
Ersen terbangun saat indah bergerak, dia tersenyum menatap Indah lalu keluar dari dalam selimut.
Ersen mengambil pakaiannya yang terjatuh di bawah ranjang, pria itu mencium kening Indah sebelum masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri dari sisa percintaannya tadi malam.
Selesai membersihkan dirinya,Ersen keluar dengan pakaian yang sudah lengkap.Pria itu keluar dari dalam kamar dan tersenyum penuh arti kepada Indah.
Sekitar pukul delapan pagi Indah bangun dari tidurnya, wanita itu mengusap-usap ranjang, seketika matanya terbuka saat tidak menemukan Ersen disampingnya.Wanita itu mengerutkan keningnya.
"Ersen...Sayang"Panggil Indah,namun pria itu tidak menyahut panggilannya, dia hanya melihat setangkai mawar lengkap dengan sendwich dan susu hamil.
Indah berjalan ke kamar mandi, mungkin Ersen sedang diruang tamu pikir wanita itu.
Selesai membersihkan diri, Indah membawa sarapannya ke bawah.Disana dia tidak menemukan Ersen, Indah berjalan dengan cepat ke garasi.Dia juga tidak menemukan mobil Ersen.
__ADS_1
Langkah Indah kini menuju taman, dimana pelayan sedang menyapu"Bi dimana suami Indah?"Tanya Indah membuat wanita paruh baya itu meletakkan sapunya.
"Tadi Bibi melihat Tuan Ersen membawa mobilnya pagi-pagi sekali Non In, mungkin Tuan berangkat ke kantornya"Jawab Bibi membuat Indah mengangguk, dia mungkin terlalu takut jika Ersen hanya memanfaatkan dirinya.
"Lang aku mau tanya, apakah Ersen berada di kantor?"Tanya Indah melalui sambungan telepon.
"Tidak.Bukankah pria itu sedang berlibur di Bali, memang kapan dirinya pulang"Elang malah balik bertanya membuat Indah segera mematikan handphonenya.
"Idih di matiin"Gumam Elang, dia tersenyum menatap Jessica yang tengah tertidur di ranjang.
"Dimana sebenarnya Ersen”Gumam Indah,dia mencoba menghubungi hendphone Ersen lagi namun panggilan diluar jangkauan terus, sebenarnya apa yang dilakukan pria itu?
***
__ADS_1
Ersen menatap Erica yang akan masuk ke dalam pesawat, pria itu tersenyum sangat tulus kepada Erica hingga membuat Erica membalasnya, perempuan itu sepertinya habis menangis mengingat perkataan Ersen kepadanya tadi.
"Maafkan aku, aku tidak bisa mempertahankan hubungan ini lagi"Kata Ersen membuat Erica menjatuhkan tasnya sangking terkejut, Hah apa-apa pria ini, dia tidak suka Ersen becanda dengan hubungan mereka.
”Sayang kamu becandakan?Aku sudah memaafkanmu jika kamu pulang tiba-tiba saat kita berlibur kemarin, mungkin kamu harus menyelesaikan urusan kantor, namun putus? aku tidak akan pernah setuju"Kata Erica dengan tangan yang menggenggam tangan Ersen dengan sangat erat.
"Aku tidak becanda, aku sudah memiliki keluarga"Ersen menjelaskan semuanya membuat Erica tersenyum sangat tipis bahkan pria itu tidak melihat bahwa Erica tersenyum.
"Lantas kamu mau melepaskan diriku? baiklah jika itu keputusanmu”Erica melepaskan genggaman tangannya.
"Ini juga kesalahanku, kenapa aku dahulu pergi pada saat kita sedang berlibur dan menyebabkan hal ini terjadi"Suara Erica melirih"Kenapa?kenapa hal ini terjadi kepadaku?"Teriak Erica membuat Ersen menunduk dan mencoba membuat Erica tenang mengingat ini masih di area umum.
"Penumpang Pesawat Ex 130 mohon perhatiannya, pesawat akan segera lepas landas.Dimohon untuk segera memasuki pesawat"Suara itu terdengar di telinga Erica, wanita itu tersenyum menatap Ersen.
__ADS_1
"Aku harap kita masih berteman"Gumam wanita itu membuat Ersen mengangguk.
"Pasti"Jawab Ersen dengan yakin,namun apakah sebatas teman?