
Cahaya matahari masuk kedalam celah-celah jendela kamar seorang wanita,wanita itu membuka matanya perlahan mencoba menyesuaikan cahaya yang memasuki kamarnya.Dia mengeritkan dahinya heran saat melihat sang suami sudah tidak ada di kamar.
”Apakah Tuan sudah berangkat?”Tanyanya setelah turun dari tangga dengan baju kantor,dia memang akan bekerja namun berangkat agak siang.
”Iya Nyonya,Tuan tidak mau menganggu tidur anda oleh karena itu dia tidak pamit”Jawaban pelayan membuat perempuan itu mengangguk mengerti, dia tadi memang tidur lagi.
”Baiklah terimakasih, Oh iya dimana Papa dan Mama? Kenapa sedari tadi aku tidak melihatnya?”Tanya Hana yang tidak melihat keberadaan mamanya.
”Tuan dan Nyonya besar sudah kembali ke Indonesia tadi pagi, jika anda sudah bangun anda disuruh menelepon Tuan besar,Nyonya”Perkataan pelayan membuat Hana agak terkejut, kenapa papa dan mamanya pulang secepat ini?
”Baiklah”Jawab Hana lalu berjalan menuju kamar anak-anaknya.
”Good morning everyone”Ucap Hana dengan suara yang menggelegar membuat Nora menyipitkan matanya, gadis kecil itu berpura-pura masih tidur sedangkan Hendry dan Brayen masih tertidur lelap.
”Bangun sayang kalian berdua akan ada les khusus hari ini dan Brayen juga harus pulang karena Papanya sudah sangat kawatir”Ucap Hana lembut sambil menggoyangkan lengang Hendry.
__ADS_1
Nora terbangun langsung meloncat kepelukan Mamanya membuat Hana reflek menangkap anak itu”Ckk kebiasaan”Gerutu Hana yang malah membuat Nora terkekeh.
”Aku mau segera mandi Ma”Ucap gadis itu setengah sadar, bahkan satu matanya masih terpejam.
...🍃🍃🍃...
Setelah selesai membangunkan anak-anak Hana menghubungi Papanya, pasti kedua orangtuanya masih berada di perjalanan.
”Hallo Sayang”Jawab Papa Hana.
”Kamu tahu kan Angga di rumah sendirian lagipula mama dan papa juga mempunyai banyak urusan di Indo, oh iya papa sudah taro kejutannya di meja kerja Sam”Ucap Papa Hana membuat Hana tersenyum, dia jadi penasaran akan kejutkan yang diberikan oleh kedua orangtuanya.
”Ok aku cek dulu”Hana berjalan menuju ruang kerja Sam, dia langsung membuka pintu dengan tidak sabaran.Matanya melirik sebuah amplop coklat yang ada di atas meja kerja Sam.
Dengan bibir yang terus tersenyum Hana membuka dan membacanya, seketika senyumnya terbit”Wah ini sangat berarti untukku Pah, terimakasih”Ucapnya sangat bahagia.
__ADS_1
Bagaimana dia tidak bahagia, Hana mendapatkan surat ijin pembangunan dengan skala besar oleh pemerintah ”Begaimana Papa bisa mendapatkan ini?”Tanya Hana semakin penasaran.
”Tebak?”
”Ayolah Pah Mah jangan main tebak-tebakan”Ucapnya mengerutu membuat Mama Anin dan Papa Arga terkekeh.
”Papa menyerahkan rancangan desain yang kamu buat beberapa tahua lalu”Jawaban Papa Arga membuat mata Hana seketika membulat.
”Hah bagaimana bisa? bahkan aku sendiri sudah menghilangkannya lagipula itu merupakan rencana pertamaku dan aku merasa tidak yakin dengan rancangan itu ”Jawab Hana, dia sendiri tidak yakin dengan rancangannya, namun dengan rancangan itu mampu membuat pemerintah mensetujui ijinnya.
”Lakulan yang terbaik yang kamu bisa,kalau begitu mama dan papa tutup terlebih dahulu”Hana mengangguk dan mengucapkan terimakasih.
”Hallo Syera kamu kirim data mengenai proyek di Kota A”Ucapnya kepada sang sekretaris yang kini tengah disingapura karena sedang melakukan perjalanan bisnis, seharunya Hana tapi karena Hana sedang sibuk jadilah sekretarisnya yang mengantikan.
”Baik Nyonya, namun apakah anda akan menjalankan proyek itu kembali?”Tanyanya.
__ADS_1
”Benar, selesaikan urusannya dan aku akan memberikanmu kabar baik”Ucap Hana setelah itu mematikan sambungan teleponnya.