
Oh Tuhan apa ini akan menjadi alasan bagiku merasakan rasa sakit lagi, memang benar Sam menghormati ku dan memperlakukan diriku layaknya Istri yang mempunyai cinta dari suaminya,tapi itu hanya di depan publik sedangkan saat sendiri dia akan menyakiti diriku..-Hana-
Hana ingin menangis saat ini juga melupkan segala kesedihannya tapi itu tidaklah mungkin.Menangis akan membuat Hana semakin sakit.
Ingin rasanya Hana berteriak sekencang mungkin meluapkan segala resah dihati dan pikirannya.
"Aku harus kuat demi Sam,aku yakin Sam akan berubah"batin Hana menyemangati diri sendiri.
Hana mencoba untuk tidur karena sudah larut malam,dia tidak mau mengejar Sam karena Hana tahu kalau Sam sedang menenangkan diri.
Wanita itu berpikir dua kali untuk menemui Sam,dia takut akan membuat sang suami semakin marah.
Hana mencoba tertidur saat pikirkan sedang melayang entah kemana, tidur adalah alasan yang paling tepat untuk dia saat ini melupakan semua masalah.
Hana berharap semua yang dia alami bersama Sam adalah mimpi yang akan hilang saat dirinya membuka mata pagi hari.
Sam sedang berada diruang kerja mencoba menghindari Hana,apakan ada penyesalan di hati pria itu setelah menjambak rambut Hana cukup keras.Entahlah hanya pria itu yang tahu.
__ADS_1
"Apa aku terlalu kejam pada wanita itu,tapi dia sendiri yang tidak mau pergi dari hidupku sudah aku bilang bahwa aku ingin pisah dengan nya tapi tetap saja dia tidak mau"gumam Sam dia mencoba memejamkan matanya.
Iya Sam belum sepenuhnya percaya dengan yang namanya wanita setelah mendapati Violetta membohongi dirinya mentah mentah dia semakin ingin menutup hati rapat rapat dari yang namanya'cinta'
Mentari sudah menampakkan sinarnya membangunkan Sam dan Hana dari tidurnya.Sekarang mereka sudah berada di meja makan.
Seperti kemarin Sam memposisikan dirinya seperti seorang suami yang menyayangi istrinya padahal faktanya tidak sedemikian.
"Sayang aku akan berangkat"Sam meletakkan sendok lalu pergi menuju mobil.Sebelum itu dia sempat mencium rambut Hana yang sempat ia sakiti kemarin malam.
"Apa dia benar benar menciumku"kata Hana mematung di tempat dia bahagia tapi kebahagiaan hilang begitu saja saat mengingat kalau Sam hanya memainkan drama seolah-olah mencintai dirinya.
Merelahkan seorang yang dicintai ternyata sulit tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Awas saja aku akan pastikan bahwa Tuan Sam akan menjadi milikku-Pelayan Tina-
Sudah terbesit dipikiran pelayan itu untuk memiliki Sam dan mendapatkan nya.Pelayan Tina kembali melanjutkan pekerjaannya sedangkan Hana berangkat menuju kampus.
__ADS_1
Tin
Tin
Tin
"itu pasti Kiran"ucap Hana berlari menuju gerbang disana sudah ada mobil Kiran yang menjemput dirinya.
Kiran kemarin janjian dengan Hana untuk berangkat bersama menuju kampus.Hana memasuki mobil Kiran dengan raut wajah yang berseri-seri.Sungguh Hana adalah salah satu wanita yang pintar menyembunyikan kesedihannya.
"Siap"kata Kiran.
"Siap"jawab Hana,Kiran lalu melanjutkan mobil sport nya dengan kencang membuat Hana berteriak menyuruh Kiran untuk hati-hati.
"Woy hati-hati aku nggak mau meninggal bersama mu"ucap Hana sembari berteriak.Kirna hanya tersenyum menambah kecepatan tinggi.
Berteriak sekencang mungkin Han,aku tahu kamu tidak baik baik saja semoga kamu bisa melupakan masalah yang kamu alami saat ini-Kiran-
__ADS_1
Kiran tahu Hana hanya pura-pura tersenyum dibalik senyuman itu pasti ada kesedihan yang mendalam.Hana terus berteriak seolah membuang semua masalah yang Ia punya.