
Suasana makan malam di kediaman Indah sangat damai,mereka makan dengan tenang. Sekali Indah menatap Ersen yang hanya fokus terhadap makanannya.
Ersen yang merasa ditatap oleh Indah balik menatap wajah Indah. Tatapan Ersen bertemu untuk kesekian kalinya,buru-buru Indah memutuskan pandangan itu.
Entah kenapa dia sangat menyukai wajah serius Ersen, apa ini bawaan bayi atau memang dia sangat menyukainya.Hanya indah yang tahu.
"Selanjutnya apa yang akan kamu lakukan Ersen? kamu harus bertanggung jawab kepada anak saya!jika tidak, Jangan harap kamu bisa pulang dari rumah ini dengan tubuh yang utuh"Ayah Indah meremas tangannya seperti ingin meninju.
Ersen menelan ludahnya dengan susah payah,dirinya tidak ingin lari dari tanggung jawabnya.Tentu saja dibertanggung jawab,apa lagi ini menyangkut anaknya.Darah dagingnya.
"Tentu saja!aku akan bertanggung jawab Yah"Kata Ersen,Ia menatap indah dan berbicara penuh keyakinan.
"Aku percaya kepadamu!"Seru Ayah Indah, setelah itu dia meninggalkan meja makan tanpa sepatah katapun.Membuat Ibu Indah menghela nafas panjang.
Kapan ayah dan Ersen menyelesaikan perang dinginya,Ibu menggelengkan kepala.Mau bagaimanapun pasti suaminya tidak akan menyelesaikan perang dingin dengan pria yang kini menjadi menantunya itu.
Ayah mana coba yang rela anak tunggalnya telah dihamili begitu saja, ya meskipun mereka telah menikah.
"Indah kamu temani Ersen makan dahulu, Ibu mau temui Ayah"Kata Ibu,Ia lalu bangkit dari tempat duduknya untuk menemui sang Ayah yang baru saja meninggalkan meja makan.
Indah fokus pada makanannya sesekali
melirik Ersen"Kenapa kamu bisa sampai di rumah ini?padahal kan kamu bilang ingin menceraikanku?"tanya Indah menatap Ersen mencoba mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi, tidak mungkin tiba-tiba pria itu menemui dirinya.
__ADS_1
Dia berbicara dengan sangat jutek membuat Ersen menghentikan makannya dan menghela nafas,tentu saja yang harus disalahkan adalah neneknya.
"Tentu saja harus bertanggung jawab,lagi pula aku juga sangat syok saat mendengar kamu hamil!"Jawab Ersen.
Jika dia tidak menuruti keinginan neneknya untuk datang ke Indonesia dan mencari Indah, mungkin dia tidak akan pernah mengetahui kalau Indah sekarang sedang hamil.
"Semua ini gara-gara kamu tahu nggak!kalau aja aku nggak pernah ketemu kamu dan melakukan hal itu,pasti semuanya nggak akan terjadi!"Kata Indah, ada penyesalan ketika dia harus bertemu Ersen dan menghadapi masalah yang bertubi-tubi.
Dia menyesali kenapa harus bertemu Ersen dan menyebabkan masalah ini terjadi.
Dia tidak ingin menikah dengan pria yang tidak dicintainya, impiannya adalah menikah dengan seseorang yang benar-benar mencintainya dan dia cintai juga.
Tapi malah situasi mempertemukan Ersen dan Indah, hingga terjadinya pernikahan yang tidak diinginkan ini.
Namun itu semua hanya sia-sia, mereka sudah melangkah cukup jauh dan bahkan indah juga hamil.
"Terus sekarang apa yang akan kita lakukan? jangan bilang kamu ingin menggugurkan anak yang tidak berdosa ini? aku tidak akan pernah setuju hal itu terjadi!jika kamu ingin melakukan itu,pergi saja aku tidak membutuhkan pertanggung jawaban dari mu!"Ucap Indah sarkas.
Menurut drama dan novel novel yang Ia baca,pasti pria yang tidak bertanggung jawab akan melakukan hal tersebut.
"Gila kamu!mana mungkin aku membunuh darah dagingku sendiri"Kata Ersen emosi.
"Walaupun aku tidak mencintaimu namun dia adalah anak aku dan aku akan bertanggung jawab sebisaku,"Jawab Ersen membuat Indah menunduk,entah kenapa dia sangat emosional jika menyangkut anaknya.
__ADS_1
"Bagaimana dengan Erica?"tanya Indah.
Ia ingat Ersen sangat mencintai Erica,bahkan kejadian hari itu bermula ketika Ersan Ingin melamar Erica dan akhirnya gagal karena Erica memilih impiannya daripada Ersen.
"Aku masih berhubungan baik dengannya. hubunganku dan kamu hanya sebatas tanggung jawab, tidak lebih”
”Aku juga tidak berharap lebih, tanpa kamu pun aku bisa menjaga anak ini dengan baik”Gumam Indah.
”Dan setelah anak itu lahir aku akan mengurusnya kamu tidak perlu repot-repot mengurus anak itu"Ujar Ersen membuat Indah memejamkan matanya.
"Nggak!"
"Apa-apaan kamu!aku juga punya hak untuk menjaga anak ini,"Sebab Indah juga tidak ingin anaknya dibawa oleh Ersen, enak saja 9 bulan 10 hari dia mengandung dan tiba-tiba anak itu di asuh Ersen, kalau masalah ekonomi dia juga masih sanggup membiayainnya.
"Aku mengerti, Hal ini akan aku bahas denganmu!”Kata Ersen.
"Hm",Jawab Indah dengan deheman.
"Selesaikan makanmu dahulu,Oh iya dimana tempat tidurku? Aku lelah dan ingin tidur!"Ujar Ersen.
Sekarang badannya sangat lelah,dia ingin segera tidur karena besok dia ingin membawa Indah pindah ke apartemennya.
"Oh iya besok kita akan pindah ke apartemenku!" Ujar Ersen membuat Indah menggangguk .
__ADS_1
Tidak mungkin dia terus tinggal di rumah orang tuanya.Kalau hal itu terjadi mungkin Ayah dan Ibunya akan mengetahui kalau pernikahan ini hanyalah pernikahan yang dilakukan karena kesalahpahaman semata.