Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 74


__ADS_3

Selesai dengan acara mandi- mandinya Hana dan Sam sudah lengkap dengan pakaian santainya.Hana terlihat cantik dengan pakaian yang menutupi seluruh lehernya, sendangkan Sam tampak tampan dengan kemeja hitam yang melekat di tubuhnya.


"Sayang kita nanti akan kemana?"Tanya Hana kepada Sam.


"Kamu ingin kemana? aku akan mengantarmu Tuan Putri"Kebiasaan pria itu yaitu menggombal dan hal itu mampu membuat wajah Hana bersemu merah.


"Kalau begitu aku ingin ke salah satu tempat perbelanjaan sovenir,itu terdapat di pasar tradisional dekat sini,kemarin aku membeli sovenir tapi tidak terlalu lengkap"Ucap Hana dalam kata lain wanita itu ingin berburu sovenir di pasar tradisional karena harga dan kualitas sangat bagus.


"Apapun untuk mu"Ucap Sam merangkul pundak Hana kemudian dia berjalan keluar kamar.


Pasar Sukawati adalah pasar seni yang berdiri paling lama di Bali, dan dianggap sebagai 'ibu' pasar seni di pulau tersebut. Diberi nama seperti nama desa tempatnya berada yang terkenal dengan komunitas seniman tradisionalnya seperti pematung, pelukis dan penari, Pasar Sukawati sering dijadikan sebagai highlight dalam tur.


Pasar ini yang pertama kali muncul dalam pikiran untuk mendapat berbagai pilihan souvenir dengan harga murah dan berkualitas.


Mobil Sam sudah sampai di pasar tradisional Bali,Hana mengengam tangan Sam dan mengajak pria itu untuk mengelilingi Pasar.


Wajah Hana berbinar saat matanya menyapu beberapa aksesoris khas Bali.Dan tas rajut yang sangat indah.

__ADS_1


"Sayang ayo kita kesana"Ajak Hana pada Sam sambil menunjuk ke salah satu penjual di pasar tradisional tersebut.


Sam mengangguk dan membawa Hana mendekati penjual itu.Mata Hana berbinar,dia melihat-lihat kain batik khas Bali.


"Sayang yang ini"ucap Hana menyuruh Sam untuk membelikan kain batik yang di pegang nya.


"Saya beli yang ini Bu"Ucap Sam pada ibu-ibu penjual kain batik.


"Berapa nak"tanya ibu-ibu itu.


"Dua kain batik yang di pengang Istri saya"Ucap Sam,Tak lama kemudian penjual itu membungkus kain batik yang Hana pilih.


Sam mengeluarkan uangnya dan membayar belanja Hana dengan uang lima ratus ribu rupiah.


"Untuk ibu saja sisanya"Ucap Sam.


"Terimakasih banyak ya nak"ucap ibu tersebut berterimakasih.

__ADS_1


Sam dan Hana meninggalkan tempat itu dan beralih ke tempat lain.


Mata Sam menyapu topi rajut yang sangat pas untuk istrinya,dia menghentikan langkahnya dan membawa Hana mendekati toko itu.


"Sayang ini sangat indah untuk mu"ucap Sam,dia meletakkan topi yang baru dia ambil di kepala Hana dan terlihat sangat indah dan cantik.


Hana mengangguk"benar ini sangat indah"Ucap Hana.


Sam membayar topi tersebut dan kembali berkeliling pasar tradisional bersama istrinya.


"Sayang kamu tidak lelah?kalau kamu lelah kita istirahat saja dulu ya"Ucap Sam sembari mengusap peluh keringat di wajah istrinya.


Hana menggeleng dia tidak lelah hanya saja terlalu antusias dan disini sangat panas.


"Aku tidak lelah kok ,ayo aku ingin berkeliling di pasar ini"ucap Hana meyakinkan Sam bahwa dirinya tidak sedang lelah.


Sam mengangguk dan melanjutkan langkahnya,tapi tiba-tiba Hana menabrak lengan seorang wanita cukup tua yang berusia sekitar tiga puluh sembilan tahun.

__ADS_1


"Maaf Bu saya tidak sengaja"ucap Hana mengunakan bahasa Inggris.


Wanita itu tersenyum dan melanjutkan langkah kaki nya bersama sang suami.


__ADS_2