Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 43


__ADS_3

Ais sial kenapa tidak bisa diajak kompromi sih!!!-Sam-


"Kenapa menatap aku seperti itu? cepat aku mau mandi, keluar sana"usir Sam,jika berlama lama bersama Hana entah apa yang selanjutnya terjadi.


"Iya iya tapi tunggu dulu, kenapa kita sama sama telanjang begini?Apa yang kamu lakukan semalam?Apa jangan jangan kita?"Kata Hana tidak jadi melanjutkan ucapannya.Dia memilih menunggu penjelasan dari Sam.


Sam menjelaskan apa yang terjadi kemarin malam.Dia juga menjelaskan kepada Hana bahwa itu merupakan sesuatu yang tidak disengaja.


"Apa???"Hana berteriak saat mendengar jika pelayan Tina lah yang memasukkan obat perangsang kedalam minuman Sam.


"Kau ini kenapa?Tutup mulutmu,kamu mau membuat gendang telinga penghuni mention ini pecah apa saat mendengar suara mu?"Ucap Sam saat mendengar suara Hana yang sangat keras.Pria itu hanya geleng-geleng kepala mendengar suara dari tubuh kecil Hana.


"Dimana pelayan Tina sekarang?"tanya Hana yang sudah omosi,dia tidak menyangka kalau Pelayan yang dikiranya baik selama ini mempunyai hati busuk.

__ADS_1


Jika Sam kemarin malam tidak melakukan hal tersebut dengan Hana melainkan dengan pelayan Tina pasti kejadian Violetta akan terulang lagi.


Hana menutup pintu kamar mandi menyuruh Sam untuk keluar.Omosinya sudah meledak-ledak.Membayangkan jika Sam bercinta dengan pelayan Tina membuat otak wanita tersebut tidak bisa berpikir.


Hana keluar dari kamar mandi dengan wajah yang ditekuk.Dia langsung keluar menuju ruang tamu tanpa menyapa atau mengucapkan sepatah katapun kepada Sam yang duduk di sofa.


Sam mengerutkan dahinya melihat raut wajah Hana yang lebih menyeramkan dari biasanya.Tapi pria itu tidak ambil pusing,dia kembali meminum kopi hitam miliknya sambil memikirkan rencana untuk membalas perbuatan pelayan Tina.


"dobrak"pintu kamar tamu tempat Sam mengunci pelayan Tina kemarin malam didobrak oleh Hana.


"Apa yang kamu lakukan kepada suamiku semalam Ha?dasar wanita tidak tahu malu!dasar rubah licik"kata Hana mencaci maki pelayan Tina sambil mengeraskan tarikan kepada rambut pelayan Tina.


"Oh ternyata kamu sudah tahu semuanya ya Hana, baguslah kalau kamu sudah tahu"ucapnya tidak kalah tinggi dengan Hana"Aku memang sudah menyukai Tuan Sam sejak pertama kali bertemu dengannya tapi sekarang kamu mengambil Tuan Sam dariku"Sambil tertawa.

__ADS_1


"Kamu ya"Hana yang semakin geram menarik telinga pelayan Tina hingga membuat telinga itu memerah.Tak mau kalah pelayan Tina juga menarik rambut Hana.


Kini posisi mereka sedang tarik tarikan seperti anak kecil yang berebut boneka tapi ini tidak berebut boneka melainkan merebutkan seorang Samuel Prasaja.


"Berhenti"bentak Sam kepada dua orang wanita yang terus berdebat itu.


Kedua perempuan itu menoleh.Hana terkejut saat melihat beberapa pelayan yang berdiri didepannya.Sam juga berada disana.


"Hana kamu pergi ke kamar, untuk pelayan Tina bersiap lah angkat kaki dari Mention ini dan saya memecatmu hingga kamu tidak akan mendapatkan pekerjaan ditempat lain"Ucap Sam.


Hana pergi dari kamar itu dengan terus menatap tajam kearah Pelayan Tina.Pelayan Tina yang ditatap hanya bisa mengepal kan tangannya geram.


Dalam hati dia berjanji akan menghancurkan Hana.

__ADS_1


”Aku tidak menyangka ternyata kamu seekor rubah”Gumam Hana setelah itu meninggalkan pelayan Tina.


__ADS_2