Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 133


__ADS_3

"Kita satu kamar?"Saat memasuki kamar yang Ia tempati,Ersen tahu bahwa itu merupakan kamar Indah.Karena terdapat foto indah dan cat kamar itu didominasi dengan warna biru muda.


"Jika kamu menempati kamar lain pasti Ayah dan Ibu curiga kalau hubungan kita hanya sebatas kepalsuan" Jelas Indah sebenarnya dia juga tidak ingin tidur bersama Ersen dalam satu kamar.


Indah merapikan tempat tidurnya. Dia berjalan menuju lemari untuk mengambilkan selimut Ersen,tidak mungkin dia tidur satu ranjang dengan Ersen.


"Kamu tidurlah di sofa,Aku akan tidur di ranjang"Indah menyerahkan selimut yang dia bawah kepada Ersen.


Ersen menatap Indah,gila saja seharusnya dirinya juga tidur di ranjang.Namun melihat istrinya yang sedang mengandung.Ersen tidak mau berdebat,apalagi ini sudah malam.


Pria itu berjalan menuju sofa, dia membaringkan tubuhnya di sofa sambil menghela nafas.Ersen menatap langit-langit kamar Indah, sesekali Ersen melirik Indah yang sudah terlelap di ranjang Kine size-nya.


Ersen mendengus kesal karena Indah tidak mematikan lampu kamarnya, terpaksa Ia bangun dari sofa dan berjalan menuju arah stop kontak untuk mematikan lampu.


Ia mematikan lampu kamar Indah.Pandangannya terarah ke Indah sekilas,Ersen melihat Indah yang sangat lelap dalam tidurnya.


"Wanita ini kalau tidur juga cukup cantik,lebih baik tidur daripada bangun terus marah-marah"guman Ersen lalu melengos pergi.


Ersen mencoba memejamkan matanya,namun nyatanya dia tidak bisa tidur, lehernya sakit.


Sekeras apapun dia mencoba.Ersen tetap tidak bisa tidur,dia menggerak-gerakkan tubuhnya hingga akhirnya dia jengah juga.


" Tidur di sini sangat tidak nyaman!"Ujar pria itu, matanya menatap Indah yang terlelap di ranjang dengan sangat nyaman.


Tiba-tiba Ersen tersenyum, bukan Ersen namanya Jika dia tidak bisa tidur nyenyak malam ini.

__ADS_1


Ersen mengambil guling yang digunakan untuk dirinya tidur lalu melangkahkan kakinya mendekati Indah, dia menaruh guling itu di tengah-tengah antara dirinya dan Indah.


Ersen tersenyum, dengan hati-hati dia merebahkan tubuhnya di samping Indah dengan terhalang oleh guling di antara mereka.


"Nyamannya"Gumam Ersen perlahan matanya terpejam.


Kedua insan itu tidur dengan sangat lelap, namun besok betapa terkejutnya Indah kalau ternyata Ersen tidur di sebelahnya.


...🍁🍁🍁...


Cahaya matahari samar-samar memasuki jendela kamar Indah, wanita itu menggerakkan tubuhnya.Mata itu terbuka dengan sendirinya.


Betapa terkejutnya Indah saat yang pertama dia lihat adalah wajah Ersen yang ada dihadapannya,bahkan jarak antara dia dan wajah Ersen hanya 5 centi.


"Kenapa laki-laki ini berada di sini?"gumam Indah menatap tajam Ersen.


Jadi yang kemarin malam aku peluk bukan guling namun ersen?


"Mencari kesempatan dalam kesempitan!"gumam Indah menatap Ersen yang sedang tertidur lelap.


Indah berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, biasanya pagi-pagi Indah selalu melakukan rutinitas nya yaitu berjemur matahari pagi.


Saat Ersen membuka mata,Indah sudah tidak ada di sampingnya. Ersen menatap ranjang yang ditempati Indah kosong.


"Sudahlah aku ingin membersihkan diri!"ucap Ersen membersihkan dirinya dahulu setelah itu mengajak Indah untuk mengunjungi apartemennya.

__ADS_1


"Ersen sarapan dulu!"kata Ibu indah saat melihat Ersen menuruni tangga.


"Nggak usah Bu, nanti aja sekalian sarapan di jalan! oh iya di mana Indah?"tanya Ersen saat tidak melihat Indah di meja makan.


"Dia di teras atau kalau tidak ada di teras berarti dia berada di taman dekat rumah ini, biasanya dia suka ke taman"kata Ibu membuat Ersen mengangguk.


"Baiklah Bu,aku akan mencari Indah terlebih dahulu!"Kata Ersen,namun saat dia ingin melangkahkan kakinya ke luar, ternyata Indah sudah berjalan masuk kedalam rumah.


"Itu indah! dari mana saja kamu In?"tanya Ibu yang melihat Indah memasuki rumah.


" Biasa dari taman Bu!"dia mendudukan dirinya di kursi.


"Kita akan ke apartemenku"ucap Ersen kepada Indah membuat Indah mengangguk.


"Kamu yakin bisa menjaga anak saya?"tanya Ayah Indah membuat Ersen meneguk ludahnya sendiri.


"Bisa Yah"Jawab Ersen.


"Baiklah kalau begitu, tapi Ayah punya syarat?"Kata Ayah Indah membuat Ersen mengerutkan dahinya.


"Syarat apa?"tanya pria itu.


"Tunggu setelah aku bertemu dengan keluargamu, aku akan membicarakan syarat itu dengan keluarga mu"Perkataan Ayah Indah membuat Indah menatap ayahnya.


Indah tahu ayahnya tidak bisa merelakan anak perempuannya begitu saja.

__ADS_1


Semoga saja syaratnya tidak ada yang aneh! aku tidak ingin berurusan dengan lele lele itu lagi batin Ersen yang merasa trauma dengan binatang licin itu.


__ADS_2