Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 28


__ADS_3

Hana melihat bangunan yang Ia rindukan beberapa waktu lalu.


Posisi Hana sekarang berada disebuah kampus cukup besar di kota XXX.


Hari ini adalah hari pertama Hana masuk kampus setelah sekian lama.


Bahagia?itu memancar aura Hana saat ini.


Hana memasuki kampus tersebut.


Saat Hana melewati Jalan menuju Kantin bayangkan tentang Sam berputar.


Kiran yang melihat sahabatnya termenung, mengengam tangan Hana erat.


Kiran tahu jika melupakan seseorang yang kita cintai itu sangatlah sulit tidak semudah mengembalikan telapak tangan.


"Hana?Kamu Hana kan?"ucap seorang pria melihat Hana dari bawah sampai atas.


"Kak Dion?"Kata Hana mengamati wajah pria itu.


"Benar kan ini kamu!Kamu Ngampus lagi Han?"Tanya Kak Dion yang merupakan atasan Hana dikampus.


"Iya Kak"jawab Hana.


"Yaudah,ya kak Aku permisi dulu!Ayo Kiran"Kata Hana menarik tangan Kiran agar segera pergi dari sana.


"Bay bay Kak Dion"Kiran melambai-lambai kan tangan ke arah Kak Dion.

__ADS_1


Kamu tetap nggak berubah Han, tetap menolakku-Dion-


Kantin


Hana dan Kiran sedang menikmati segelas coklat dingin yang sama cocok untuk suasana panas saat ini.


"Kamu serius Han mau ambil tambahan kelas?"tanya Kiran pada sahabatnya itu.


"Serius,lebih cepat aku menyelesaikan kuliah lebih cepat aku mewujudkan mimpi Ibu"jawab Hana, sekarang hanya itu tujuannya.


Kiran manguk manguk mengerti.


"Boleh Gabung?"Tanya Dion,tanpa persetujuan Hana dan Kiran dia langsung duduk.


"Ma"belum selesai Hana berbicara Kiran sudah memotong nya"Boleh Kak,"jawaban Kiran membuat Hana mendengus kesal.Dia tahu maksud sahabat itu mengijinkan Dion duduk semeja dengan nya.


Dion menatap Hana yang sibuk memainkan hendphone.


Hana memang sedang mencari lowongan pekerjaan lewat online.


Tidak mungkin Hana terus-terusan merepotkan sahabatnya Kiran.


Walaupun Kiran tidak bilang direpotkan tapi Hana tidak enak.


Hana mencoba mencari lowongan pekerjaan online yang cocok untuk dirinya itung-itung bisa menambah uang jajan kuliah nya.


Kiran yang melihat Hana memainkan handphonenya geram.

__ADS_1


Kiran mengambil handphone Hana dan melihat Hana sedang melakukan apa sebenarnya.


"Kamu mau cari pekerjaan ya Han?"tanya Kiran mendapat anggukan kepala dari Hana.


Dion yang mendengarnya pun tersenyum dia berniat menawarkan lowongan pekerjaan pada Hana.


"Kamu mau cari pekerjaan Han?Kalau kamu kamu teman Kak Dion sedang butuh karyawan diCaffe ya tapi gajinya nggak terlalu besar"kata Dion menawarkan pekerjaan di sebuah Caffe. Hana yang mendengar nya pun berbinar.


"Kalau boleh tahu di mana Kak itu ,Hana setuju setuju aja yang penting Hana bisa bekerja"Kata Hana.


"Nanti Kak Dion kasih alamatnya"Ujar Dion pada Hana.


Mereka sudah tidak kaku lagi.


Hana, Dion ,dan Kiran berbincang-bincang layaknya seorang teman.


Karena waktu semakin siang Kiran pulang dulu meninggalkan Hana yang harus mengikuti kelas tambahan.


Sedangkan Dion juga ikut pulang bersama Kiran karena ada kepentingan tersendiri.


Kini tinggal Hana yang berada di kampus beserta mahasiswa atau mahasiswa yang mengikuti kelas tambahan.


Sekitar pukul tiga sore Hana sudah sampai di rumah Kiran.


Badannya terasa remuk karena menjalankan aktivitas yang cukup banyak seharian ini.


Hana segera masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri sementara Kiran sedang sibuk berkutat dengan laptopnya.

__ADS_1


__ADS_2