Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 50


__ADS_3

Mentari pagi sudah muncul menandakan beberapa orang sudah memulai aktivitas mereka masing-masing tak lain dengan Hana dan Sam mereka sudah sarapan pagi dibalkon kamar.


"Sam aku mau tanya kepada mu, apakah setelah dua Minggu kita bersama kamu masih mau menceraikan ku?"tanya Hana menatap lekat kearah wajah Sam.Dia masih berharap Sam mencintainya.


"Apa kamu benar-benar mencintai ku?"yang ditanya malah kembali bertanya.Ada perasaan sakit ketika Sam mendengar cinta terucap dari mulut Hana.


"Apa semua yang ku lakukan masih kau ragukan Sam?Aku awalnya hanya mengangumi dirimu karena menyelamatkan anak kecil dan aku tidak menyangka kalau kamu akan menembak diriku dan menjadikan diriku kekasih lalu beberapa bulan setelah malam itu semuanya seperti mimpi, kamu berubah sembilan puluh derajat dari Samuel yang pertama kali aku jumpai"Hana tertawa simpul, benar hati wanita itu serasa ditusuk seribu jarum mendengar Sam masih saja meragukan cintanya.


"Maaf aku tidak mencintaimu"Pria apa Sam sebenarnya, wanita itu tidak habis pikir.


Hana memejamkan matanya mendengar ungkapan dari Sam.Ingin menangis tapi malah membuat dirinya semakin menderita.


Apakah Sam masih mau menerima diriku jika aku bilang mengandung anaknya,tapi kemarin dia jelas jelas berkata tidak mau memiliki seorang anak-Hana-


"Apa yang harus aku lakukan agar kamu mencintai ku Sam"Kesabaran Hana hampir goyah, wanita itu tidak mungkin bisa hidup tanpa Sam.Pria yang Ia cintai melebihi nyawanya sendiri.


"Kau yakin mau melakukan apapun untuk ku,kalau begitu ikuti aku"Kata Sam menarik tangan Hana.

__ADS_1


Hana yang ditarik Sam hanya bisa mengikuti langkah demi langkah kaki Sam berpijak.Hana mengeritkan dahinya saat langkah kaki pria itu berhenti di atap apartemen.


Aku yakin kamu tidak akan pernah bisa melakukan yang ku Perintah -Sam-


"Lompat lah dan buktikan cintamu"


”Kamu Gila sam, aku tidak mau aku mencintaimu dan sekarang aku tengah mengandung”Ujar Hana tidak habis pikir,benar dia memang mencintai Suaminya tapi masih ada bayi di perutnya.


"Aku sudah duga”Sam hanya mengates Hana, pria itu tersenyum.


Mata Hana tidak sengaja melihat seorang pria paruh baya yang tidak dikenalnya mengarahkan senjata api tepat ke arah suaminya.Membuat Hana menajamkan penglihatannya dan ternyata benar pria itu ingin membunuh suaminya.


'Dor'


Bunyi suara pistol memenuhi gendang telinga Sam membuat pria itu menatap Hana.


Apa ini Akhir Semuanya.Wanita itu pernah bermimpi akan memiliki seorang suami yang sangat mencintainya tapi saat ini mimpi itu harus kandas ditengah jalan.

__ADS_1


"Bolehkah aku memeluk mu"


Tanpa persetujuan Sam Hana memeluk tubuh Sam sangat erat bahkan enggan untuk melepaskannya.


Cinta?


Yah Hana mencintai Sam


"Kami sangat mencintaimu Samuel Prasaja"Ucap Hana berbisik di telinga Sam membuat Sam mengeratkan pelukannya, dia menyentuh punggung Hana yang tertembak.


”Darah”Gumam Sam tanpa sadar air


matanya jatuh tanpa bisa dibendung


"Apa maksudnya Kami"


Maafkan aku Sam cintaku ini nyata,aku sangat mencintaimu jika suatu saat nanti kita bertemu di keabadian tolong cintailah aku dan maafkan Mama nak kamu harus pergi sebelum dilahirkan-Hana-

__ADS_1


”Aku mohon apapun yang terjadi selamatkan anak kita Sam, aku mohon selamatkan dia hanya dia yang aku punya”Ucap Hana sebelum dirinya menutup matanya.


__ADS_2