Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
kecelakaan motor ( pov freya)


__ADS_3

Sore itu kami langsung berangkat kembali kekota . Karena sanu liburnya satu hari saja .saat di perjalanan ada sedikit masalah, pada saat kami akan singgah di bengkel motor untuk mengganti oli belum sempat masuk ke area bengkel tiba tiba ada motor melaju kencang dari arah belakang kami dan bruukkk...terjadilah kecelakaan lebih tepatnya kami ditabrak dari arah belakang sampai kami terpental jauh.


" aduuhh...sakit san " adu ku pada sanu mataku sudah memerah menahan tangis saking sakit nya dan badan ku juga gemetar gara gara kaget.


" kamu tidak apa apa , apa ada yang terluka, mana yang sakit?" tanya sanu beruntun saat menghampiri ku .


Ya kami jatuh nya terpisah jauh sanu langsung berlari ke arah ku tanpa mempedulikan lukanya pedahal sepertinya dia yang lebih parah luka nya.


" kaki ku sakit ... Hik..hik,,,mana lagi sendal ku ?" akhirnya keluar juga tangis ku sudah kaki sakit sendal hilang celana robek akibat gesekan alspal, lengkap lah sudah penderitaan ku.


"sudah jangan menangis biar nanti aku yang cari... ayo kita ke sana biar aku gendong " ucap sanu lalu lalu aku di gendong di bawa ke rumah yang punya bengkel .setelah mengantar kan aku sanu kembali ketempat tadi untuk menyelesaikan masalah ini meminta pertanggung jawaban orang yang menabrak kami.

__ADS_1


Dan orang itu tetap menyalahkan kami .pedahal kami tidak berhenti di tengah jalan ,kami berhenti di pinggir jalan tepat di depan bengkel itu pun berhenti nya tidak mendadak hanya saja kami belum trun dari motor.


Untung yang punya bengkel menjelaskan pada orang orang, kalau kami tidak salah.kami berhenti lumayan lama bukan mendadak jadi orang yang menabrak mau tanggung jawab.


" san berapa orang itu ngasih buat biaya .cukup ga buat benerin motor sama bayar tukang urut.?" aku bertanya sambil meringis menahan sakit saat sanu sudah datang.


" cukup ...karena motor nya tidak terlalu parah rusaknya dan kita dan kita juga tidak terlalu parah luka nya hanya lecet dan kseleo saja kan " jawab sanu sambil memeriksa luka pada kaki ku.


"ya walaupun tidak parah tetap saja aku msih tauma liat nih tangan ku saja masih gematar " ucap ku sambil memperlihatkan tangan ku.


" tidak perlu minta maaf ini bukan salah kamu.,Ini musibah " ucap ku agar sanu tidak sedih lagi.

__ADS_1


" kita panggil tukang urut saja ya selagi motor nya di benerin biar keseleo nya hilang dan tidak sakit besoknya." kata sanu memohon.


Setelah dibujuk akhirnya aku menyetujui sanu memanggil tukang urut .sebenarnya aku tak suka bila diurut karena pasti rasanya sakit .tapi kata sanu dari pada besok sakit pada saat kerja lebih baik sekarang saja lagipula sakit nya tidak akan lama .kalau tidak diurut maka skit nya akan bertahan lama begitulah cara sanu membujuk ku.


Ternyata rumah tukang urutnya tidak jauh hanya jarak nya beberapa rumah saja pantesan cepet datang nya.


" siapa dulu yang mau diurut ?" tanya si bibi tukang urut sambil melihat ke arah ku dan ke sanu bergantian.


" pacar saya saja dulu bi ,saya mah gampang " jawab sanu santai.


" ehh...kamu saja duluan san habis kamu baru aku atau aku ga jadi nih." ancam ku pada sanu .

__ADS_1


terpaksa sanu mengalah dari pada aku tidak mau .


" huu..ya sudah deh tapi habis aku langsung kamu ya , jangan banyak alasan " ucap sanu sambil menghela nafas.


__ADS_2