
Sementara itu di dalam kamar, Ersen membiarkan Indah tertidur sedangkan dirinya membersihkan diri.Ersen keluar dari dalam kamar mandi dengan pakaian lengkap.
Tok
Tok
Tok
"Ersen Ini Mama"Ersen berjalan menuju pintu untuk membukakan pintu sang Mama, dia heran kenapa Mamanya ke sini.
"Ada apa Ma?"Tanyannya, Ersen menatap pantulan dirinya di cermin lalu menyemprotkan parfumnya.
Mama Anin menatap Indah yang tertidur pulas,dia juga bisa melihat susu yang di siapkan pelayan masih utuh belum tersentuh.
Perlahan Mama Anin mendekati menantunya dan mengulurkan tangannya menyentuh kening Indah.
”Astaga"Ucap Mama Anin membuat Ersen menoleh, Mama Anin sudah mengira ada yang tidak beres dengan Indah, karena biasanya Indah akan bangun pagi-pagi sekali membantu nya memasak.
__ADS_1
Ternyata dugaannya benar"Ersen panggilkan dokter keluarga, badan istri kamu panas banget"Kata Mama membuat Ersen segera mengecek suhu tubuh Indah.
"Bagaimana bisa? padahal kemarin dia baik-baik saja, kenapa sekarang seperti ini?"Gumam Ersen dengan panik, dia menghubungi dokter keluarga untuk segera datang ke kediaman utama.
"Sayang bangun"Mama Anin menguncang pelan bahu Indah agar perempuan itu bangun.
Perlahan Indah membuka matanya, dia merasa kedinginan dan pusing yang amat di kepalanya, badannya tidak enak.Bahkan perutnya juga berputar-putar hingga membuat dirinya ingin muntah.
"Maaf Ma, Indah bangun kesiangan ya?"Kata Indah mencoba untuk bangun namun Ersen menahannya dan memberikan tatapan tajam.
"Dasar keras kepala,cepat kembali berbaring! sebentar lagi dokter akan datang untuk memeriksa dirimu"
Indah menatap jam, ternyata sudah jam 8 pagi.Kenapa dia seterlambat ini bangun.Biasanya Indah bangun sekitar jam setengah 6.
Seorang dokter wanita datang, usia dokter itu sama seperti Mama Anin”Rin, akhirnya kamu datang!Cepat rawat menantuku,dia sedang hamil"Kata Mama Anin menatap dokter Ririn.
"Kalian bisa keluar dahulu, aku akan memeriksa menantu mu"Ersen dan Mama Anin meninggalkan kamar.
__ADS_1
"Lama sekali"ucap Ersen menatap pintu kamarnya yang tertutup, dia sangat kawatir dengan keadaan Indah dan anaknya sekarang hingga membuatnya tidak bisa diam.
"Kamu seharusnya lebih memperhatikan Indah”Kata Mama Anin menasehati sang anak.
"Iya Ma, Ersen minta maaf"Ersen hanya menunduk dihadapan sang Mama.
Tidak lama kemudian Dokter Ririn keluar dari kamarnya, Ersen langsung mencerca dokter tersebut dengan berbagai pertanyaan.
"Bagaimana kondisi istriku dok?Apa dia baik-baik saja? Bagaimana dengan kehamilannya?"Tanya Ersen membuat Dokter Ririn tersenyum menatap Mama Anin.
"Kamu sudah besar ya!bahkan mau menjadi seorang Ayah, tenang saja istri kamu baik-baik saja.Itu hanya efek dari kehamilannya.Aku sudah memberikan obat pereda pusing dan mual,untuk tiga bulan ini kamu harus menjaga istrimu dengan baik"Ersen mengangguk mendengar penjelasan dari Dokter Ririn.
"Ayo Rin makan dulu sambil berbincang-bincang di bawah"Kata Mama Anin mengajak sahabatnya itu untuk berbincang agar Ersen bisa menghabiskan waktunya bersama Indah.
"Bagaimana keadaanmu?Apa cukup membaik?"Tanya Ersen membuat Indah mengangguk.
"Lumayan membaik, Oh iya dimana Mama Anin? aku ingin mengucapkan terimakasih!"Ucap Indah membuat Ersen menatap dirinya lalu menghela nafas.
__ADS_1
"Dia ada di bawah,aku yang akan mengurusmu!bukan Mama ataupun orang lain"Ucap Ersen serius sambil membukakan obat yang diberikan dokter tadi untuk diminum Indah.
"Setelah minum obat aku akan menyuapimu makanan, perutmu pasti kosong karena tadi malam kamu belum makan"Kata Ersen menyerahkan air putih kepada Indah.