Pembuktian Cinta

Pembuktian Cinta
Chapter 153


__ADS_3

Indah bangun dengan rambut yang acak-acakan, dia berjalan menuju dapur untuk mengambil air putih.Di jalan di berpapasan dengan Ersen,pria itu membawa secangkir kopi.


Malam sudah cukup larut namun Ersen belum selesai bekerja, Indah menghela nafas melihat raut wajah Ersen yang sangat kelelahan.


"Istirahatlah ini sudah malam"Kata Indah,dia melanjutkan perjalanannya menuju dapur.


"Aku ingin menjelaskan sesuatu"Ucap Ersen tiba-tiba, dia memegang tangan Indah dengan sangat erat.


"Aku ingin minum terlebih dahulu"Jawab Indah,saat ini dia sangat haus hingga mendadak lupa masalahnya dengan Ersen.


"Aku akan mengambilkannya untukmu, duduk lah di Sofa"Ujar Ersen yang tidak ingin Indah terlalu banyak berjalan mengingat Indah baru saja keluar dari rumah sakit.


"Baiklah"


Setelah mengambilkan air putih untuk Indah, Ersen duduk di samping Indah.Dia ingin menjelaskan semuanya secara rinci tanpa satu pun yang terlewatkan.


"Aku dan Erica masih berhubungan, kita berlibur ke Bali dan tentang kamu yang masuk rumah sakit aku benar-benar tidak mengetahuinya.Bahkan aku tahu kamu masuk rumah sakit pun dari seseorang.Entah apa yang kini terjadi denganku namun yang pasti aku tidak ingin membuat kamu terluka Ndah"Ujar Ersen ,dia ingin jujur dengan perasaannya.


"Lantas bagaimana aku tidak terluka saat suamiku sendiri berlibur dengan wanita lain?Haruskah aku bahagia dan bersenang-senang dengan pria lain juga"Kata Indah langsung mendapat tatapan tajam dari Ersen.Pria itu langsung mengingat perkataan Dokter David yang ingin merebut Indah darinya.

__ADS_1


"Aku tidak akan pernah membiarkan mu pergi dariku, walaupun kamu membenciku"Kata Ersen dengan sorot mata yang masih menajam.


Dia langsung mencium Indah dengan sangat tidak sabaran hingga membuat Indah meronta-ronta, Ersen seolah termakan cemburu.


Dirinya mengigit bibir Indah hingga membuat Indah membuka mulutnya, saat Indah sudah membuka mulutnya.Ersen dengan tidak sabaran ******* bibir Indah, bahkan kini nafas Indah mulai tidak teratur.


"You are mine"Kata Ersen dengan tatapan mata yang menggelap.


"I'm yours Ersen" Jawab Indah dengan terbata membuat Ersen tersenyum bahagia, dia segera mengangkat Indah menuju kamarnya ala bridal style.


"Emmm "Leguh Indah saat Ersen menyikap pakaian tidurnya hingga membuka sedikit bahunya.


"Aku mencintaimu Ndah, entah kapan perasaan ini muncul namun aku tidak ingin kamu dekat dengan pria lain"Ujar Ersen di tengah aktifitasnya, membuat Indah hanya mengangguk.


Hah, Indah kenapa malah terbawa suasana sampai-sampai melupakan kesalahan Ersen.


Indah mendorong pundak Ersen yang berada diatasnya"Bagaimana dengan Erica?"Tanya Indah membuat Ersen terdiam.


Benar,Erica!kenapa Ersen melupakan perempuan itu, bahkan dia meninggalkan Erica sendirian di Bali.

__ADS_1


"Aku secepatnya akan memutuskan hubunganku dengannya, aku tidak akan membiarkan darah dagingku menderita tanpa kasih sayang kedua orangtuanya.Dan aku tidak ingin orang yang aku cintai menderita"Kata Ersen tulus menatap Indah yang ada di hadapannya, lebih tepatnya dibawahnya.


"Siapa yang kamu cintai?"


"Tentu saja kamu"Jawab Ersen langsung menyerang Indah dengan ciuman, Indah tersenyum.Apakah ini yang dinamakan cinta?


Seumur-umur baru kali ini Indah merasakan rasanya jantung yang meletup-letup seperti balon udara.


"Jangan tidur Sayang,malam masih panjang..."Kata Ersen saat melihat mata Indah terpejam, dia mengeratkan pelukannya dan membuka selimut hingga menyisakan tubuh mereka tanpa benang sedikitpun.


"Aaaaa....Kenapa kamu menjambak rambutku Ndah!!!"Teriak Ersen saat Indah dengan tiba-tiba menjambak rambutnya dengan sangat kuat.


"Aku ingin saja"Jawab perempuan itu santai.


******


Gimana part hari ini?


Spam komen dan like dong biar Author semangat, kalau bisa baca dari atas lagi♡

__ADS_1


__ADS_2