
Hana menyuapi Sam dengan sup yang Ia masak tadi.Ersen sudah kembali ke perusahaan nya, pria muda itu hanya mampir sebentar di rumah Sam.
Sam tersenyum melihat Hana yang menyuapinya.Dalam hati, pria itu bertanya tanya kenapa wanita seperti Hana bisa mencintainya.
Seorang wanita yang cerdas dan cantik tergila-gila dengan dirinya yang dingin.Hal itu masih menjadi rahasia sampai sekarang kenapa Hana mencintai dan tergila-gila padanya.
Tapi di balik hal itu Sam bersyukur bisa memiliki Hana, dia akan terus mencintai dan menyayangi Hana walau Hana berubah sekalipun.Itulah janji nya.
"Sudah sayang, aku sudah kenyang"Ujar Sam merasakan perutnya sudah kenyang.
"Yaudah kamu istirahat dulu aja"ujar Hana ingin beranjak dari tidurnya untuk mengembalikan mangkuk bekas sup tadi.
"Mau kemana sayang?"tanya Sam menahan tangan Hana agar tidak beranjak dari sisi ranjang.
"Aku mau mengembalikan mangkuk ini"ujar Hana memperlihatkan mangkuk nya.
__ADS_1
"Tidak usah nanti saja biar pelayan yang mengambilnya sekarang kamu tidur di sampingku saja"Sam menahan tangan Hana yang membuat Hana kembali duduk di samping Suaminya.
"Kenapa kamu bersikap manja begini sih?"tanya Hana saat Sam bersikap manja kepadanya.
"Memangnya tidak boleh aku bersikap manja Kepada istriku sendiri"ujar Sam sambil memainkan jari tangan Hana.
Hana tersenyum mengelus puncak kepala bayi besarnya.Kenapa suaminya ini berubah menjadi bayi besar.
Tangan Sam beralih pada perut'Hana yang membuncit dia ciumannya perut Hana.
"Sayang jika dia wanita pasti dia akan sangat mirip denganmu"ujar Sam, entah kenapa dia menginginkan bayinya seorang wanita agar mirip seperti istrinya.
"Kamu benar apapun jenis kelamin nanti aku akan tetap mencintai nya"ujar Sam mencium pipi Hana yang sedikit cabi.
"Sayang"Panggil Hana.
__ADS_1
"Hem"jawab Sam dengan satu tangan sudah berkeliaran dia area kesukaannya.
"Kita pindah ke kamar bawah saja ya, aku takut harus bolak balik naik turun tangga"ujar Hana, dia takut kejadian saat dirinya hampir terjatuh terulang lagi.
"Bener juga, nanti aku akan menyuruh pelayan untuk memindah kan barang kita atau aku akan memasang lift saja agar kamu tidak perlu bolak-balik naik tangga"Ujar Sam memberikan solusi yang membuat Hana mencubit tangannya.
"Tidak perlu membuang uang saja"Sam tersenyum mendengar Omelan Hana, istrinya ini tidak tahu kekayaan keluarga Prasaja hampir tujuh turunan delapan tanjakan tidak akan habis.
Sam tidak menjawab tapi dia akan memasang lift tersebut tanpa sepengetahuan Hana.Agar istrinya tidak terlalu kecapean.
"Oh iya sayang katanya mamah mau kesini saat aku mendekati lahirkan?"tanya Hana memastikan, dia sudah sangat dekat dengan mamah Anin, entah faktor apa yang menyebabkan.
Pasalnya dirinya tidak terlalu akrab dengan orang yang baru saja dia temui, teman saja dia hanya punya satu yaitu Kiran.
"Iya dia sudah tidak sabar untuk segera melihat cucu pertamanya"ujar Sam, mamahnya adalah perempuan hebat yang sangat Sam sayangi.Dia bersyukur karena ingatan nya sudah kembali pulih.
__ADS_1
"Sayang aku mau tanya kenapa kamu mencintai ku?"tanya Sam ucapan nya berubah serius, pertanyaan ini adalah pertanyaan yang Ia pendam sedari dulu.
Hana mengeritkan dahinya tidak biasanya suaminya berubah serius dan menanyakan pertanyaan seperti ini.