
2 bulan kemudian...
Hari ini tidak seperti biasanya Sam pulang larut malam dari kantor karena sangat banyak dokumen yang menumpuk.Pria itu melangkahkan kakinya menuju arah dapur melihat kekanan kekiri.Jarang sekali mention sangatlah sepi padahal ini baru menunjukkan pukul 22.00 malam.
Saat melihat arah tangga Sam mendapati pelayan Tina turun dari arah tangga.Dia mencoba bertanya kepada pelayan Tina dimana pelayan pelayan dimension dan juga istirnya Hana.
Biasanya Hana selalu menunggu Sam walaupun Sam pulang larut sekalipun tapi hari ini Hana tidak seperti biasanya.Sedangkan keadaan Mention seratus persen sangat beda, suasana mention sangatlah sepi.
"Dimana semua pelayan, apakah mereka sudah tidur?"Tanya Sam,pelayan Tina berjalan mendekat ke arah Sam.Dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Semua pelayan sudah tidur dikamarnya masing-masing Tuan,kalau nyonya Hana saya tidak tahu! kayaknya nyonya Hana sudah tidur"Ucap Pelayan Tina.
Rencana ku malam ini harus berhasil apapun yang terjadi-pelayan Tina-
Cih..
Samar-samar pelayan Tina mendengar suara Sam yang mendengus kesal.Seulas senyuman terbit di bibir Pelayan Tina.
__ADS_1
"Buatkan aku jus jeruk!"perintah Sam.Pelayan Tina segera membuat kan jus jeruk untuk Sam.
Pelayan Tina sudah berada di dapur membuat kan Jus jeruk, tangannya menyelusup ke kantung seperti mencoba mencari sesuatu.Pelayan Tina mengeluarkan sebuah bubuk kecil dari dalam sakunya lalu mencampurkan bubuk tersebut kedalam jus jeruk nya dengan tersenyum-senyum.
"Ini Tuan"ucapnya menyerahkan jus jeruk kepada Sam.Tanpa curiga Sam langsung meneguk jus jeruk itu dalam Sekali tandas.
Jus itu habis dalam sekejap.
Sam segera pergi menuju kamarnya untuk membersihkan diri.Belum sampai ditangga tanggan Sam sudah dipegang oleh pelayan Tina.
"Lancang sekali kau cepat lepaskan tanganku"ucap Sam setengah membentak melihat tangan pelayan tina menempel di pergelangan tangannya.
Tanpa menunggu Jawaban dari Sam.Pelayan Tina memapah tubuh Sam menaiki tangga satu persatu.
Ditengah perjalanan Sam menghentikan langkahnya merasakan tubuhnya panas.
"Panas"Ucap Sam setengah sadar, tatapan matanya semakin sayu.Sepertinya Obat yang diberikan pelayan Tina tadi adalah obat perangsang.
__ADS_1
Pelayan Tina Ingin memiliki Sam seutuhnya.Dia tidak berpikir sebelum melakukan rencana gila itu.Sekarang yang ada di pikirannya adalah mendapatkan Sam dan mendapatkan Sam.
Sam sudah dibawa ke kamar tamu oleh pelayan Tina.Pelayan Tina membaringkan Sam,pria itu hanya menurut saja tatapan matanya semakin sayu.
Ditengah aksi pelayan Tina membuka kemeja Sam,Sam setengah sadar mencoba menghindari Pelayan Tina.
"Kau mau apa kau! cepat pergilah"ucap Sam sambil menahan sesuatu.
"Kita akan bersenang-senang sayang tunggulah"ucap pelayan Tina dengan tidak tahu malunya.
Sam bangkit dari tempat tidur mencoba mencari cari benda untuk digunakan memukul pelayan Tina.
"Pergi kau"kata Sam dengan suara seraknya.
Pelayan Tina mendorong badan kekar Sam tetapi tidak berhasil.Sam berlari menuju arah pintu,dirinya mencoba membuka pintu tersebut.
"Percuma sayang kamu tidak akan bisa membuka pintu itu, kuncinya ada padaku"kata Pelayan Tina sembil memperlihatkan kunci pintu kepada Sam.
__ADS_1
Sam yang saat ini setengah sadar mengumpat sumpah serapah kepada pelayan Tina.Sam mengedor pintu semakin kuat berniat mendobrak pintu itu dengan setengah tenaganya.