wanita yang telah menyadarkan


nya akan cinta.Wanita yang

__ADS_1


telah mengorbankan banyak hal untuk


nya.Wanita yang sangat berarti untuk


dirinya.


"Sam ada apa?apa yang terjadi


dengan istrimu?"Tanya mama Anin yang baru


datang bersama suaminya Arga.


"Hana terpleset di kamar mandi


mah, dia berdarah' aku tidak mau


kehilangan Hana mah"Sam memeluk


mamah Anin.


"Berdoa saja semoga Hana baik-baik


saja"Mamah Anin mencoba memberikan


semangat untuk anak nya walaupun


dalam hati dia juga sangat kawatir


dengan keadaan menantunya.


"Oek Oek"Terdengar suara bayi yang


membuat hati Sam bergemuruh.


Suara bayi bersahut-sahutan membuat


Sam mengeritkan dahinya.Apa anaknya


kembar?


"Selamat boy kamu sudah


menjadi seorang ayah"Papah Arga menepuk pundak sang anak yang termenung.


Sam tidak bisa menjabarkan


perasaannya kali ini.Dia bahagia sekaligus bersedih.Dia tidak mau istrinya meninggal kan nya.Tapi di sisi lain dia bahagia telah


menjadi seorang ayah.

__ADS_1


__ADS_2