
"Ingatan apa ini",Kata Sam,dia bingung anak kecil yang di panggil Samuel itu adalah dirinya tapi siapa kedua orang itu?
"Saya boleh masuk Nyonya?"tanya dokter yang Hana panggil tadi,Hana menyahut menyuruh dokter untuk segera memeriksakan suaminya.
Kini dokter keluarga Sam yang bernama Zain itu sedang memeriksa Sam, dokter itu tersenyum di sela-sela memeriksa Sam.Hana mengeritkan dahinya saat melihat senyum dibibir dokter tersebut,dia binggung kenapa dokter tersenyum,apa Sam baik'-baik saja pikir wanita itu berkecamuk.
"Bisa saya berbicara dengan anda nyonya"Tanya Dokter Zain kepada Hana.
Hana dan Dokter Zain kini sedang duduk di sofa kamar Sam. Dokter Zain menarik nafasnya dalam sebelum mengatakan mengenai sakit yang di deritanya Sam.
"Begini nyonya saya akan menyampaikan kabar bahagia, amnesia Tuan Sam akan segera pulih untuk beberapa bulan ini "Ucap Dokter Zain membuat Hana bernafas lega,dia mengira bahwa suaminya mempunyai penyakit parah.
"Terimakasih Dok,saya akan menjaga kesehatan suami saya"Kata Hana menjawab.
"Kalau begitu saya permisi dulu Nyonya"Pamit Dokter Zain.
__ADS_1
Hana mengantarkan Dokter Zain sampai depan mention, setelah melihat mobil Dokter Zain menghilang dari pandangannya,Hana kembali ke kamar untuk menjaga sang suami.
"Sayang sudah baikan kan?ini aku bawakan bubur,kamu makan bubur ini dulu setelah itu minum obat"Hana membantu Sam untuk duduk dengan hati-hati.
"Terimakasih"Ucap Sam berterima kasih kepada istrinya.
Hana mengangguk lalu menyuapi Sam dengan bubur yang ia bawa dengan telaten sedangkan Sam melihat Hana yang tengah fokus menyuapi dirinya,pria itu bahagia bisa mendapatkan istri seperti Hana
"Kamu sudah makan?"Tanya Sam di sela-sela Hana menyuapi dirinya.
Hana menggeleng,dia belum makan karena disibukan akan kehadiran Kiran tadi ditambah Sam yang sedang sakit.
"Sayang,,,kamu makan dulu nanti setelah itu aku"Hana menolak suapan dari tangan Sam,dia harus memastikan kalau Sam makan terlebih dahulu nanti baru dirinya yang akan makan.
"Kamu juga harus makan,jika kamu tidak makan bagaimana kalau kamu sakit"Sam tidak mau menerima penolakan dari Hana.
__ADS_1
Mau tidak mau Hana membuka mulutnya menerima suapan ubur dari tangan sang suami.Mereka makan bubur semangkok berdua dengan saling menyuapi, setelah bubur habis Hana menyuruh Sam untuk meminum obatnya.
"Sini berbaringlah"Sam menepuk ranjang menyuruh Hana untuk berbaring disebelahnya.Hana menurut lalu berbaring di samping Sam.
"Aku sakit apa?"Tanya Sam kawatir.
"Kata dokter kamu tidak sakit hanya amnesia yang kamu derita akan segera sembuh untuk beberapa saat ini"Jawab Hana jujur.
Sam berpikir bukankah itu amnesia beberapa tahu lalu dan tidak bisa untuk disembuhkan tapi kenapa sekarang itu akan sembuh.
"Kenapa?"Tanya Hana saat melihat Sam melamun.
"Tidak,sayang jika nanti aku mengingat seseorang yang sangat berarti dalam hidupku apa kamu akan marah?"tanya Sam.
"Kenapa aku harus marah?aku malah bahagia jika kamu mengingat orang yang berarti dalam hidupmu"Jawab Hana tersenyum,mana mungkin dia tidak bahagia melihat orang yang Ia cintai bahagia.
__ADS_1
"Terimakasih,aku mencintaimu"Ucap Sam melingkarkan tangannya di pinggang Hana.
"Aku juga mencintaimu"Balas Hana dengan mengeratkan pelukannya.