
”Apakah Brayen tidak menyadari kalau tangan Nora terdapat bekas ingus?” Hendry meringis saat saudaranya merangkul pundak Brayen mengunakan tangan bekas mengelap ingusnya.
Kini ketiga anak itu menyelinap keluar dari pengasuhnya, Nora memberi isyarat kepada Brayen untuk berhati-hati karena mereka melewati begitu banyak tamu.
Dan sampailah ketiga anak itu didepan kolam renang”Bagaimana masih ada banyak orang disini”Gerutu anak kecil itu dengan bibir yang mengerucut lucu.
”Namanya juga pesta, kalau tidak ada orang namanya bukan pesta doag”Hendry membungkam mulut saudaranya.
”Benar juga, kalau gitu kita ngapain disini”Gumam Nora, pandangan mata gadis kecil itu melirik orang-orang disekitar kolam renang.
”Tutup matamu”Brayen menutup mata Nora mengunakan tangan mungilnya saat mata Nora tidak sengaja melihat seorang pria dan wanita berciuman dipojokan kolam renang, tepat dibawah pohon.
”Issh ada apa sih?”Nora mencoba melepaskan tangan Brayen dari mulutnya.
”Menjijikan, bisa-bisanya mereka berdua seperti Mama dan Papa!Tidak tahu tempat”Ucap Hendry membuat mata Nora membulat sempurna.
”Jadi kamu sering lihat Mama dan Papa kayak gitu ya?”Kata gadis itu mencoba menebak, membuat Hendry menutup mulutnya.Kenapa dia jadi keceplosan bilang kalau pernah melihat adegan kurang pantas itu.
”Up, kalau begitu lebih baik kita pergi dari tempat ini.Lagipula kita juga tidak melakukan apa-apa disini, sungguh membosankan!”Seru Hendry.
__ADS_1
”Aku punya ide”Nora berceletuk.
”Apa it—”
Belum sempat ucapan itu keluar dari mulut Brayen, Nora sudah berlari menuju arah pria dan wanita yang berciuman tadi.
...🍃🍃🍃...
”Paman”Nora menarik jas pria yang berciuman dengan wanita di dekat kolam tadi, membuat pria itu menoleh kebawah.
”Eh siapa kamu?kenapa ada anak kecil disini?”Gumam pria itu menarik perhatian kekasihnya.
”Paman, Bibi tolong antarkan aku ke dekat kolam itu”Tangan kecil Nora menunjuk ke arah kolam”Mama dan papaku ada didekat sana”Ucapnya sangat imut.
”Kau antarkan anak ini”Ucapnya kepada sang kekasih.
”Tidak mau Sayang, jika kamu ingin mengantarkan anak ini antarkan saja, aku akan menunggu disini”Jawab si wanita membuat Nora menatap wajah kedua orang itu dengan tatapan yang sulit diartikan.
”Cukup jangan berdebat! Bagaimana kalau kalian berdua yang mengatarkan aku kesana?”Tawar Nora membuat kedua orang itu mengangguk sedangkan gadis kecil itu tersenyum senang.
__ADS_1
"Ayo”Tangan kecil Nora mengandeng kedua tangan pria dan wanita itu.
Saat sudah sampai dipinggir kolam renang, tangan mungil itu manarik kedua tangan yang digenggamnya masuk ke kolam renang.
”Byur”Suara air terdengar menarik perhatian beberapa tamu.
”Bukankah itu adalah Tuan Deo dan Nona Maudy kekasihnya?Kenapa dia berenang malam-malam begini?”Ucap para tamu menertawakan Deo dan Maudy.
”Aduh paman maaf aku tidak sengaja, kalau begitu aku mau menemui Papa dan Mamaku dulu ya, sampai jumpa paman!”Seru Nora yang langsung berlari menjauhi kolam.Benar-benar anak itu.
”Sialan anak itu”Umpat Tuan Deo.
”Nora kamu dari mana saja Ha?Apa kamu yang berbuat ulah disana?”Tangan Hendry menujuk keramaian disekitar kolam.
”Diamlah”Jawab Nora.
Nora mendekati Hendry dan berbisik ditelinga saudaranya yang membuat Brayen menghela nafas, kedua saudara kembar ini mempunyai sifat yang hampir sama membuat kepala Brayen pusing.
”Bagaimana bagus tidak?”Ucap Nora diangguki sang saudara.
__ADS_1
”Oke, aku akan melakukannya”Jawab Hendry dengan senyuman di bibirnya.