
Mungkin ini memang takdir Hana mencintai tanpa dicintai.Memendam cinta yang terlalu lama menunggu hati Sam menyambut dirinya.Ternyata semuanya sulit tidak semudah yang dibayangkan.
13 hari sudah Hana berpacaran pura-pura dengan Sam ya meskipun mereka sudah menikah.Tapi sifat Sam tetap Sama saja seperti dahulu walaupun ada perubahan sedikit sedikit.
Mobil Ferrari itu melaju dengan kecepatan sedang menembus jalan pedesaan yang tidak terlalu kecil melintasi beberapa sepeda motor.Sam sebagai sang pengemudi menurut saja kepada kekasih pura-pura nya mau diajak kemana.Bukan kekasih pura-pura sih lebih tepatnya istri tapi belum cinta.
"Sudah sampai"Hana berlonjak girang saat mobil Sam menepi.
Mobil itu sampai di sebuah panti asuhan yang tidak terlalu besar.Ibu panti yang melihat kedatangan Sam dan Hana langsung menyambut hangat kedua orang itu.
Sam mengeluarkan beberapa mainan dan bok makanan dari mobil.Hana tadi sudah berbelanja untuk anak anak panti memang.Sudah sangat lama Hana tidak pergi ke panti asuhan ini setelah sekian lama.
Terlihat anak-anak panti berhamburan memeluk Hana yang tinggi badannya hanya sampai perut wanita itu.
Sam tersenyum simpul melihat adegan itu.Pria yang penyayang anak kecil itu memang penyumbang yayasan panti asuhan terbesar.
Tapi mana mungkin ibu panti mengenali nya kalau yang datang hanya sekretaris Elnan.Karena kesibukan Sam tidak terlalu bisa meluangkan waktu untuk datang ke panti asuhan.
__ADS_1
"Kami merindukan kakak,kenapa kakak lama sekali tidak datang ke sini?apa kakak sudah melupakan kami semua ya?"salah satu anak bertanya pada Hana dan diangguki oleh beberapa anak panti lainnya.
"kakak juga merindukan kalian semua,oh iya perkenalkan ini suami kakak namanya Samuel"Hana memperkenalkan Sam kepada anak panti dan ibu panti.
"Ya ampun nak Hana sudah menikah to rupanya, kok tidak memberitahu Bibi sih nak?"Ibu panti yang sudah dianggap Bibi oleh Hana sedih karena tidak mengetahui perihal pernikahan Hana.
"Tidak apa apa Bibi,kan sekarang Hana sudah datang kemari jadi Bibi tidak usah merasa bersalah"
"Baiklah baiklah mari masuk nak"
Sam dan Hana memasuki panti asuhan itu, walaupun kecil Panti asuhan itu sangat terawat.Sam sampai kagum melihat interior nya yang sangat bagus tapi ada yang kurang menurut Sam.
"Sayang ayo"Hana memanggil Sam yang berjalan dibelakangnya.
"Cie cie pengantin baru nie ye"
"Iya nih"
__ADS_1
Adik-adik panti mengejek Hana yang dikiranya pengantin baru.Hana tersenyum menanggapi kata kata anak kecil itu sementara Sam mukanya sedikit merah padam seperti ada guratan malu yang dia tutup-tutupi.
Setelah bercengkrama cukup lama akhirnya Hana dan Sam memutuskan untuk pulang ke apartemen.Dimobil Hana bertanya kepada Sam apa arti seorang Anak.
"Sam aku mau tanya menurut mu apakah arti dari seorang anak?"tanya Hana.
Sam yang sedang fokus mengemudi menjawab pertanyaan Hana.
"Menyusahkan"
Iya Sam berbohong mengenai fakta jika dirinya menyayangi anak kecil.Dia tidak mau semakin Hana mengetahui sisi baiknya semakin besar rasa cinta yang Hana miliki dan semakin sakit pula jika Sam menceraikan Hana.Entahlah tiba-tiba dihati pria itu terasa sakit saat membayangkan Hana meninggalkan dirinya.
Hana diam seribu bahasa mendengar kata-kata Sam.Dia mengelus perutnya yang masih rata.
...****...
Sementara di sisi lain ada seorang pria paruh baya yang sedang tertawa dan menatap sebuah bangunan yang lumayan megah.
__ADS_1
”Ini adalah akhir hidupmu Samuel Prasaja, aku akan menghancurkan dirimu seperti kamu menghancurkan putriku”Gumam Pria itu tersenyum devil.