Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 105


__ADS_3

”Berani-beraninya wanita itu berbicara seperti itu dengan mu”Ucap Sam masih dengan amarahnya, bertahun-tahun hidup dengan sang suami membuat Hana sangat paham dengan emosi sang suami yang tidak bisa dikendalikan.


”Sudahlah lagipula aku tidak mempermasalahkan nya, oh iya aku sedari tadi mencari Papah tapi kenapa dia tidak kelihatan ya ”Ucap Hana berniat bertanya kepada sang suami, dia adalah urusan dengan papahnya.Kata Mama Anin tadi papanya sedang menyiapkan kejutan tapi kenapa sedari tadi tidak kelihatan.


”Aku tidak menget...”


Ucapan Sam terpotong saat matanya menatap ke arah panggung dimana papah Arga berdiri disana dengan mic ditangannya.


”Selamat malam semuanya, seperti yang kalian ketahui malam ini adalah malam dimana saya mengadakan pesta untuk merayakan kesuksesan perusahaan Darendra dan Prasaja”Ucap pria paruh baya yang masih kelihatan tampan itu”Pertama-tama saya akan mengucapkan terimakasih kepada putri dan putra saya, berkat kerja keras mereka perusahaan menjadi sangat berkembang”Lanjut pria itu menatap ke arah Hana,pria itu menghela nafas saat tidak menemukan keberadaan putranya Ersen.


Dasar anak itu, kenapa di saat penting seperti ini dia malah tidak terlihat-papah Arga


...🍃🍃🍃...


”Paman Ersen kemana ya, tadi janjinya mau ketoilet tapi kenapa dia tidak kembali-kembali”Gerutu Nora melampiaskan amarahnya kepada saudaranya.

__ADS_1


”Mana aku tahu”Hendry menjawab dengan acuh dia melanjutkan permainannya dengan Brayen.


”Anak-anak ayo kedalam, sebentar lagi pasti acara akan dimulai”Sekretaris Elnan bangkit dari duduknya, dia merapikan jasnya lalu menghampiri anaknya.


”Aku tidak mau kalian saja yang pergi jika kalian mau”Ucap Brayen secara terus terang menolak”Lagipula di sana hanya berisi orang-orang dewasa, kita yang pendek pendek ini ngapain disana.Yang ada kita akan menjadi seekor semut”Inilah akibatnya jika terlalu lama bergaul dengan Ersen, seharunya Sekretaris Elnan tidak terlalu mendekatkan anaknya kepada Ersen.


”Aku juga!lebih baik kita bermain di sini”Seru dua saudara kembar itu bersamaan membuat Sekretaris Elnan mengangguk.


”Bibi tolong jaga anak-anak,jika ada masalah kalian cari saja aku”Ujar sekretaris Elnan,mau bagaimanapun juga dia harus menemui rekan kerjanya.


Setelah mamastikan paman Elnannya pergi dari taman, Nora menghela nafas lega”Yuhu kita akhirnya bebas”Ucap Nora kegirangan.


”Bagimana kalau kita jalan-jalan di sekitar Mantion”Seru Nora melirik saudaranya memohon.


”Jangan berbuat ulah, ini adalah acara penting Bibi Hana dan Paham Sam”Ujar Brayen memperingati membuat gadis itu tersenyum cengengesan.

__ADS_1


”Janji kok tidak berbuat ulah hanya jalan-jalan, benarkan Hen?”Tanya nya melirik Hendry membuat Hendry memutar bola matanya malas tapi dia kemudian tersenyum.


”Oke ayo kita jalan-jalan”Ucap Hendry berubah semangat membuat Brayen terdiam.


”Aku tidak ikut kalian saja”Ucapan Brayen membuat raut wajah gadis itu berubah masam.


”Pokoknya kamu harus ikut, kalau tidak aku marah sama kamu”Ucap Nora bersiap mengancam membuat Brayen mengangkat bahunya acuh.


”Silahkan saja aku tidak peduli”Jawahnya acuh.


”Hua hiks hiks Brayen jahat hiks.....”anak itu malah menangis dengan tangan yang mengguncangkan bahu sang saudara dengan kasar, membuat Hendry menatap Brayen memohon.


”Ayolah kalau kau tidak ikut Nora akan menagis dan merengek semalaman disini”Bisik anak laki-laki itu menatap Brayen memohon sedangkan yang ditatap menghela nafas.


”Sudahlah berhenti menagis, aku akan ikut”Jawab anak itu akhirnya membuat senyum seketika terbit dari wajah cantik Nora.

__ADS_1


”Brayen kau yang terbaik!kalau begitu Let's go !”wajah Nora lengsung ceria seketika dia menghapus ingusnya mengunakan tangan lalu merangkul pundak Brayen.


__ADS_2