Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 145


__ADS_3

Sam sedari tadi melirik jam tangannya, melihat kapan pekerjaan akan selesai.Sudah genap tiga hari Hana di Indonesia, dia ingin segera menyusul istri dan anaknya namun pekerjaan yang begitu banyak masih menantinya.


Dan akibat ulah Ersen yang dipindahkan ke Perusahaan Papanya, pekerjaan yang Ia tanggung semakin banyak.Mau minta bantuan dari Sekretaris Elnan pun tidak bisa karena sekretarisnya itu mengurus perusahaan Darendra.


"Kapan pekerjaan ini selesai"Gumam Ersen manatap ponselnya, apa istrinya itu tidak merindukan dirinya sehingga tidak menelepon.


Sam hanya bisa mengacak rambutnya frustasi,Ia menghela nafas lalu melanjutkan pekerjaan yang masih menumpuk.


...🍁🍁🍁...


"Bagaimana Dok?"Tanya Hana yang kini tengah dirumah sakit menemani Indah untuk mengecek kandungannya.


"Semuanya berjalan lancar, bahkan bayi yang di kandung juga bernutrisi dengan baik.Sekarang usia bayinya memasuki Minggu ke 10"Jelas dokter memperlihatkan hasil USGnya kepada Hana dan Indah.


"Apa kamu masih mual-mual Indah?",Tanya Dokter Ririn menatap Indah.


"Nggak dok, kalau mual itu agak jarang!Tapi akhir-akhir ini Saya gampang capek"Jawab Indah sambil mengelus perutnya yang agak membuncit.

__ADS_1


"Wajar !nggak papa itu faktor kehamilan, ini resep obatnya.Kamu ambil di apotik ya”Kata Dokter Ririn menyerahkan resep obat untuk Indah.


"Terimakasih Dok"Jawab Hana.


"Kamu Hana kan, wanita yang diceritakan Anin?"Tanya Dokter Ririn menatap Hana.


"Benar Dok"Jawab Hana membuat Dokter Ririn menatap Hana dengan pandangan yang sulit diartikan.


"Pantas saja wajah kamu mirip ternyata kamu anak perempuan Anin to"Kata Dokter Ririn dengan senyuman.


"Ramah banget Ya Dokter Ririn Mbak!"Ucap Indah yang kini berjalan beriringan bersama Hana.


"Iya In, Oh iya habis ini kamu mau kemana?"Tanya Hana pasalnya dia mau mengunjungi perusahaan adiknya.


"Mau beli susu Mbak, susu hamil ku habis"Kata Indah membuat Hana mengangguk, wanita itu mengandeng tangan Indah saat memasuki mobil.


"Gimana perjalanan cinta mbak Hana sama Kak Sam"Tanya Indah yang kini penasaran dengan kisah cinta kakaknya.

__ADS_1


"Kalau diceritakan panjang In, nggak akan cukup ntar malah jadi novel lagi.Tapi intinya dulu itu kakakmu Sam dingin banget sangking dinginnya sampai dibodohi wanita"Gumam Hana yang masih ingin jelas saat-saat Sam dibodohi oleh Violetta.


"Hidup mbak bersama kakak kamu awal-awal seperti dineraka, yah tapi sekarang kita hidup lebih baik"Indah membulatkan matanya,tapi hebatnya sekarang kakaknya itu bisa membuat sangat suami bucin akut padannya.


Mobil Hana berhenti di supermarket, Hana turun membelikan Indah susu hamilnya sedangkan Indah tetap di mobil.Itupum atas perintah Hana.


"Udah selesai mbak?"Tanya Indah menatap Hana yang kini duduk di hadapannya dengan plastik berisi susu hamilnya.


"Hmm,,kamu ikut ke perusahaan ya?"Ucap Hana membuat Indah mengangguk.


Sudah beberapa hari dia tidak bertemu dengan Ersen, sekalipun bertemu sangat jarang karena kini Indah sudah kembali ke apartemen Ersen.


"Iya deh mbak lagian aku juga nggak ada kegiatan apa-apa"Ucap Indah diangguki oleh Hana.


Mereka menjalankan mobilnya menuju perusahaan Ersen dengan para kurcaci yang masih bermain-main di perusahaan pamannya.


"Aku juga mau menjemput anak nakal itu, apa yang mereka lakukan sehingga sedari kemarin betah bersama pamannya"Gumam Hana melajukan mobilnya.

__ADS_1


__ADS_2