Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 108


__ADS_3

”Huh”Hana menghela nafas saat melihat rekaman CCTV yang terpampang jelas di depan matanya,bagaimana bisa anaknya melakukan hal yang tidak terpuji seperti itu.


Sedangkan Sam, pria itu tersenyum melihat tingkah anaknya”Aku rasa Nora tidak keterlaluan, dia hanya mau membalas penghinaan yang dilakukan perempuan itu terhadap Mamanya”Ucap Sam membuat sang istri menatapnya dengan tatapan tajam.


”Sekarang kita lihat anak itu akan kemana?”Gumam Sam sambil melihat CCTV yang memperlihatkan Nora sedang berbisik dengan Hendry.


”Diantara mereka bertiga aku mengira Brayenlah yang agak waras”Ucap Sam membuat Hana langsung menatapnya tajam.


”Apa maksudnya?Apa kamu mengira kalau anak kita tidak waras?”Mendengar nada bicara sang istri membuat Sam menelan ludahnya susah payah.


”Sudahlah lebih baik aku mencari mereka sendiri, dasar taunya cuma menjelekan anaku saja”Ucap Hana membuat Sam menyesal akan kata-kata yang baru saja ia ucapkan tadi.


”Sayang aku minta maaf, aku hanya bicara omong kosong saja tadi”Pria itu sudah mengikuti langkah sang istri menuju kamar mandi.


”Sebenarnya apa yang dilakukan mereka dikamar mandi?”Gumam Hana dengan tangan yang bersiap menegang ganggag pintu kamar mandi.


Ceklek


Saat pintu terbuka, perempuan itu membulatkan matanya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

__ADS_1


”Kalian bertiga keluar”Teriak Hana mengema.


”Eh astaga”Nora yang sedang bermain air langsung terkejut mendengar suara bariton Hana.


Sedangkan Brayen dan Hendry tertidur di bathup yang tidak ada airnya, Hana heran dengan ketiga bocah ini, kenapa juga mereka bisa dikamar mandi.


"Sayang gendong Hendry dan Brayen, aku akan mengurusi Nora”Gadis kecil itu menunduk saat mamanya menatap tajam dirinya.


Dia tidak melakukan kesalahan bukan?


...🍃🍃🍃...


”Maaf Ma”Ucap gadis kecil itu meminta maaf kepada sang Mama..


”Sudahlah janga marah-marah”Ucap Sam mengelus tangan sang istri agar amarahnya meredam.


”Sekarang jelakan apa yang kalian lakukan dikamar mandi malam-malam begini?dan apakah kalain yang membuat keributan di area kolam renang?”Tanya Sam membuat Nora melirik ke Hendry dan Brayen yang sudah tertidur lelap.Gadis kecil itu cemberut karena kini yang kena hukuman hanya dirinya.


”Maafkan Nora Ma,tapi ini bukan salah Nora juga kok, Hendry sama Brayen juga ikut adil”Ucap Nora yang tidak mau disalahkan sendirian.

__ADS_1


Nora menjelaskan semuanya secara rinci, membuat Sam yang mendengar terkejut”Lalu kenapa kalian bisa terkunci dikamar mandi?Kalian tahu kan akses menuju kamar mandi tidak diberi CCTV, jika tadi Mama dan Papa tidak menemukan kalian bayangkan apa yang terjadi dengan kalian bertiga”Ucap Hana lembut membuat Nora menunduk.


"Iya Ma Nora paham Nora minta


maaf”Gadis kecil itu semakin merasa bersalah.


”Sudahlah sebaiknya kamu segera tidur”Ucap Sam membuat Hana mengangguk, mengomeli anaknya juga tidak berguna.


”Baik Ma”Setelah memberikan kecupan selamat malam di pipi kedua orangtuanya, gadis itu terlelap.


Hana memperbaiki selimut anak-anak, kini Brayen juga menginap dimantion karena anak itu sudah tertidur.


”Tuan saya kesini mau mengambil Brayen”Ucap Sekretaris Elnan yang baru saja memasuki kamar si kembar.


”Biarkan dia tidur disini El, kasian dia terlihat sangat mengantuk lagipula sekolah mereka sama.Kamu kirim saja pakaian sekolah Brayen ke sini besok”Jawab Hana karena kasian kalau Brayen harus terbangun.


"Tapi Ny—”


"Menurutlah El, sebaiknya kamu segera tidur”Mendengar suara Tuannya yang terdengar memerintah, Sekretaris Elnan mengangguk lalu pergi meninggalkan kamar si kembar.

__ADS_1


__ADS_2