
Sekarang Hana sudah berada di kamar Violetta kamar dengan nuansa abu abu,kamar yang cukup besar bahkan lebih besar daripada kamar Hana. tentunya lebih mewah apalagi barang-barang di sana jauh sangat berbeda dengan barang barang yang ada di kamar Hana.
"Vio kenapa kamu memanggil ku?apa ada hal yang penting kalau tidak aku akan keluar"bersiap meninggalkan kamar Vio.
"Hey siapa juga yang menyuruhmu keluar dari kamar ini! kemarilah pijat kakiku!"dengan tidak tahu diri menyuruh Hana menyentuh kakinya.
Melihat Hana yang diam mematung Vio merasa kesal.Dia mulai melancarkan aksinya melontarkan kata-kata untuk menyakiti Hana.
"Kenapa kau hanya diam mematung disitu?kau adalah pelayan dirumah ini bukan?makanya cepetan pijat kakiku rasanya pegal"membawa bawa profesi Hana sebagai pelayan.Sejak saat Violetta tahu kalau Hana adalah pelayan dimention Sam, dia mulai menyudutkan Hana mengunakan kata pelayan.
Seolah tidak terpancing dengan kata kata Vio Hana malah memijat kaki Violetta dengan tangannya.
"Apa kau ingat apa yang dilakukan Sam kepadaku?dia menjadikan ku pelayan tapi aku tidak keberatan karena aku mencintainya"Hana memijat kaki Violetta sambil mengajak Vio berbicara.
"Lalu?apa aku harus merasa kasihan denganmu?Tentu tidak kan!"jawab Vio asal dia memang tidak terlalu suka dengan Hana.
__ADS_1
Hana mengembuskan nafasnya kasar sepertinya dia harus ekstra sabar menghadapi wanita yang sekarang ada di depannya.
Bisa bisa dirinya serangan jantung kalau mendengar setiap ucapan Violeta yang setajam silet.
"Hey jangan terlalu kencang"Vio merasakan sakit dikakinya akibat pijatan dari Hana yang terlalu kencang.
"katanya kakimu pegal kalau tidak kencang ya tidak sembuh! Bagaimana sih?"kata Hana dia sebenarnya sengaja memijat kaki Violetta dengan sedikit kencang.
Violetta merasakan bahwa Hana sengaja mengencangkan pijatannya untuk membalas dendam ia pun menyuruh Hana menghentikan pijatannya daripada kakinya tambah sakit.
Hana menghentikan tangannya memijat kaki Vio dia berdiri meninggalkan tempat itu tapi sebelum dia meninggal kan kamar.Hana mengucapkan kata kata yang membuat Violetta bergidik ngeri.
"Okelah aku akan pergi tapi sebelum aku pergi dari kamar ini,ingatlah apa yang akan Sam lakukan padamu jika dirimu berbohong mengenai bayi yang kau kandung!"ancaman Hana membuat nyali Vio merasa menciut.
"Cepatlah pergi!!!"Tidak tahan lagi dengan kata kata yang dilontarkannya hana.jika Hana tidak pergi dari kamar itu bisa bisa berujung pertengkaran.
__ADS_1
Hana meninggalkan kamar Violetta dengan sejuta senyum di wajahnya. dia berhasil memutar balikan kata kata Vio yang setajam silet.
"Awas saja jika wanita itu berbohong mengenai anak yang dikandungnya"gumam Hana melemparkan badannya ketempat tidur.
Telepon Hana yang diletakkan di atas nakas berbunyi dia memincingkan matanya melihat nomor tidak dikenal tertera di layar hendphone.
Nomer tidak dikenal!siapa ya apa Kiran ganti nomer tapi tidak mungkin kalau Kiran deh-Hana-
"Hallo"Hana mengangkat telepon itu mengira telepon dari Kiran sahabatnya.
"Pergi dari hidup Sam jika tidak ingin keluargamu dalam bahaya.Waktumu hanya sampai fajar jika kau tidak pergi juga aku akan membuat nyawa keluargamu melayang"Kata seorang pria dengan suara berat diseberang telepon.
Hana yang tidak mengenal pun menjadi penasaran dengan apa yang dikatakan pria tadi.
"Hallo!Hallo ini siapa?"Tanya Hana kebingungan.
__ADS_1
"aneh kenapa juga aku harus menjauhi Sam hanya karena nomor telepon yang tidak dikenal"Gerutu Hana.