Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 138


__ADS_3

Indah merebahkan tubuhnya di ranjang, dia menutup matanya sebentar hingga tidak sadar kalau dirinya tertidur.


Sementara itu Ersen sedang memberikan martabak yang dia beli tadi kepada para pembantu dan penjaga di rumahnya.


Selesai memberikan martabak Ersen berjalan menuju kamarnya untuk istirahat, dia melirik jam yang melekat di pergelangan tangannya menujukkan pukul 9 malam.


Ceklek


Saat dia membuka pintu, matanya melihat Indah yang sudah tertidur tanpa melepaskan jaketnya.


"Dasar wanita ini"Ucap Ersen dengan tangan yang berusaha melepaskan jaket yang melekat di tubuh Indah.


Ersen mengambil guling, diletakkannya guling itu di tengah-tengah sebagai pembatas antara dirinya dan Indah.


Satu Minggu berlalu.


Kini di restorannya sendiri.Ayah Indah tengah berbincang dengan Papa Arga, sesuai permintaan Ayah Indah beberapa hari lalu bahwa dia mengajukan syarat untuk Ersen.


"Syarat saya tidak aneh, hanya saja saya ingin anak semata wayang saya mendapatkan hak seorang istri dan pertanggung jawaban yang selayaknya dia dapatkan”Kata Ayah Indah di hadapan anggota keluarga Ersen.


"Saya berjanji akan membuat menantu saya mendapatkan haknya sebagai seorang istri"Kata Papa Arga sambil manatap putranya.

__ADS_1


"Dan satu lagi, Indah tidak akan kemana-mana!Dia harus tetap di Indonesia.Dan Saya harap Ersen mau menetap di Indonesia sampai saya sepenuhnya percaya dengan dia”Lanjut Ayah Indah, dia sepenuhnya belum percaya dengan Ersen


"Tapi Yah, saya memiliki perusahaan yang harus saya kelola di sana”Ersen angkat bicara, tidak mungkin dia membiarkan perusahaan hancur begitu saja.


"Saya setuju dengan anda, Ersen memang akan tinggal di Indonesia untuk menjalankan perusahaan saya yang berada di sini”Kata Papa Arga mendukung keputusan besannya.


"Lagipula perusahaan di sana, kakakmu yang mengurus.Jadi kamu tidak usah kawatir, kamu bisa mengurus perusahaan milik Ayah yang berada di sini"Kata Papa Arga sambil menepuk pundak putranya membuat Ersen terdiam.


Bagaimana dengan Erica?


Pria itu masih memikirkan Erica ternyata, namun bukankah melupakan sesuatu yang amat kita cintai sangatlah sulit?


...🍁🍁🍁...


Apa pria itu tidak setuju dengan keputusan Ayahnya?


"Mari buat kesepakatan"Ujar Ersen tiba-tiba.


"Kesepakatan?"Ulang Indah dengan suara lirih.


"Iya, aku akan bertanggung jawab kepadamu sebagai seorang suami namun setelah anak itu lahir, kita akan bercerai"Perkataan yang keluar dari mulut Ersen membuat Indah syok, dia tidak menyangka Ersen akan mengatakan hal itu.Dia mengira hubungan keduanya sudah membaik.

__ADS_1


"Lantas bagaimana dengan anak ini"Indah mengelus perutnya yang sedikit membuncit.


"Kita akan merawatnya bersama-sama,namun dengan pasangan yang berbeda”Kata Ersen membuat Indah berpikir keras.


"Maksudnya?”Tanya Indah yang agak kurang paham, fajar kapasitas otak Indah tidak secepat Ersen.


"Setelah bercerai kita akan menjadi teman dan merawat anak itu bersama,"Kata Ersen yakin dengan keputusan yang Ia buat.


Menurutnya hal itu merupakan keputusan yang tepat untuk dirinya dan Erica.Mengenai Erica,setelah Erica pulang dari kelas baletnya, Ia akan memberi tahu sejujurnya kepada perempuan itu.Ia yakin Erica akan mengerti.


"Apa kamu sanggup?"Tanya Indah memastikan, Indah mengira Ersen tidak akan pernah memahami perasaan wanita.


Mana mungkin Erica akan membiarkan dia merawat anaknya dengan wanita lain.


"Kamu sanggup menjelaskan kepada anakku kalau pernikahan ini hanya sebuah lelucon?kamu sanggup melihat anak ku setiap detik, menit bertanya siapa Ayahnya?Kamu sanggup ketika anakku bertanya dimana Ayahnya dan apa statusnya?Kamu sanggup menjelaskan kepada teman-temannya bahwa dia adalah anak yang tidak diharapkan?”Perkataam Indah membuat Ersen tersadar dan terdiam untuk beberapa saat.


Belum sempat Ersen berbicara, Indah sudah memotongnya" Ingatlah Ersen kelak jika kamu memiliki anak dengan perempuan lain atau Erica, kamu pasti tidak tega jika anakmu berada di posisi anakku, jika dewasa anakku akan mendapatkan gunjingan karena setatusnya”


"Namun dia mendapatkan setatusnya sebagai anakku”Sela Ersen.


"Hanya setatus bukan kasih sayang , aku wanita dan aku memahami perasaan sesama wanita, Erica tidak mungkin membiarkan kamu mengurus anak ku!dia juga seorang wanita dan tidak ingin suaminya mengurusi wanita lain”Kata Indah penuh penekanan.

__ADS_1


"Aku setuju dengan keputusanmu, namun setelah bercerai aku harap kamu tidak menemui diriku dan anakku, anggap kita tidak pernah ada.Itu lebih baik untuk kita semua dan aku juga mementingkan perasaan Erinca”Kata Indah, dia rasa keputusan yang Ia ambil tepat sehingga tidak ada pihak lain yang tersakiti.


Keputusanku tepat, sebaiknya aku membentengi hati ini agar tidak terluka.


__ADS_2