Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 135


__ADS_3

"Ini ternyata kediaman keluarga Darendra"Gumam Indah saat pertama kali memasuki rumah orangtua Ersen.


Rumah itu terlihat bukan seperti rumah,namun istana, bahkan rumah Ersen lima kali lebih besar daripada rumah orangtuanya.


"Rumah ini sangat besar, siapa yang tinggal di rumah sebesar ini?"Tanya Indah kepada Ersen yang berjalan di depannya.


Tampak beberapa penjaga yang menunduk saat Ersen lewat, Indah juga menunduk mengikuti penjaga.Dirinya lebih muda kenapa malah begitu dihormati, bahkan beberapa penjaga itu lebih tua daripada dirinya.


"Ma"Ucap Ersen kepada Mama Anin yang sedang membuat sesuatu didapur membuat Mama Anin menoleh menatap sang putra.


"Akhirnya kamu datang juga"Mama Anin berjalan menuju Ersen lalu mengangkat spatula yang Ia bawa untuk memukul anaknya.


"Apa yang kamu perbuat sebenarnya hingga nenek marah-marah Ha?"Teriak Mama Anin sambil menjewer telinga anaknya.


"Ampu Ma sakit, Ersen minta maaf.Lagian nenek juga keterlaluan kepada Ersen"Ucap Ersen dia mengelus telinganya yang merah akibat ulah dari Mamanya.


Indah sedari tadi diam memutuskan untuk bersalaman dengan Mama Anin.

__ADS_1


Mama Anin yang melihat Indah langsung tersenyum"Ini ternyata menantu dadakan Mama"Kata Mama Anin, dia sudah mengetahui semuanya tentang Indah dan dia rasa Indah sangat cocok dengan Ersen.


"Ini Ma Indah membawakan makanan" Indah memberikan paper bag yang isinya makanan dari restoran Ayahnya.


"Wah kebetulan sekali"Mama Anin menyerahkan papar bag yang di bawa Indah kepada pelayan untuk di hidangkan di meja makan.


"Dimana Angga?"Tanya Ersen kepada sang Mama membuat Anin menatap anaknya.


"Dia berada di kamarnya, sedang bermain PS bersama Papa"Jawab Mama Anin.


Mama Anin membawa Indah untuk duduk di sofa"Oh iya Indah Mama dengar kamu seorang pemandu wisata, wisata mana saja yang sudah kamu kunjungi?"Tanya Mama Anin sambil menyalakan televisi.


"Ma..."Teriak seorang anak laki-laki yang usianya sekitar 14 tahun.


"Ada apa Ngga, kenapa teriak-teriak"Mama Anin memijat kepalanya yang serasa pening menghadapi anaknya yang paling kecil .


"Rebutan PS sama kakaknya"Ucap seorang pria paruh baya menuruni tangga diikuti Ersen dibelakangnya.

__ADS_1


Ersen dan pria itu duduk di sofa, pria menatap sang istri untuk meminta penjelasan.


"Dia Indah, wanita yang tidak sengaja di nikahi Ersen beberapa bulan lalu"Kata Mama Anin menjelaskan panjang lebar, membuat Papa Ersen menatap Ersen dengan tatapan tajam.


"Apa maksudnya ini!Ersen kamu jelaskan semuanya!"Bentak sang Papa menatap Ersen tajam.


"Bi bawa Angga ke kamar dahulu"Mama Anin menatap pelayannya agar membawa Angga ke kamar.


Setelah Angga ke kamar, kini hanya ada kedua orangtua Ersen dan Indah.


Ersen menjelaskan semuanya kepada sang Papa, Ia juga mengatakan bahwasanya sekarang Indah sudah mengandung anaknya.


"Luar biasa kamu!Hal sebesar ini kamu tidak memberi tahu Papa"Papa Arga menatap anaknya kecewa.


"Sepertinya Papa salah mengirimmu ke Amerika dan hidup di sana, sekarang bahkan kamu salah pergaulan dan malah menikahi gadis yang tidak bersalah"Kata Papa Arga menatap Indah.


Mama Anin menggenggam tangan sang suami agar tidak tersulut emosi, sekarang yang dia inginkan adalah Indah mendapatkan haknya sebagai seorang istri dan menantu keluarga Darendra.

__ADS_1


"Sudahlah Pa, emosi juga tidak baik untuk kesehatanmu"Kata Mama Anin.


"Maaf Nak aku malah marah-marah dihadapanmu"Kata Papa Arga menatap menantunya.


__ADS_2