
Hana sudah sampai di rumah nya, rumah yang Ia tempati bersama keluarganya dahulu sebelum badai menerjang keluarga kecilnya.
Tangan Hana berulang kali memencet tombol bel pintu rumah ayahnya tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan di rumah tersebut.
Sam setia menemani sang istri yang terlihat gelisah, tangannya memegang pundak sang istri agar Hana tenang.
"Kamana mereka pergi?kenapa rumah terlihat kosong begini?"Hana bertanya dengan raut wajah yang mulai cemas.
"tenanglah Sayang Pasti ayah kamu ada di rumah atau mereka sedang pergi"jawab Sam mencoba menenangkan Hana dari kegelisahan nya.
"Maaf Nona cari siapa?"tanya salah satu tetangga yang melewati Hana dan Sam.
"Saya anak dari Anderson, apakah ayah saya di rumah?"tanya Hana kepada wanita paruh baya tersebut.
"Maaf Nona Tuan Anderson sudah meninggal empat bulan yang lalu dan sekarang rumah ini sedang dalam proses penjualan"terang wanita itu membuat keseimbangan Hana goyah.
__ADS_1
"Apa maksudnya?apa anda sedang berbohong"Sam yang sudah tidak tahan membendung emosi nya langsung membentak ibu itu.
"Dasar kurang ajar, udah di kasih tahu malah ngamuk"ibu-ibu itu berniat untuk pergi tapi Hana menghalangi.
"Bu saya mau tanya?jika ayah saya sudah meninggal maka dia di makamkan dimana?"tanya Hana, setidaknya dia bisa mengunjungi ayahnya.
"Di pemakaman umum dekat sini"ujar ibu tadi lalu pergi meninggalkan Hana dan Sam.
Hana dan Sam sudah berada di pemakaman umum dekat kediaman Hana.Mata Hana menatap batu nisan bertuliskan Anderson Smith, itu adalah nama ayahnya.
"Ayah kenapa ayah meninggal kan ku, apakah ayah masih membenciku karena aku pernah membuat ibu meninggal?ayah maafkan aku, aku tidak mengetahui kalau ayah sudah bersama ibu"Gumam Hana, jika Tuhan berkehendak untuk mengambil ayahnya, dia ikhlas.
Sam memegang kedua tangan Hana agar sang istri berdiri, Sam pernah merasakan yang Hana rasakan saat kehilangan ayah dan ibu kandungnya dahulu.
"Ayo sayang kita pulang, tidak baik wanita hamil lama-lama di makam"Sam mengengam tangan Hana erat, menyalurkan kekuatan untuk sang istri.
__ADS_1
Hana mengangguk dia juga perlu memerhatikan kandungan yang sudah Ia nanti-nanti kan selama satu tahun ini.
Hadiah yang tidak Hana inginkan selain bayinya,Bayi Hana adalah pelengkap cinta nya dengan sang suami.
Sam membaringkan Hana di ranjang kine size-nya, dia tahu keadaan sang istri tidak baik-baik saja.
"Sayang"panggil Hana lirih.
"Iya"Sam yang ingin menghubungi sekretaris Elnan di urung kan kala Hana memanggil nya.
"Aku hanya ingin minta tolong, tolong kamu cari tahu kematian ayahku dan cari tahu dimana Faransya"ujar Hana lirih, kabar kematian ayahnya sangat berdampak bagi mental Hana.
"Apapun akan aku lakukan sekarang yang terpenting kamu harus kuat dan jangan bersedih terus,kasihan baby kita"ujar Sam sambil mengelus perut Hana yang sedikit membuncit.
"Terimakasih"Ujar Hana lalu memejamkan matanya berharap semua ini mimpi.
__ADS_1
Ayah aku menuruti mu saat kamu mengusir ku dan menuduhku penyebab kematian ibu tapi ketahuilah ayah aku sangat mencintaimu apapun yang kamu lakukan kepada, kamu tetap pria yang pertama aku cintai-Hana-
Nyatanya cinta pertama seorang anak adalah ayahnya seberapa buruk kelakuan ayahnya Hana akan tetap mencintai ayahnya.Bahkan Hana rela mengirim uang kepada Mama tirinya mengunakan uang pribadinya agar sang mama menjaga ayahnya.