
Dipojokkan altar Pernikahan terlihat seorang perempuan sedang termenung didampingi sahabatnya.
Menguatkan hati agar tidak tersakiti melihat mantan kekasihnya menikah didepan matanya.
"Hana kamu harus kuat,buktiin ke mereka kalau kamu itu bisa melupakan Sam dan melanjutkan hidup"Kiran menyemangati Hana,seharusnya dia tadi tidak memaksa Hana hadir jika melihat kejadiannya seperti ini.
"Kamu benar!!aku harus bangkit,aku nggak boleh kayak gini"Hana mencoba menyemangati diri bahwa kedepannya akan berjalan lancar.Dia juga harus manata hati agar pulih dari rasa sakit.
"Makasih ya Kiran"Hana memeluk sahabatnya.Kiran membalas pelukan Hana tak kalah erat.
"Han kayaknya aku mau ke toilet dulu deh"Ucap Kiran melepaskan pelukannya.Hana mendengus kesal disaat saat seperti ini pun Kiran masih memikirkan toilet.
"Ya udah sana"ucap Hana.Kiran langsung berjalan menuju toilet di gedung tersebut.
Tiba tiba saja tangan Hana ditarik oleh seseorang yang dirinya tidak tahu siapa.
"Ehh kenapa tarik tarik"Ucap Hana masih belum menoleh kearah belakang.
Hana menoleh,betapa terkejutnya dia melihat pria yang masih melekat dihatinya"Sam"ucap Hana terkejut kenapa Sam menarik tangannya.
__ADS_1
Ya Sam mencari Hana. Setelah sekretaris Elnan meyakinkannya,, Sam memilih untuk menikah dengan Hana daripada dengan Violetta.
"Ikut aku"ucap Sam.Hana hanya menurut mau membatah pun tangan Sam memegang tangannya sangat erat.
"Kenapa kamu disini Sam?Ini adalah pernikahan mu apa aku hanya salah lihat"ucap Hana wanita itu masih mengira dirinya halusinasi.
"Menikahlah denganku"ucapan Sam membuat Hana tertawa.Wanita itu masih berpikir dirinya halusinasi,tidak mungkin jika Sam mengajaknya menikah.
"Apa kau mencoba menertawai ku???"ucapan Sam membuat Hana berhenti tertawa dan menatap wajah Sam.
"Apa ini bukan halusinasi?"ucapan Hana mendapatkan gelengan dari Sam. Sebenarnya Sam Ingin tertawa tapi dia urungkan.Bisa bisa Hana besar kepala jika Sam tertawa didepannya.
"Kenapa kamu mengajakku menikah? Bukankah hari ini kamu akan menikah dengan Violetta?"Wanita itu penasaran kenapa Sam mengajaknya menikah disaat hatinya Ingin melupakan pria itu.
"Aku mau menikah denganmu tapi aku memiliki tiga syarat"Hana memutuskan untuk menerima ajakan Sam menikah lagipula siapa lagi yang mau menerimanya jika mengetahui dirinya sudah tidak Virgin lagi.
Kamu ternyata sudah cerdik ya-Sam-
"Cepat katakanlah"ucap Sam,dia tidak mungkin menghabiskan waktu cukup banyak saat tamu tamu sudah membicarakan pengantinnya karena tidak muncul muncul.
__ADS_1
"Yang pertama aku boleh melanjutkan kuliah dan bekerja dan yang kedua kamu harus menghormati ku sebagai seorang wanita"ucapan Hana membuat Sam memutar bola matanya jengah.
Sam mengira syarat yang diminta Hana adalah meminta sebagian hartanya tapi Sam salah mengira.Akankah pria itu berpikir dua kali mengenai sifat seorang wanita.
"Ya aku akan memenuhi semua syaratmu, sekarang ikutlah aku"Hana mengangguk dan mengikuti Sam.
Beberapa menit kemudian datanglah pengantin pria dengan wanita yang ditutupi wajahnya dengan cadar berwarna putih.
Mereka segera menghampiri pendeta yang sedari tadi menunggu.Semua tamu di buat terkejut kenapa muka pengantin wanita ditutupi tapi pikiran jelek buru-buru dibuang oleh para tamu, mereka tidak ingin terjerat masalah dengan keluarga Prasaja.
Hana dan Sam mengikat janji pernikahan secara agama dan negara.Sekarang mereka
berdua telah menjadi suami istri.
Hana tidak menyangka dengan semua ini,
di saat di ingin menjauh dan melupakan
Sam.Malah dia kini makin terjerumus dalam
__ADS_1
hidup seorang Samuel.
Mungkin ini adalah dampak baik bagi Sam dan Hana karena drama yang dibuat Violetta membuat dua orang itu terikat dalam hubungan pernikahan.