Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 139


__ADS_3

Ersen masih diam mencerna perkataan Indah tadi, dia tertampar mendengar ucapan Indah yang memojokkan dirinya.Memang benar, seorang wanita tidak akan rela membiarkan suaminya mengurusi mantan istri dan anaknya.


"Apapun yang terjadi, biarkan ini menjadi air yang mengalir"Gumam Ersen,dia berjalan menuju kamar untuk beristirahat.


Ersen dan Indah untuk sementara waktu akan tinggal di rumah utama bersama orangtua Ersen, itu sendiri pun atas permintaan Mama Anin.Mau menolak, Indah tidak enak dan terpaksa dia harus tidur bersama Ersen untuk kesekian kalinya.


"Kamu sudah tidur?"Tanya Ersen yang masih membuka matanya, menatap langit-langit kamar.Jujur saja pria itu tidak bisa tidur.


"Hmm"Jawab Indah yang enggan menghadap ke Ersen.


"Kita nikmati saja seperti air mengalir, hingga waktunya tiba.Aku akan menentukan pilihanku"Kata Ersen serius.


"Hmm"Jawab Indah, matanya sangat mengantuk.


"Baiklah tidurlah,aku tidak akan menganggu tidurmu"Ucap Ersen,dia ikut menutup matanya saat Indah sudah menutup matanya sedari tadi.


Pagi-pagi sekali Ersen sudah olahraga disekitar rumah Utama, mengingat halaman rumah yang sangat besar.Ersen hanya lari-lari kecil mengelilingi rumah.

__ADS_1


"Ini Tuan minumannya"Kata seorang pelayan membuat Ersen mengangguk dan menghampiri minumannya.


"Dimana Indah?Apa dia masih tidur?"Tanyanya.


"Saya tidak tahu Tuan,”Ersen terdiam, dia menyuruh pelayan itu untuk membuatkan susu hamil untuk Indah sementara dia akan melanjutkan olahraganya.


Saat Ersen memasuki rumah dia sudah disambut dengan anak kecil yang menatap dirinya dengan tatapan yang sulit di artikan.Angga, anak itu sedang memakan'sarapannya sambil menatap Ersen tajam.


"Mau berangkat sekolah kamu?”Tanya Ersen duduk di samping Angga.


"Iyalah masa mau renang, Nih aku pake seragam.Pake nanya lagi!”Jawab Angga membuat Ersen geram, dia mencubit hidung Angga lalu melenggang pergi.


”Ada apa Ngga kenapa teriak-teriak?"Mama Anin menghampiri Angga dengan membawa semangkuk sereal.


"Kenapa tuh hidung kamu?kaya di gigit tawon aja!"Kata Mama Anin melihat hidung Angga yang memerah.


"Mama ih.."

__ADS_1


"Ada apa sih ini pagi-pagi kok ribut"Papa Arga yang sudah rapi dengan pakaian kerja'nya menghampiri Mama Anin untuk memberikan kecupan di kening.


"Ih Papa nggak tau tempat"Kata Angga melihat Mamanya di cium.


"Mana Ersen Ma?"Tanya Papa karena sedari tadi dia tidak melihat batang hidung Ersen.


"Tadi sih olahraga di halaman, tau-tau udah ilang aja tuh anak"Jawab Mama dengan tangan yang sibuk menyajikan makanan ke piring sang suami.


"Nanti kalau dia belum turun,bilang nanti jam 9 dia harus datang ke perusahaan.Ada hal penting yang harus Papa katakan di hadapan anggota dewan"Kata Papa membuat Mama menatapnya.


"Kamu serius mau menyuruh Ersen mengelola perusahaan?"Tanya Mama.


"Iya, itung-itung Papa nggak perlu kerja dan hanya mengintai perusahaan berjalan dengan baik.Papa percaya pada anak itu, dan waktu Papa semakin banyak buat Mama"Kata Papa Arga menaik turunkan alisnya menggoda sang istri.


"Kacang-kacang"Kata Angga memutar bola matanya malas melihat kebiasaan Mama Papanya yang berbisik-bisik hingga mengganggap nya nyamuk.


Selesai sarapan, Angga dan Papa berpamitan kepada Anin untuk segera pergi ke kantor, sekalian nanti mengantarkan Angga sekolah.

__ADS_1


"Papa pergi dulu ya"Kata Papa mendaratkan kecupan di kening sang istri, diikuti Angga yang mencium tangan Mamanya.


__ADS_2