
Saat ini Hana sedang berada disebuah Caffe tempat Ia bekerja.
Hari ini Hana melamar pekerjaan yang Dion tawarkan kemarin dan beruntungnya Hana diterima lalu bekerja saat ini juga.
Dalam bekerja Hana sangat cekatan.Lelah? pasti itu Hana rasakan dari tadi pagi Hana kuliah sesudah itu dia pergi ke Caffe untuk bekerja.
Tapi namanya hidup jika tidak lelah bukan hidup namanya.
Dengan menyibukkan diri Hana kira akan membuatnya melupakan rasa sakit hatinya.
Rumah Kiran
Hana sampai dirumah Kiran cukup sore. Dia segera melompat ke tempat tidur Kiran. Mental toel hidung Kiran agar terbangun dari tidurnya.
"Kiran, Kiran Kamu tuh ya kalau tidur kebo nya minta ampun"gumam Hana. tidak mendapatkan respon dari Kinan akhirnya Hana segera pergi ke kamar mandi untuk mandi.
Kiran yang mendengar gemericik air di kamar mandi pun terbangun dia sudah menduga kalau Hana yang mandi tiba-tiba pintu kamarnya diketuk .
Kiran berjalan tergopoh-gopoh membuka pintu karena ia sangat mengantuk terlihatlah Bibi Wati mematung di sana.
__ADS_1
Gadis itu mengeritkan dahinya.Tumben sekali BiBi Wati mencarinya.Apakah ada hal penting pikir gadis itu.
"Ada apa Bi?"Tanya Kiran setengah sadar sambil melihat sebuah kertas yang dipegang Bibi Wati.
"Ini Non,Nona Hana dapat kiriman"Kata Bi Wati menyodorkan sebuah kertas kepada Kiran.
"Baiklah Bi terimakasih"Setelah mengucapkan terimakasih Kiran menutup pintu kamar.Dia melihat surat itu yang langsung membuat hatinya mendidih.
Dasar Pria kurang ajar berani beraninya dia mengundang Hanaku setelah menyakitinya-Kiran-
Hana keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian tidurnya.Wanita itu menatap Kiran yang menunjukkan raut wajah tak bersemangat.
"Nih, dapet undangan dari sang mantan"Ucap Kiran kesal menyerahkan kertas yang lumayan tebal ke Hana.Hati Hana terlonjak kaget melihat tulisan di kertas itu.
Violetta Werder & Samuel Prasaja
Apa dia sengaja, mengundangku hanya demi menyakiti hatiku-Hana-
Hana membaca surat undangan Sam dan Violetta.Hana tersenyum bahkan acara pernikahan itu dilakukan di gedung milik keluarga Darendra.Dimana itu merupakan gedung pernikahan terbesar di Amerika.
__ADS_1
Aku akan datang setidaknya aku akan bahagia melihatmu bahagia sayang,entah kepan perasaan ini hilang nantinya-Hana-
Kediaman Prasaja
Violetta sedang meminum sebuah wine yang tidak terlalu keras.Wanita itu tidak memikirkan bayi yang dikandungnya.Dia tertawa karena rencana mengundang Hana berhasil.
Ya memang Violetta lah yang mengirimkan undangan pernikahan nya.
Berniat membuat hati Hana semakin sakit.
Aku menyukai hidup ini,dan jika dibayangkan menjadi istri Sam tidak buruk aku akan selalu bisa menikmati indahnya hidup bergelimang harta.Dan untuk Ryan dia pria yang tidak berguna sama sekali, setelah menikah dengan Sam aku akan mengatasi pria itu-Violetta-
Setelah mendapat kan segalanya Violetta semakin tamak akan harta bahkan berencana membuang Ryan jauh jauh dari hidupnya.Dia bahkan membohongi Keluarga nya sendiri dengan bilang hamil karena sudah sah menjadi istri Sam.
Betapa bodohnya Keluarga Werder, Keluarga itu percaya begitu saja.
Bahkan Ragam Werder bangga dengan putrinya berhasil mendapatkan hati seorang Samuel Prasaja.
Samuel sendiri tidak ikut campur mengenai acara pernikahannya dia memilih menyerahkan urusan itu pada Violetta.Dia tidak tahu saja apa yang dilakukan Violetta.
__ADS_1