
Satu bulan telah berlalu..
Satu bulan ini juga Sam tidak pernah memperlakukan Hana dengan buruk.Dia selalu memperlakukan Hana layaknya berlian yang harus dijaga bahkan Sam bekerja dari rumah. Dia tidak mau meninggalkan Hana sampai kondisi Hana kembali pulih sepenuhnya.
Hana sangat bahagia karena Sam memperlakukan nya sangat baik,dia juga akhirnya menyayangi dirinya dan juga bayi yang dikandungnya.
Iya wanita itu belum tahu jika janin yang Ia kandung telah meninggal.
Sam takut jika Hana mengetahui tentang bayinya kondisi Hana akan semakin buruk.
Oleh sebab itu hal ini masih dirahasiakan oleh Sam dan sekretaris Elnan dengan rapat.
Dan Hari ini Akhirnya Sam akan jujur kepada Hana mengenai kandungan wanita itu.Dia tidak mau Hana terlalu berharap.
__ADS_1
Sam juga tidak mau Hana salah paham kepadanya tentang Hal ini.
Sam yang sedang berbaring ditempat tidur melihat kearah meja rias dimana Hana sedang memakai krim malamnya,sudah Sam putuskan jika malam ini dia tidak akan menyembunyikan apa-apa dari wanita yang dia cintai.
"Sayang"tangan Sam memeluk pinggang Hana, sekarang bayangan mereka berdua tampak dicermin rias Hana.
"Sam aku sedang mengoles krim malam,, sana kamu pergi dulu"Tangan Hana melepaskan pelukan hangat dari Sam. Sam patuh dan kembali menuju tempat tidur.
Selang beberapa menit Hana menyusul Sam ke ranjang king size nya.Posisi mereka sekarang saling berhadapan satu sama lain.Mata Sam menatap Hana teduh,mau tidak mau dia harus mengatakan yang sebenarnya tentang janin Hana yang telah meninggal akibat ulahnya yang bodoh.
"Dia sudah pergi"Lirih namun pasti Sam mengatakan hal tersebut.Hana terhenyak dia tertawa mendengar perkataan suaminya,tidak mungkin anaknya meninggal.
"Hahahaha,kamu sedang bercanda kan hahahaha"Hana tertawa mendengar perkataan Sam yang menurutnya tidak mungkin,,Sam memeluk Hana,dia mencoba menguatkan Hana akan hal yang Ia akan sampaikan.
__ADS_1
"Ini benar sayang"Deg jantung Hana terasa sakit teramat dalam"Dia sudah pergi sudah lama,maaf aku tidak bisa menjaga nya, maafkan aku"lanjut Sam lagi mempererat pelukannya kepada Hana.
"Apa aku boleh menangis"ucap Hana,mau bagaimanapun dia seorang wanita yang telah mengalami keguguran dua kali.Siapa pun wanita yang kehilangan anaknya bahkan untuk kedua kali pasti mengalami sakit yang teramat dalam.
Sam tersentak mendengar ucapan Hana,dia baru ingat kalau Hana ternyata mempunyai penyakit yang langka yang diakibatkan oleh air mata"Jangan"Sam berteriak "Tolong jangan menagis aku mohon"Sam memeluk Hana erat agar Hana tidak menangis.
Hana membalas pelukan Sam ,diam- diam air matanya menetes tanpa diminta, wanita mana yang tidak menagis jika kehilangan buah hatinya.
Hana memeluk Sam cukup lama,tapi Sam merasakan hal yang aneh,dia melihat istrinya yang tak kunjung bergerak dan berhenti berbicara.
Sam melepaskan pelukan,dilihatlah wajah Hana yang sudah merah merah dengan mata yang tertutup.
"Sayang,sayang bangun"teriak Sam menangis melihat Hana yang sekarang.Bahkan wajahnya yang cantik seolah sirna akibat bintik-bintik merah itu.
__ADS_1
"Jika ini yang terjadi aku tidak akan memberitahu dirimu kalau anak kita sudah meninggal”Ucap Sam terisak, entah kenapa jika berhubungan dengan Hana dia sangat cengeng.