
Setelah rapat di tunda karena Ersen mengurusi istrinya, akhirnya rapat kali ini di laksanakan dengan kehadiran Ersen.
Papa Arga duduk di tengah-tengah antara anggota dewan"Saya mengumpulkan kalian kesini dengan tujuan memperkenalkan anak saya sebagai pengganti saya"Kata Papa Arga menatap anaknya.
"Bukankah itu anak laki-laki Arga yang menjalankan perusahaan di Amerika?"Tanya Salah satu dewan.
"Benar aku mendengar kalau perusahaan itu berkembang pesat dibawah tangannya"
"Ada yang tidak setuju dengan keputusan saya?"Tanya Papa Arga menatap rekan kerjanya.
Semua setuju dan menerima Ersen sebagai pengganti Ayahnya, Ersen memperkenalkan diri.Banyak para pegawai wanita yang terpesona dengan wajah Ersen namun semua itu memilih menjauh karena Papa Arga mengumumkan bahwa Ersen sudah menikah dan akan memiliki anak.
Banyangkan saja betapa hancurnya hati para wanita-wanita itu.
"Pah aku ingin Elang menjadi sekretarisku dan mengurus perusahaan disini"Kata Ersen menginginkan Elang bekerja kembali bersamanya.
Kini Ersen sedang berada di ruangan Papanya"Lantas perusahaanmu bagaimana?Kamu ingin kakakmu Hana mengurusinya seorang diri?"Ucap Papa Arga tidak menyangka dengan jalan pikiran anaknya.
"Ada sekretaris Elnan, dia akan membantu mengurus perusahaan dan Kak Sam juga bisa mengurusnya"Ucap Ersen,dia tidak mungkin melepaskan sahabat sekaligus orang yang sangat dia percaya.
"Baiklah aku akan membicarakannya dengan Kakamu nanti, ngomong-ngomong bagaimana dengan Indah?Kata Mamamu tadi dia demam tinggi!"
__ADS_1
"Aku sudah mengurusnya, kalau begitu aku pamit dulu mau bekerja"Papa menatap putranya dengan tatapan sulit diartikan.
Dasar anak itu.
Namun lepas dari segalanya, dia bahagia karena Ersen segera mempunyai anak dan sudah menikah.Rencananya dia akan mengadakan acara kecil-kecilan untuk pernikahan Ersen dan Indah.
"Bagaimana dengan Indah?"Tanya Ersen kepada pelayan melalui sambungan telepon rumah.
"Nona Indah berada di taman Tuan"Kata pelayan itu membuat Ersen menghubungi telepon Indah.
"Ada apa?"Jawab Indah.
"Kenapa kamu di taman?bukankah tadi aku menyuruhmu untuk istirahat di kamar, dasar tidak patuh"Kata Ersen memarahi Indah, pasalnya kondisi Indah belum cukup membaik.
"Hmm"
"Saat pulang nanti kamu menginginkan Apa?"Tanya Ersen mengingat Indah sedang hamil,dia ingin memberikan sesuatu untuk Indah.
"Aku hanya ingin jalan keluar"Jawab Indah yang merasa bosan di rumah, bahkan Kini Mama Anin sedang berada di butiknya.
"Aku akan mengirimkan supir untuk menjemputmu, kamu bisa main-main ke perusahaan"Kata Ersen membuat wajah Indah langsung berubah cerah.
__ADS_1
"Benarkah?"
"Hmm, namun jangan lupa membawa obatmu.Aku akan pulang cukup malam mengingat banyaknya pekerjaan"Kata Ersen membuat Indah mengangguk setuju walaupun Ersen tidak melihatnya.
"Ok"
"Jalan berlari"Teriak Ersen saat Ia mendengar suara langkah kaki yang terburu-buru.
"Iya-iya..”
"Bawa pakaian yang cukup tebal, di luar gerimis"Kata Ersen melirik jendela ruangan, Ia tidak ingin Indah kedinginan mengingat wanita itu baru saja demam dan mengeluh kedinginan.
”Iya"Jawab Indab sambil memilih pakaian.
"Tunggulah sebentar lagi, mobilnya akan segera datang"Kata Ersen sesekali melirik leptonnya.
"Aku akan menutup teleponnya”Tanpa menunggu jawaban dari Indah, Ersen sudah menutup sambungan telepon.
Erica?
Ersen menatap hendphone yang sedari tadi berdering"Hallo sayang,maaf ya aku baru menghubungi dirimu"Kata Erica menyambut Ersen dengan senyuman.
__ADS_1
Mereka melakukan Vidio call, mendengar suara Erica membuat hati Ersen menghangat.